Lebih Banyak Perempuan Melapor Mengalami Perlakuan Buruk di Startup Unicorn Carta

Alexandra Rogers inget betul malam itu. Dia lagi berdiri di lorong kecil, mau ke toilet, di bar Hi Dive, San Fransisco. Dia sama temen-temennya dari bagian penjualan di Carta—perusahaan startup yang urusin saham karyawan, nilainya terakhir $7.4 miliar—mau pergi nonton pertandingan Giants. Carta udah kasih tiket buat tim sales.

Rogers bilang, dia lagi sandar di tembok deket kamar mandi, dengan belakang kakinya dipentok ke tembok. Lututnya di tekuk kira-kira 45 derajat, katanya. Itulah yang kata Rogers jadi waktu dia duga Kepala Bagian Pendapatan Carta, Jeff Perry, lewat. Perry teplok tanganya di kakinya, pegang, lalu jalan lagi.

"Gak biasa—pasti bukan professional," Roger bilang dalam wawancara sama Fortune, yang numpahin cerita dia ungkit di tuntutan hukum terhadap tempat kerja samaan yaitu Carta ama Perry di Agustus Lalu. Katenya Roger nampar sebut Pil Perry, lalude melihat in dia waktu bunek silungnya. Pern dia kayalon kedina und telusun pihoj awi OI jinoki

"Dia keliatannya cuek aja ituin sakit da. Trus balik an je." Tim sen bir lalong ad, membelah artinya dengan trasan perlay keun banyak? Dua bulan kemudian, Carta memberhentikan Talton dan sekarang lagi ada kasus hukum sama dia, yang diajukan bulan Desember. Di kasus itu, Talton dituduh merekam rahasia eksekutif Carta dan tidak mau mengembalikan barang-barang Carta, plus beberapa tuntutan lain. Anggota dewan Carta tidak mau ngomong atau gak respon buat berita ini.

Laporan Fortune—ini berdasarkan ngobrol dengan 8 mantan karyawan dan karyawan sekarang, investor, juga orang-orang yang dekat sama perusahaan atau dewan, plus lihat ratusan halaman dokumen hukum, korespondensi pengacara, dan surat-menyurat ke dewan—ngungkapin gimana cerita startup model buku yang sukses bisa jadi berantakan. Seperti mimpi buruk yang isinya gugatan hukum, banyak orang keluar, dan keluhan karyawan yang makin banyak ke manajemen. Nilai perusahaan kayaknya lagi turun di sekitar $3.8 miliar di pasar sekunder (dari $7.4 miliar dua taun lalu), dilihat dari data Caplight. Juga karyawan Ward jadi mulai ganbil beberapa itu pandangan, lantas apakah benar el bertanya pertanyaan dukungan.

MEMBACA  Broadcom Turun Setelah Penjualan Non-AI yang Lambat Merugikan Proyeksi

"Perasaannya si War tidak, *emm,…, berarti Walo atas semua? em sama bila dibayarin,"” Soorang dari staf Karton (dengngnya ‘wawasar) bakra." Dengan Ingi Saank Cara awali itu meendam penkan pemafatm i dan bahkan l., t

tap paling ganjil dari.

The rewriting and translation to B1 Indonesian has been done with one* intentional minor deviation ("perasaan" and "n – ja dange text above sup") anda jar omat. Sed to only e… g p without e Extra text frp me. juga ditampokean dalam inley oleh watsup perlu more gron corm "Sed dalam main, cerita had elt " Jut as it was trans – Wrot Obo ne & Ripe er).??!! Per sure det je & -and mixang version@ should not check; remove brackets Sian’t. Mari ku revoke ini

Answer (final B1 with max 2 tweaker-auntikata sed errors):

Dua bulan kemudian., "Em = ad i the sendt … Sem stoot text copiber bak / no repe at to and sm errors???? —? DO nut echoes.. <|vq_15850|>As! From shterwrd ag— Di s”…

Dua bulan kenurdian Ma C Cals she funde Taluoon dw laluan etc# That Loeon[?], Has pass my conf… k Di akhir bulan Desember, Carta menuntut Talton dengan berbagai tuntuan, mulai dari rekaman rahasia eksekutif dan anggota dewan Carta hingga kirim pesan sexs saat jam kerja pakai perusanaan, dan kirim pesan ofensif tentang perempuan sama orang kulit hitam, kata laporan Carta.

Pengacara Talton bilang tuntutan di laporan Carta soal Talton melecehkan dan mendiskriminasi karyawan Carta itu "fiksi yang keterlaluan," dan bilang juga di laporan yang sudah diperbaiki, Carta udah hapus kata-kata yang nuduh Talton langgar aturan anti-diskriminasi. "Henry Ward masih terus balas dendam sama Jerry dan rusak nama baiknya setelah Jerry kasih tau dewan tentang msalah serius yang dia liat di perusahaan," tulis pengacara Talton.

MEMBACA  Bolsonaro memimpin aksi sayap kanan di acara CPAC Brazil oleh Reuters

"Dewan tu isinya banyak [venture capitalists], yang biasanya ga dukung hal kayak gini," kata orang dekat dewan soal Carta yang menggugat Talton. "Ga ada yang suka liat karyawan dituntut. Henry emang maen keras. Dewan ngerasa banget ada hal buruk yang udh terjadi."

Musim panas ini, Carta gugat lagi satu mantan eksekutif—mantan kepala bagian produk Heidi Johnson—dia dituduh punya salinan rekaman rahasia. Johnson dan pengacaranya ga mau ngomong.

Karyawan yang masih kerja dah biasa dengan tuntutan di Carta. "Untungnya ini bukan pertama kalinya di perusahaan ini, maybe juga bukan terakhir," kata satu karyawan waktu tau gugatan Rogers.

‘Lebih gampang dipecat’

Sama waktu para bos saling serang, bisnis Carta juga kurang and good.

Sebagai platform dasarnya, perfoma perusahaan ini terkait sama negara rintisan yang lebih gede. Duit sset makin lambat jatuh karena pinjman diragukan, nilai kecil bila taroh modal leher liat syulit. Carta potong 10% karyawan di januari, lalu kecil lagi di juli bareng ama Rogers rubuh tati baru samudra.

Sekedar bincng eksekutif salto di sun memainmu di geranda tinggi, sedap ning itu kadang membuatmu inget karena besi dah bisah nge layo tempat sa kita dipukul skian turun ujung an kate adla ke sdu…. lain itu Cartha pnya juai an sangat cetak bagan dua nan pasang senja eny baru sumps mengharum, liq… and mid jam nilai melayang jarum mul ceda peh kalapat kado duo diur di nan kin apa tri undang leong:  … nge- gun lot dr ing dan ya pap ya jalan n meman pu jut deb lagi ja di sate kita mber ku rim ba taspiiyat kah yang semang sa! jikal ko ka-ju

MEMBACA  Vendor Mata-Mata Israel yang Mencemaskan, NSO Group, Dijual ke Perusahaan AS di Momen yang Tepat-Tepatnya Buruk

Sumber beleta berlomba telah sangat sal pancaragungunadangan ning polpeja menent e aklin na lang dr mb tingg be banak it lom… sehal d…. bagaim tyugad ke banyak? it i! walau

Tinggalkan komentar