Lebih Banyak Emiten Beralih ke Pencatatan di Dubai seiring Obligasi Yuan Kian Diminati Timur Tengah

Lebih banyak penerbit dari Tiongkok dan lokal bisa gunakan Dubai untuk mendaftarkan sekuritas utang dan ekuitas. Ini menunjukan kepercayaan terhadap ekonomi Tiongkok dan koridor ekonomi yang makin dalam antara Tiongkok dan Timur Tengah, kata CEO Otoritas Jasa Keuangan Dubai (DFSA).

Momentum ini akan mengikuti obligasi yuan lepas pantai baru-baru ini dari Emirates NBD Bank senilai 1 miliar yuan, yang terdaftar di Nasdaq Dubai. Ini tanda kembalinya bank itu ke pasar obligasi dim sum dan memungkinkan investor global akses ke obligasi berdenominasi yuan di luar Tiongkok.

Transaksi ini contohkan "kekuatan dan minat di pasar obligasi dim sum di luar Hong Kong, serta minat dan selera di Dubai untuk produk dan penerbitan terkait Tiongkok," kata Mark Steward, regulator utama Dubai International Financial Centre (DIFC).

"Ada permintaan yang sangat sehat, dan permintaan itu dipenuhi oleh bank lokal," ujarnya. "Ini simbol dari pertumbuhan kekuatan koridor ekonomi antara Tiongkok dan Timur Tengah."

Steward mengatakan penerbitan itu tunjukkan kepercayaan investor pada ekonomi Tiongkok. Obligasi 1 miliar yuan dengan kupon 2,4% yang jatuh tempo di 2028 itu juga tunjukkan diversifikasi dari dolar AS.

Pasar utang Dubai kuat, meski pasar ekuitasnya masih harus mengejar Hong Kong, kata Steward. DFSA mengatur Nasdaq Dubai, bursa yang mendaftarkan saham, derivatif, obligasi syariah, obligasi konvensional, dan reksa dana properti.

Nasdaq Dubai mencatat lebih dari US$145 miliar dalam sekuritas utang yang beredar hingga Desember, menjadikannya salah satu platform terkemuka dunia untuk instrumen pendapatan tetap internasional, khususnya di pasar obligasi syariah (sukuk).

"Kami ingin lihat aktivitas di pasar ekuitas," kata Steward. "Sudah ada percakapan menarik dengan perusahaan yang datang ke Dubai ingin coba-coba. Kami nantikan kelanjutan percakapan itu."

MEMBACA  Utang pemerintah AS turun saat dana lindung memotong risiko

Regulator dan bursa keuangan di Hong Kong dan Timur Tengah telah memperdalam hubungan untuk membuka jalan bagi pencatatan silang dan mempermudah arus modal.

Pada September, SFC dan DFSA tandatangani perjanjian untuk memperkuat kerjasama pengawasan regulasi manajer skema investasi kolektif di pasar masing-masing.

Pada 2024, Dubai Financial Market dan Abu Dhabi Securities Exchange bergabung ke daftar bursa efek yang diakui oleh Hong Kong Exchanges and Clearing, memungkinkan perusahaan yang terdaftar di sana ajukan pencatatan sekunder di Hong Kong.

"Pusat keuangan seperti Dubai dan Hong Kong adalah titik pusat penting dari koridor yang tumbuh cepat antara Tiongkok dan Timur Tengah," kata Steward. DIFC adalah zona keuangan khusus yang menyediakan kerangka kerja regulasi internasional yang canggih dan "dapat dimengerti" oleh pelaku pasar global.

DIFC menaungi lima bank terbesar Tiongkok, yang aktif di layanan keuangan dan pembiayaan perdagangan, terutama yang terkait Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative), proyek Beijing untuk tingkatkan integrasi perdagangan dan ekonomi di Asia, Eropa, dan Afrika.

"Kami lihat Inisiatif Sabuk dan Jalan mengalir melalui Dubai, berinvestasi di Timur Tengah, dan menggunakan Timur Tengah sebagai hub ke Asia Tengah dan Afrika," ujar Steward. "Semua itu meningkatkan ritme aktivitas dan minat, serta mendekatkan Dubai dan Hong Kong." Hai, aku baru aja baca artikel yang menarik tentang lingkungan.

Artikelnya bilang kalo kita semua harus lebih peduli sama sampah plastik. Banyak banget sampah plastik di laut, dan itu bahaya untuk hewan-hewan laut. Kita bisa bantu dengan cara sederhana, seperti pakai kantong belanja yang bisa dipakai ulang dan minum dari botol yang bisa diisi ulang.

MEMBACA  Pasar Terus Melaju, tapi CEO JPMorgan Jamie Dimon Waspadai Resesi 30%: "Saya Jauh Lebih Khawatir Dibanding yang Lain"

Aku sendiri sudah mencoba mengurangi pemakaian plastik. Misalnya, aku sekarang jarang beli air minum dalam kemasan botol plastik. Sebaliknya, aku bawa tumbler dari rumah. Awalnya agak ribet, tapi lama-lama jadi kebiasaan.

Menurutku, kalo semua orang melakukan hal kecil seperti ini, dampaknya bisa besar untuk masa depan bumi kita. Yuk, kita coba sama-sama!

Tinggalkan komentar