Lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih terhambat pada hari Kamis, meski ada beberapa kapal China yang bersiap untuk pergi. Gencatan senjata yang sangat rapuh antara AS dan Iran belum bisa memperbaiki arus lalu lintas di wilayah itu.
Hanya tujuh kapal, semuanya punya hubungan sebelumnya dengan Iran, yang terlihat melakukan perjalanan keluar dari Teluk Persia pada hari Rabu hingga Kamis pagi. Biasanya, transit di kedua arah bisa mencapai 135 kapal per hari.
Sebagai tanda upaya Teheran untuk mengontrol jalur air itu secara resmi, Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran merilis dua rute aman untuk pelayaran, menurut media negara. Mereka menyebut rute itu perlu untuk menghindari kemungkinan ada berbagai ranjau anti-kapal di rute pelayaran biasa melalui selat sempit itu.
Sementara kapal-kapal terkait Iran melintasi jalur air tersebut, tiga kapal tanker minyak China, penuh dengan minyak mentah dari Arab Saudi dan Irak, berlayar menuju Hormuz pada Kamis sebelum berlabuh di dekat pintu masuk jalur air yang mengangkut sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia.
Kebuntuan ini terjadi meskipun ada gencatan senjata antara AS dan Iran awal minggu ini yang menyebabkan harga minyak jatuh.
‘Tidak Terbuka’
Sementara arus tetap terhenti, pasar masih sangat kekurangan pasokan dan meski harga futures turun, pasokan minyak di dunia nyata tetap langka. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan ada tanda-tanda bahwa Hormuz mulai dibuka kembali, tetapi bos produsen minyak terbesar UAE mengatakan pada hari Kamiss bahwa selat itu tetap efektif tertutup.
"Harus jelas: Selat Hormuz tidak terbuka," kata Sultan Al Jaber, kepala eksekutif Abu Dhabi National Oil Co., dalam komentar di LinkedIn. "Akses dibatasi, dikondisikan, dan dikontrol."
Wakil menteri luar negeri Iran mengatakan kepada agen berita ITV Inggris bahwa "kapal apa pun" bebas berlayar, tetapi dia menyebutkan bahwa untuk melakukannya perlu komunikasi dengan militer Iran. Dia juga mengonfirmasi bahwa jalur air tersebut telah dipasangi ranjau.
Pada hari Rabu, kru di satu kapal melaporkan mendengar peringatan dari Iran bahwa navigasi melalui selat masih memerlukan izin dari Republik Islam, menurut seorang sumber yang mengetahui masalah itu.
Kecepatan Hormuz dibuka kembali sangat penting bagi pasar energi di seluruh dunia.
Bahkan jika kapal-kapal mulai berani keluar dari Hormuz, belum jelas apakah yang lain mau memasuki selat karena gencatan senjata hanya berlaku selama dua minggu. Butuh waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan bagi minyak untuk sampai ke pembeli begitu arus melalui jalur air itu benar-benar berlanjut.