Victoria’s Secret tidak hanya mau jual bra untukmu di Hari Valentine kali ini—mereka ingin jual tempat pelarian dari dunia yang terasa terlalu sulit. CEO Hillary Super bilang, setelah beberapa tahun suasana budaya yang berat, raksasa lingerie ini mulai bangkit lagi dengan fokus pada glamor, kilau, dan fantasi yang tak lagi minta maaf—tapi kali ini sesuai keinginan perempuan.
Super, perempuan pertama yang memimpin perusahaan ini dalam bentuk sekarang, bicara blak-blakan soal betapa membosankannya keadaan dulu. Bertahun-tahun, Victoria’s Secret coba lari dari warisannya soal standar kecantikan yang sempit, lewat rebranding hati-hati dan slogan pemberdayaan yang dikritik hanya sebagai formalitas. Merek itu berhenti memamerkan keahliannya—seperti fitting bra—dan mengurangi drama yang dulu jadi daya tarik utamanya. "Kita hidup di dunia yang ‘krem’ untuk sementara waktu," katanya di kantornya di Manhattan, di mana maksimalisme Victoria’s Secret terlihat dari lingerie motif macan tutul di dekatnya.
Super dulu CEO Anthropologie, di mana dia lihat warna krem dan abu-abu mendominasi desain rumah. Pesaing panas Victoria’s Secret, Skims, juga awalnya tampil dengan estetika minimalis dan satu warna. "Kita melalui periode cukup lama dengan tren yang sangat polos dan netral. Baik itu di pakaian dalam, warna kuku, atau warna abu-abu dan krem di interior rumah," ujarnya. "Dan aku rasa maksimalisme, kesenangan, kegembiraan, dan mendorongnya sampai batas maksimal, itu sedang kembali dan kita lihat hasilnya."
Taruhannya adalah perempuan siap untuk maksimalisme lagi, dan ada permintaan nyata untuk tempat yang terasa menyenangkan. Di masa penuh gejolak politik, kekhawatiran ekonomi, dan kelelahan karena perang budaya, dia gambarkan Victoria’s Secret sebagai tempat perlindungan yang berkilau. Tujuannya, katanya, adalah jadi "tempat yang menyenangkan untuk lari sejenak," yang bantu pelanggan merasa seperti versi terbaik diri mereka sendiri, bukan fantasi orang lain. "Sexy" di alam semesta ini adalah perasaan, seperti yang terlihat di Victoria’s Secret Fashion Show 2025.
Baca artikel lengkapnya untuk lihat bagaimana Super coba gunakan visi itu untuk menggerakkan "peluang transformasi terbesar di ritel"—dan apakah sayap serta payet cukup untuk mewujudkannya.
Ikutan kami di Fortune Workplace Innovation Summit 19–20 Mei 2026 di Atlanta. Era baru inovasi tempat kerja sudah datang—dan aturan lama sedang ditulis ulang. Di acara eksklusif dan penuh energi ini, para pemimpin paling inovatif di dunia akan berkumpul untuk eksplorasi bagaimana AI, kemanusiaan, dan strategi bersatu mendefinisikan ulang masa depan kerja. Daftar sekarang.