Kevin O’Leary dari Shark Tank Peringatkan Pendiri Gen Z: Hentikan Glorifikasi Budaya ‘Hustle’

Pendiri Gen Z yang mengejar kesuksesan menghadapi situasi sulit: mereka harus memilih antara menjaga kesehatan mental atau mengorbankan keseimbangan kerja-hidup.

Kevin O’Leary, investor Shark Tank, punya nasihat jelas untuk pendiri Gen Z yang bingung mengatur waktu.

“Nasihat terburuk yang sering aku dengar dari pendiri muda adalah mereka mau kerja 18 jam sehari. Bodoh banget kan?” kata O’Leary di video Instagram, sambil pakai atasan merah bergambar cheetah dan celana bunga.

Nasihat ini muncul saat pekerja biasa semakin diharapkan untuk kerja lebih lama. Sistem 996 — kerja dari jam 9 pagi sampai 9 malam, enam hari seminggu yang dilarang di Cina — sekarang jadi tren di Silicon Valley. Startup AI Rilla bilang ke pelamar untuk tidak melamar kecuali mereka siap kerja lebih dari 70 jam seminggu.

Tapi menurut O’Leary, kerja keras tidak berarti mengabaikan kesehatan diri sendiri.

“Pemikiran bahwa kamu tidak tidur, seolah-olah itu bagus untuk investor, itu benar-benar bodoh,” katanya. Makan yang baik, tidur cukup, dan olahraga adalah cara untuk “mengoptimalkan” diri, tambahnya.

Nasihat O’Leary ini perubahan penting karena dulu dia sering mendorong pendiri untuk kerja sebanyak mungkin.

“Kamu antara menghasilkan uang atau kehilangannya,” tulisnya di sebuah postingan X tahun 2024. “Kalau mau sukses di bisnis, kamu harus kerja 25 jam sehari karena ada orang di belahan dunia lain yang akan mengalahkanmu jika kamu tidak.”

O’Leary sebelumnya berkata ke Fortune bahwa dia mencari “pola pikir pendiri” yang fokus pada apa yang harus diselesaikan dalam 18 jam ke depan, sambil mengabaikan “kebisingan” kehidupan sehari-hari. Dia juga mencari rasio bicara-dengar satu banding dua dan ketangguhan eksekusi seorang pemimpin saat berinvestasi.

MEMBACA  Prakiraan Saham AutoZone, Inc. (AZO)

Semakin banyak pemimpin bisnis yang mengubah pandangan mereka dan mendorong keseimbangan. Bahkan CEO, yang jarang bisa benar-benar istirahat, menyempatkan waktu untuk beristirahat. Pendiri dan CEO Insomnia Cookies, Seth Berkowitz, beristirahat dari ponselnya dua jam setiap hari. Sami Inkinen, CEO Virta Health, mengambil cuti seminggu untuk pergi ke lokasi terpencil seperti Himalaya, di mana dia tidak bisa dihubungi.

Sementara CEO dan karyawan merasa tekanan untuk selalu “siap” dan tersedia untuk kerja, “produktivitas toksik” bisa menyebabkan stres kronis, insomnia, kecemasan, depresi, dan risiko kesehatan fisik, menurut Harvard Medical School.

“Kalau kamu datang dengan wajah setengah mati, saya tidak akan investasi. Kamu bukan pahlawan, kamu beban,” tulis O’Leary di keterangan videonya.

Cerita ini pertama kali muncul di Fortune.com

Tinggalkan komentar