Utang Amerika Serikat yang sangat besar, sudah lebih dari $39 triliun, disebut sebagai “ancaman eksistensial untuk masa depan negara kita” oleh ketua Komite Anggaran DPR.
Wakil dari Partai Republik, Jodey Arrington dari Texas, mengatakan bahwa AS perlu waktu hampir dua abad untuk memiliki utang $1 triliun. Tapi sekarang, pemerintah bayar segitu setiap tahunnya cuma untuk bunga utang saja.
Pada tahun fiskal 2025, bunga utangnya $1,22 triliun. Untuk 2026, sudah $520 miliar dibayarkan. Menurut perhitungan Congressional Budget Office, angka ini bisa capai $2,1 triliun per tahun pada 2036.
Utang AS baru mencapai $1 triliun di awal tahun 1980-an, yaitu di masa Presiden Ronald Reagan.
Arrington bilang: “Perlu 200 tahun untuk kumpulkan $1 triliun pertama. Sekarang kita tambah segitu dalam hitungan bulan saja. Setiap anak di Amerika sekarang menanggung utang $530.000—warisan buruk yang harus kita ubah. Parahnya, kita sekarang habiskan lebih dari $1 triliun per tahun cuma untuk bayar bunga, lebih besar dari anggaran pertahanan dan tiga kali lipat dibanding saat Biden mulai menjabat.”
Bukan cuma Arrington yang khawatir. Orang-orang di sektor swasta seperti Jamie Dimon dan Ray Dalio juga sudah peringatkan tentang bahaya utang. Ketua Federal Reserve Jerome Powell juga bilang perlu ada percakapan serius tentang masalah ini.
Ada banyak pendapat tentang cara mengatasi utang dan bunganya. Misalnya, Committee for a Responsible Federal Budget usulkan defisit anggaran federal maksimal 3% dari PDB, padahal sekarang sekitar 6%. Ide ini didukung oleh anggota DPR dari dua partai.
Arrington mau pendekatan yang lebih keras. Dia ingin buka percakapan untuk menambahkan tanggung jawab fiskal ke dalam Konstitusi AS.
Dia berkata minggu lalu: “Kenyataannya yang menyedihkan adalah, meski krisis fiskal mendesak, Kongres lumpuh. Jadi, jika Washington tidak bertindak, saatnya melihat ke luar ibu kota. Pendiri negara beri kita jalan lain di Pasal V Konstitusi, beri kekuatan pada negara bagian dan rakyat untuk menuntut disiplin fiskal.”
“Saya minta Kongres buat Konvensi Pasal V. Saatnya kembalikan kewarasan di ibu kota dan hapus kutukan yang mengancam negara ini.”
Konvensi Pasal V memungkinkan amandemen Konstitusi, misalnya untuk batasi pinjaman dan pengeluaran pemerintah. Jika dua per tiga legislatif negara bagian setuju, Kongres harus adakan konvensi. Lalu, perlu dukungan tiga per empat negara bagian agar amendemen jadi hukum.
Cara-cara lain
Presiden-presiden sebelumnya sudah coba perbaiki posisi fiskal AS. Presiden Obama bentuk Komisi Fiskal Simpson-Bowles. Laporan mereka rekomendasikan pemotongan pengeluaran, reformasi pajak, dan ubah pengeluaran untuk kesehatan.
Presiden Trump punya saran metode yang tidak biasa. Dia usulkan rencana “Kartu Emas”, visa yang biayanya $5 juta untuk imigran kaya agar dapat green card dan jalan ke kewarganegaraan.
“Satu juta kartu bernilai $5 triliun. Jika jual 10 juta, totalnya $50 triliun. Kita punya utang $35 triliun, jadi itu akan bagus,” kata Trump tahun lalu.
Tarif juga dipakai untuk mengimbangi kehilangan pendapatan. Meski rencana tarif Trump tidak disukai pemerintah luar negeri, beberapa ekonom sambut metode “aneh” ini untuk tingkatkan pendapatan Amerika. Seperti kata profesor Wharton Joao Gomes ke Fortune: “Kamu tidak bisa pungkiri bahwa [Trump dan administrasinya] bawa bentuk pendapatan aneh yang mengubah gambaran utang.”