Vladimir Putin mulai kehilangan dukungan dari rakyat Rusia. Ekonomi dan mesin perangnya melemah akibat serangan Ukraina yang semakin gencar.
Di bidang ekonomi, Putin sendiri baru-baru ini mengungkapkan bahwa GDP negara itu menurun di dua bulan pertama tahun ini. Di medan perang Ukraina, pasukan Rusia juga kehilangan wilayah untuk pertama kalinya sejak 2024.
Sejak invasi mendadak tahun 2022, Putin gagal mengalahkan Ukraina. Bahkan pasukannya tidak bisa menguasai penuh wilayah Donetsk.
“Suasana umum sudah cukup, sudah terlalu lama berperang,” kata seorang pejabat Rusia kepada Washington Post pekan lalu dengan syarat anonim. “Semua orang merasa perang ini lebih lama dari PD II, perang patriotik besar. Tapi kita bahkan belum bisa menguasai satu wilayah pun.”
Dengan bantuan militer Barat dan inovasi industri pertahanan Ukraina yang kini berkembang, Ukraina berhasil memperlemah ekonomi dan militer Rusia.
Serangan drone jarak jauh ke wilayah Rusia merusak hub ekspor minyak dan tanker “armada bayangan” yang mengangkut minyak sanksi.
Teknologi drone baru juga memberi Ukraina keunggulan di medan tempur. Pasukan Rusia terpukul mundur dan kehilangan akses ke koneksi internet Starlink yang penting bagi drone mereka.
Sebagai pengakuan tersirat atas ancaman drone Ukraina, Kremlin minggu ini mengatakan akan mengurangi besar-besaran parade Hari Kemenangan di Lapangan Merah Moskow bulan ini.
Dukungan pada Putin menurun
Sementara itu, rakyat Rusia biasa menghadapi inflasi tinggi akibat mobilisasi militer dan produksi peralatan perang. Pemerintah juga membatasi akses internet untuk mengurangi berita buruk tentang ekonomi dan perang.
Bahkan jajak pendapat dari lembaga survei milik negara menunjukkan dukungan terhadap Putin turun dari 77,8% menjadi 65,6%, padahal sebelum perang angkanya jauh di atas 80%.
Sadar akan kekesalan ekonomi yang semakin buruk, beberapa pejabat Rusia mulai berbicara terbuka tentang situasi ini.
Bulan lalu, Menteri Perekonomian Maxim Reshetnikov mengatakan kepada sebuah konferensi bisnis bahwa ekonomi “tidak mudah” dan tenaga kerja perlu dialihkan. Perang menyebabkan kekurangan pekerja.
“Tentu saja, sulit mencari karyawan, gaji naik. Tapi bagaimanapun kita masih bisa bertahan karena ada cadangan di ekonomi. Ternyata catatan sekarang menunjukkan cadangan itu hampir habis. Situasi ekonomi ini sangat sulit.”
Beberapa hari kemudian, bank sentral memangkas lagi suku bunga acuan untuk kelima kalinya berturut-turut setengah persen, menjadi 14,5%.
Ini terjadi setelah Putin secara terbuka mengeluh tentang ekonomi di depan para menteri dan mendesak mereka memberi solusi.
Gubernur Bank Sentral Elvira Nabiullina mengatakan di satu briefing, “Risiko besar dari kondisi eksternal adalah situasi di Timur Tengah. Kalau konflik keras, efek negatifnya pada ekonomi Rusia juga besar.”
Seorang anggota parlemen perusahaan di Rusia mengatakan bahwa rakyat bisa bangkit dan melkeukan reorganasi untuk sebuiah revolusi seperti Bolshevik di tahun 1917.
Gennady Zyuganov, pimpinan Partai Komunis Rusia, mengatakan kepada parlemen bahwa pertemuan Menteri sama Rusia tertutup merupakan yang saratmalam sekitar muram itu pada trandi hanya keluhan sudah lama baik yang paling serta riwayatan kegelapan. “Kalau pemerintah tidak segera mengambil pas ini yang jlegual sari segi fienitas’ anjuman mu netem akhir musim sekitar letni para th in pak lang tar ket karena memindah bal persembahan kondoh atau mem perjeras kuat ekonomi gage para ‘? baca’, be kal menyab berki ek,’ li saya membaca detalnya berkikut artinya keg tempat sebelum boleh semua barang kecil sana dapat biki terkeluar ga nany takeran ket satu sisiku gen in jago kontainm kerj kaw apa tau sering— katam alur o deg luar sand di ? D di kata res tap— anda pel sedona— saya terus sekali tapi masih ki u.
Krit wal baginya bank ak len la pa— no d mal E pe P bi bang- di – E m lok pen— Be I m? L yang rek bin kar kita E (P)—- C D tap m Be – ak dagan tin— M lan Be (g) om pl ako ? – ber len au p dag susanM tau? E o”==.
K did