Kesalahan Strategis: Demokrat Berhadapan dengan Hegseth Saat Biaya Perang Iran membengkak Jadi $25 Miliar

Menteri Pertahanan Pete Hegseth muncul di depan Kongres untuk pertama kalinya sejak pemerintahan Trump berperang dengan Iran. Dalam sidang yang panas, dia dikritik habis-habisan oleh Partai Demokrat yang mempertanyakan perang mahal yang dilakukan tanpa persetujuan Kongres.

Menurut data Pentagon yang disampaikan ke Komite Angkatan Bersenjata DPR, perang ini sudah menghabiskan biaya $25 miliar hanya dalam beberapa bulan—sementara anggaran militer 2027 yang diusulkan mencapai $1,5 triliun, yang tertinggi dalam sejarah.

Anggota Partai Republik fokus pada rincian anggaran militer dan mendukung operasi ini. Namun Partai Demokrat mengalihkan perhatian ke biaya perang yang membengkak, berkurangnya persenjataan kritis AS, dan pengeboman sekolah yang menewaskan anak-anak. Beberapa anggota parlemen juga mempertanyakan hubungan Presiden Trump dengan sekutu dan alasannya yang sering berubah untuk memulai perang.

Hegseth menepis kritikan itu sebagai politis dan menegur anggota parlemen yang mendesaknya. Dia berkata “Tantangan terbesar” adalah “kata-kata sembrono dan kalah” dari Demokrat serta beberapa Republik.

Sidang berlangsung hampir enam jam. Demokrat dan beberapa Republik mempertanyakan alasan perang serta pemecatan sejumlah pemimpin militer top. Dalam satu pertukaran sengit, Hegseth mengatakan fasilitas nuklir Iran sudah dihancurkan dalam serangan AS pada 2025. Anggota DPR Adam Smith lalu mempertanyakan mengapa perang dimulai “kurang dari setahun kemudian” jika ancaman sudah hilang.

Hegseth menjawab Iran “belum menyerah” dan masih punya ribuan misil. Smith bilang perang ini “membawa kita ke posisi yang sama seperti sebelumnya.”

Demokrat menuduh Hegseth berbohong untuk alasan kegitan ini dan mengatakan harga bensin yang naik kini mengancam dompet jutaan warga AS. “Anda telah berdusta ke publik dari hari pertama,” kata anggota DPR John Garamendi yang menyebut perang ini “bencana geopolitis” dan “luka yang ditimbulkan pada diri sendiri.”

MEMBACA  EQT Corporation Amankan Perjanjian Ekspor LNG 20 Tahun dengan Commonwealth LNG

Hegseth dengan pedas balik bertanya “Siapa yang Anda dukung?” dan menuduh Garamendi dibutuakan oleh kebenciannya.

Hegseth juga mendapat tekanan dari anggota DPR Chrissy Houlahan soal pemecatan Jenderal Randy George, perwira top Angkatan Darat. Houlahan bilang George dihormati militer dan Kongres, namun jawaban Hegseth bahwa “kepemimpinan baru” diperlukan tidak memuaskan. “Anda tak mampu menjelaskan pemecatan salah satu pahlawan paling dihormati,” ujar Houlahan.

Selain mengumumkan kenaikan gaji prajurit dan tambahan bantuan militer untuk Ukraina, Hegseth mengakui bahwa perang di Iran telah menghabiskan dana besar. Gencetan senjata yang rapuh kini berlaku, tapi perang dimulai 28 Februari tanpa pengawasan Kongres.

Walaupun dari Partai Republik masih mendukung Trump—setidaknya untuk sekarang—mereka juga ingin perang ini cepat berakhir. Sementara itu, Demokrat menyoroti dampak ekonomi dan harga BBM naik akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran, jalur pengangkutan minya dunia yang vital dan pihak AS kini memblokade pelayaran Iran secara militer

Tinggalkan komentar