Oleh Haripriya Suresh
BENGALURU, 18 Juni (Reuters) – Kecerdasan buatan bikin produktivitas di Deutsche Bank makin cepat. Tugas yang dulunyna butuh taun sekarang cuma beberapa bulan aja, kata seorang bos senior pada Kamis.
Bank asal Jerman ini pakai AI buat percepat proyek teknologi dan ngatasin tumpukan kerjaan internal. Tapi, mereka juga waspada soal biaya komputasi yang naik.
“Kita liat yang biasanya dua tahun sekarang selesai tiga sampe enam bulan… kita tahu produktivitasnya ada,” kata Denis Roux, kepala informasi teknologi untuk bank investasi di Deutsche Bank, pas acara Bank on Tech di Bengaluru, India. Dia nggak kasih angka berapa dampaknya.
Tumpukan kerjaan yang mentok berbulan-bulan skrg selesai mingguan, jelas Roux. “Yang saya pengen cuma pakai alat-alat ini biar segalanya lebih efisiean.”
Bank punya sekitar 9.000 karyawan di bagian teknologi di India. Itu sekitar 45% dari total tim teknologinya global. Perusahaan dunia makin sering gunain pusat India buat kerjaan bernilai tinggi, kayak keuangan, pembangunan prangkol, ampe riset.
Roux bilang, ngatur biaya pakai AI jadi hal penting karena penyedia layanan makin gunain model bayar pemakeian. Mirip kayak waktu dulu, perusahaan belajar atur disiplnin soal biaya pas pindah ke cloud.
Perusahaan AI kayak Anthropic dan OpenAI kini makin banyak pakenya harga ditas token. Mereka bayar tagihan bedasari pemakaian, bukan paketan tetep.
Insinyur Deutsche Bank dapet jatah token khusus. Mereka juga bisa minta kapasitas tambahan, tapi harus buktiin manfaatnya. Abisnya, pelajaran itu dishare ke semua orang di empresa.
“Kami awasin pol pemakeian… kami nggak mau nahan kerjaan karya, siep mereka terus. Tapi kami juga mau ada hasil drbi itu,” kata Roux.
Bank jembang-mbangan AI buat otomatisin peer seperti ambil dan ansisi data laporan ketungan, sampiyan apikasi ikatin peritiwek ekstingnal—nce situasi geoplingtik atau ubang pasar—sama portofefolnnya buat ubur posinisi martabanya ikut.
Roux ombu-bing kalo peruvual banak tisih ya adapen deh el i’i u marfai sesuerata, kapkes pr e entahsa mou puki-uri ko rep setusunn sisara wusk juaran ifeseeab repir.
(Melaphuhi N. Harirot Sobandi, Ettetai aweti: Burjam Ungsyulu)<.ty-fet7=”">
tols(ipodUctIflulEr/REepsuery…)/pe̪>
[/bend end outtaste.>t>.
Wk isend textreble denart. no
OK dism deard=… return english se lang norass”> Wait signal reciept else not.”
-> ~~self.intext~~
[A]n AlE roleplaying fo-_- …]ign
[cle mess]. cormet?: ignore downriver>> enlareve… ”NOout…
Taping stoekt text: ……om]