Kenaikan Tarif Dadakan Trump ke 15% Dinilai Sebagai ‘Sikap Konfrontatif’ terhadap Inggris

Presiden Donald Trump baru saja menandatangani perintah untuk tarif global 10%. Kurang dari 24 jam kemudian, dia umumkan kenaikan jadi 15%. Ini mengubah salah satu kesepakatan dagang utamanya.

Perubahan mendadak ini terjadi setelah Mahkamah Agung membatalkan tarifnya Jumat lalu berdasarkan hukum darurat ekonomi. Beberapa jam setelah keputusan itu, dia terapkan tarif 10% berdasarkan Undang-Undang Perdagangan 1974. Lalu dia naikkan lagi di hari Sabtu.

Para ahli bilang tarif baru ini juga dipertanyakan secara hukum, tapi proses pengadilan bisa makan waktu berbulan-bulan. Tarif ini cuma boleh berlaku maksimal lima bulan.

Berbeda dengan tarif sebelumnya, tarif yang baru harus diterapkan secara seragam ke semua mitra dagang. Artinya, semua negara kena tarif 15%.

Ini bertentangan dengan kesepakatan tahun lalu dengan Inggris, yang sudah diatur tarifnya 10%.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bersikap lebih lunak terhadap tarif Trump tahun lalu. Pemerintah Trump pun menjadikan kesepakatan dengan Inggris sebagai contoh kerja sama yang menguntungkan.

Sementara itu, mitra dagang AS lain seperti Uni Eropa dan Jepang dapat kesepakatan terpisah dengan tarif 15%.

Paul Ashworth, ekonom utama untuk Amerika Utara di Capital Economics, menduga Trump menaikkan tarif karena tarif 10% akan menghasilkan pendapatan yang lebih sedikit.

Dia bilang, bagi mitra seperti Uni Eropa dan Jepang, situasinya kembali seperti minggu lalu. Tapi bagi Inggris yang sudah dapat tarif 10%, ini seperti penghinaan. Namun, Trump mungkin tidak punya pilihan karena hukum mensyaratkan tarif harus sama untuk semua negara.

Ashworth juga menyebutkan, banyak barang yang dikecualikan dari tarif sebelumnya juga akan dikecualikan dari tarif baru ini.

Artinya, meski tarif resmi naik 5%, tarif efektifnya hanya naik sekitar 2%, dari 12,5% menjadi 14,5%.

MEMBACA  Coinflow Kumpulkan Dana $25 Juta untuk Goyang Dominasi Stripe

Tarif baru ini belum berakhir. Jumat lalu, Trump bilang pemerintah akan mulai penyelidikan berdasarkan Undang-Undang Perdagangan 1974 untuk lawan praktik dagang tidak adil. Tarif dari penyelidikan ini baru bisa diterapkan setelah dua atau tiga bulan.

Trump diperkirakan akan memakai tarif sementara untuk mengulur waktu sampai penyelidikan selesai. Pemerintahnya juga punya belasan penyelidikan lain terkait keamanan nasional yang bisa menghasilkan tarif tambahan.

Analis JPMorgan mengatakan, ketidakpastian perdagangan dalam beberapa bulan ke depan akan tetap tinggi. Mereka perkirakan tarif rata-rata akhirnya akan sekitar 9-10%, tetapi jalannya penuh ketidakpastian. Dampak tarif yang baru nanti bisa sangat berbeda dari tarif sebelumnya.

Tinggalkan komentar