Legenda investasi Warren Buffett jarang perlu banyak kata untuk tunjukkan apa yang rusak di dunia keuangan modern. Satu kalimat, yang ada di surat untuk pemegang saham Berkshire Hathaway (BRK.B) (BRK.A) tahun 1996, melakukan hal itu. Itu menggambar garis tegas antara dua filosofi kapitalisme yang sangat beda – satu dibangun atas kemitraan, dan satu dibangun atas ekstraksi. Kalimatnya? “Kami di sini untuk cari uang bersama kamu, bukan dari kamu.”
Buffett – dulu CEO Berkshire, dan sekarang ketua – berbicara langsung ke pemegang saham, tapi maksudnya lebih luas. Dia menolak struktur insentif yang mendominasi banyak bagian Wall Street, di mana manajer jadi kaya apakah investor sukses atau gagal. Bayaran performa, bonus hanya kalau untung, permainan kumpulkan aset, dan produk yang terus berganti, semua itu untungkan penjual dulu, klien nomor dua. Berkshire menolak main permainan itu.
Di Berkshire, Buffett dan partner bisnisnya lama, almarhum Charlie Munger, atur kompensasi mereka supaya kekayaan mereka naik turun bersama pemegang saham. Kalau sahamnya jelek, mereka merasakan sendiri. Kalau sukses, mereka juga sukses. Tidak ada jalan keluar mudah, tidak ada pembayaran khusus, dan tidak ada hadiah yang tidak seimbang. Kesejajaran itu bukan slogan pemasaran, itu sistem operasinya.
Sama pentingnya, Buffett simpan kekayaannya sendiri hampir semuanya di saham Berkshire. Dia tidak suruh orang lain ambil risiko yang dia hindari. Keluarganya dan banyak teman dekat investasi dengan cara yang sama. Konsentrasi itu memaksa disiplin. Setiap keputusan alokasi modal punya konsekuensi pribadi, yang secara alami menyaring perilaku ceroboh dan taruhan yang cuma ikut tren.
Pendekatan ini sangat kontras dengan banyak industri keuangan, di mana insentif sering dorong aktivitas daripada hasil, dan kompleksitas daripada kejelasan. Ketika manajer dibayar untuk kumpulkan aset atau hasilkan transaksi, hasil untuk klien jadi nomor dua. Buffett paham bahwa begitu insentif tidak sejajar, keputusan buruk jadi tidak terhindarkan, meski niat awalnya baik.
Hasilnya berbicara sendiri. Berkshire kembangkan modal selama dekade bukan karena lebih pintar dari yang lain, tapi karena hilangkan godaan untuk main-main dengan sistem. Buffett tidak perlu cari untung besar cepat atau kejar tren. Dia hanya perlu hindari konflik kepentingan dan biarkan bisnis yang baik berkembang seiring waktu.
Kalimat itu juga jelaskan kenapa basis pemegang saham Berkshire terlihat berbeda. Buffett tidak mau pedagang jangka pendek atau investor yang kejar performa terbaru. Dia mau partner yang paham kesepakatannya: risiko ditanggung bersama, untung dibagi bersama, pemikiran jangka panjang. Kejelasan itu kurangi tekanan untuk mengelola penampilan dan tambah kebebasan untuk mengelola kenyataan.
“Kami di sini untuk cari uang bersama kamu, bukan dari kamu” terdengar sederhana, hampir jelas. Tapi dalam praktek, itu radikal. Itu butuh melepaskan struktur menguntungkan yang untungkan manajer dengan mengorbankan investor. Itu butuh kesabaran, transparansi, dan kemauan untuk dinilai selama dekade, bukan per kuartal.
Buffett buktikan bahwa ketika insentif sejajar dan kepercayaan nyata, hasil luar biasa bisa mengikuti. Bukan lewat gembar-gembor atau rekayasa keuangan, tapi lewat sesuatu yang jauh lebih langka di dunia keuangan — kemitraan yang jujur.
Pada tanggal publikasi, Caleb Naysmith tidak punya (baik langsung atau tidak langsung) posisi di efek apa pun yang disebut di artikel ini. Semua informasi dan data di artikel ini hanya untuk tujuan informasional. Artikel ini awalnya diterbitkan di Barchart.com