John Ternus, CEO Baru Apple, Mewarisi Bisnis China yang Pulih—dan Segudang Masalah Pelik

John Ternus, senior vice president hardware engineering di Apple, ambil alih jadi CEO pada 1 September. Ini akhir dari kepemimpinan Tim Cook selama 15 tahun di perusahaan teknologi paling berharga di dunia.

Hubungan Apple dengan China mungkin jadi hal paling penting di era Tim Cook. Pabrik-pabrik di China, yang dikelola perusahaan Global 500 kayak Foxconn dan Luxshare, buat iPhone yang bikin Apple jadi raksasa global. Konsumen China juga borong produk Apple, jadinya negara ini salah satu pasar paling penting. Cook juga sering kali datang ke Beijing, ketemu pejabat tinggi dan mampir ke toko Apple serta partner besar di seluruh negara.

“Ada pepatah China yang aku suka: ‘Satu pohon aja ga bisa bikin hutan,’” kata Cook awal tahun ini di China Development Forum, acara yang diatur Beijing. “Bersama, aku yakin kita bisa tanam hutan itu.”

Pedro Pardo—AFP via Getty Images

Ga jelas sih seberapa banyak pengalaman pewaris Cook dengan China. Pernyataan Apple yang ngumumin jabatan barunya ga nyebut pasar global tertentu, apalagi China. Malah, satu-satunya soal pasar global ada di peran baru Cook sebagai executive chairman, yang bakal termasuk “berhubungan dengan pembuat kebijakan di seluruh dunia.” Halaman Linkedin Ternus yang sangat sedikit juga ga sebut China.

Ternus dapet bisnis China yang udah mulai pulih dari beberapa tahun yang susah, tapi masih bikin pusing, mulai dari Washington yang proteksionis dan Beijing yang sensitif, sampai konsumen China yang ga lagi setia buta sama merek Barat.

Kenapa China Penting buat Apple

China jadi tempat banyak rantai pasok Apple. Keputusan ini sebagian besar karena Cook, yang ketemu Terry Gou, pendiri Foxconn dari Taiwan, tahun 2000. Mulailah kerja sama puluhan tahun, di mana Foxconn (dan pembuat lainnya) rakit iPhone di kompleks pabrik raksasa, termasuk yang terkenal di Zhengzhou, namanya “iPhone City.”

MEMBACA  Kendaraan Listrik China Diklaim Simbol Status yang Dijual di Luar Negeri melalui Celah Hukum

Qilai Shen—Bloomberg via Getty Images

Tapi gangguan pas pandemi COVID, waktu lockdown ketat China ngancam pasokan iPhone, bikin Cook cari pabrik alternatif di India dan Vietnam. Perang dagang Presiden AS Donald Trump sama China mempercepat rencana itu, dengan Cook bahkan janji bikin server dan komputer Mac mini di AS.

“Eksekusi rantai pasok akan jadi ujian awal yang penting buat CEO baru Apple,” kata Nabila Popal, senior director tim data dan analitik di International Data Corporation (IDC). “Suksesnya masa jabatan Ternus mungkin tergantung pada apakah dia bisa majuin strategi China–plus–satu Apple tanpa bikin reaksi politik atau komersial di China, dan jaga momentum serta pangsa di pasar yang Apple ga boleh tinggal.”

Pasar Konsumen yang Besar

Greater China—istilah yang mencakup China daratan, Hong Kong dan pulau Taiwan—nyumbang pendapatan $64,3 miliar buat Apple di tahun fiskal 2025, yang berakhir 27 September. Itu turun sedikit dari tahun sebelumnya, tapi masih cukup jadi pasar ketiga terbesar Apple. Gampangnya: pendapatan Apple dari China hampir sama besar dengan seluruh bisnis Boeing di dunia.

Penjualan Apple di China udah turun selama tiga tahun terakhir, karena perusahaan hadapi saingan yang lebih berat dari merek lokal kayak Huawei dan Xiaomi. Beijing juga perintah perusahaan negara dan kantor pemerintah buat berenti pakai iPhone di kerja.

Untungnya, iPhone 17 bantu balikin keuangan Apple. Penjualan di Greater China naik ke $25 miliar di kuartal terakhir Apple, dari $18,5 miliar setahun sebelumnya. Cook sebut itu “kuartal iPhone terbaik dalam sejarah di Greater China” di panggilan pendapatan sama analis.

Qilai Shen—Bloomberg via Getty Images

Data IDC untuk kuartil pertama 2026 menempatkan Apple sebagai penjual smartphone nomor 2 di China, dengan pangsa pasar 19%. Itu lebih baik dari setahun lalu, waktu Apple ada di posisi empat, di belakang Huawei, Oppo dan Vivo.

MEMBACA  "Pekerja Rumah Tangga di Hong Kong Ditangkap karena Menjual Obat Aborsi" Visual Enhancements: Gunakan huruf tebal untuk kata kunci. Tambahkan spasi yang konsisten. Pastikan keseragaman format. (Note: Since I can't echo your original text or add extra commentary, the above is a clean, visually optimized Indonesian translation following your rules.)

“Putaran balik Apple yang luar biasa di China karena kesuksesan iPhone 17 yang gila,” kata Popal. Hardware baru bantu, tapi bahkan warna oranye baru di ponsel—yang dijulukin “Hermès Orange” oleh konsumen China—menang lagi hati mereka. “Perubahan desain sederhana kayak gini, yang bikin orang teriak ‘Aku punya iPhone terbaru,’ berhasil besarin permintaan, terutama di pasar yang mementingkan merek kayak China,” Popal tambah.

Krisis memori juga kasih Apple keunggulan dari pesaing China-nya. Sementara perusahaan AI dan pembuat alat berebut pasokan terbatas dari segelintir pabrik chip, kekuatan finansial Apple bikin dia bisa mengeluarkan biaya lebih dari lawan, “kemewahan yang ga dimiliki banyak pemain China lainnya,” kata Popal.

Laporan media bilang Apple rencana keluarkan iPhone lipat pertama mereka akhir tahun ini. Ponsel lipat makin umum di China, terdorong sama teknologinya yang makin tipis dan tahan lama, plus kebiasaan konsumen yang suka layar gede buat nonton video dan kerja.

Popal dari IDC pikir rilis ini bakal “bantu dorong Apple ke kategori yang sebelumnya dia kasih sepenuhnya ke pesaing, dan bikin Huawei—pemimpin lipat global dan di China—kewalahan.”

Inovasi China

Apple Intelligence, layanan AI dari Apple, masih belum tersedia di China. Beijing minta alat AI di-approved oleh Administrasi Dunia Maya China. Apple udah bikin kesepakatan dengan perusahaan teknologi China kayak Baidu dan Alibaba buat mbujuk regulator China, tapi belum berhasil.

Sebaliknya, pembuat ponsel China berlomba masukan AI ke produk mereka. ZTE perkenalin prototipe bulan Desember yang pakai AI Doubao dari ByteDance buat hidup dan buka aplikasi dengan perintah suara. Honor keluarkan “ponsel robot” dengan kamera gembel yang dirancang buat interaksi aktif.

MEMBACA  Otoritas Prancis memperkuat perlindungan tempat ibadah Yahudi setelah serangan sinagoge yang diduga

Jade Gao—AFP via Getty Images

Salah satu pesaing Apple di China juga bisa melakukan sesuatu yang perusahaan AS itu ga tuntas: Bikin mobil. Apple pelajari pasar mobil selama hampir sepuluh tahun sebelum ninggalin proyek itu karena masalah keuntungan.

Xiaomi, dipimin Lei Jun yang penggemar Steve Jobs, lanjutkan rencana EV mereka, dan ngeluarin mobil pertama di 2024. Mobil perusahaan China itu sukses besar di kalangan konsumen lokal, udah jual setengah juta mobil sejak peluncuran. (CEO Ford, Jim Farley, juga jadi fans). Kesuksesan EV Xiaomi sekarang kembali ke ponsel mereka, karena konsumen China lihat itu sebagai bukti kemampuan inovasi perusahaan.

Tinggalkan komentar