Orang kaya di Hong Kong biasanya sudah punya aset cair minimal HK$10 juta (sekitar US$1.28 juta) pada umur 39 tahun. Menurut survei HSBC, kebanyakan dari mereka mengandalkan investasi untuk menambah kekayaan.
Survei HSBC yang dirilis Jumat kemarin menunjukkan, orang-orang kaya ini biasanya butuh waktu delapan tahun untuk meningkatkan kekayaan dari HK$1 juta menjadi HK$10 juta. Survei serupa di tahun 2023 menunjukkan, rata-rata orang Hong Kong menjadi jutawan (dengan aset HK$1 juta) di umur 33 tahun.
Hasilnya menunjukkan bahwa kebanyakan orang kaya di kota itu tidak terlahir kaya. Hampir 70% responden mengatakan mereka membangun kekayaan lewat investasi, bunga bank, pendapatan sewa, dan keuntungan bisnis mereka sendiri.
Survei HSBC ini dilakukan pada bulan November, dengan sampel 1,318 responden berusia 24 hingga 64 tahun yang memiliki aset cair HK$1 juta atau lebih. HSBC, bank terbesar di Hong Kong yang fokus pada manajemen kekayaan, melihat pertumbuhan dua digit jumlah klien multimilionernya di tahun 2025.
Kelas menengah Hong Kong menganggap seseorang perlu punya aset minimal HK$8.35 juta untuk disebut ‘kaya’.
“Sebanyak 85% pelanggan multimilioner kami melihat hasil portofolio yang positif tahun lalu,” kata Brian Hui, Chief Customer Officer HSBC Hong Kong.
Para multimilioner ini biasanya mengalokasikan lebih banyak kekayaan ke saham dan dana investasi untuk dapatkan imbal hasil lebih tinggi. Mereka juga suka investasi di aset alternatif, yang bisa tawarkan return lebih tinggi dari investasi tradisional.
Indeks Hang Seng naik 28% di tahun 2025, kinerja tahunan terbaik sejak 2017. Indeks CSI 300 untuk saham Tiongkok juga naik 18%, kenaikan terbesar sejak 2020.
Investor jadi lebih antusias pada perusahaan teknologi Tiongkok di 2025, setelah startup DeepSeek mengejutkan dunia dengan model AI canggihnya yang dikembangkan dengan biaya lebih rendah.
Survei HSBC menunjukkan tren serupa, dimana investor kaya mengurangi ketergantungan pada pendapatan sewa properti dan beralih ke teknologi. Lebih dari 60% responden mengatakan mereka berinvestasi atau berencana investasi di AI dalam lima tahun.
Selain itu, setelah pasar saham menguat di 2024, mereka meninggalkan mentalitas “uang tunai adalah raja”.
Lebih dari 90% responden menginginkan perencanaan lintas generasi, dengan fokus memindahkan kekayaan ke cucu mereka.
“Wawasan ini sesuai dengan apa yang kami lihat pada klien kami, yang memprioritaskan alokasi aset strategis, diversifikasi, dan perencanaan jangka panjang,” kata Hui.
Survei menemukan bahwa standar untuk disebut “kaya” telah berubah. Kelas menengah sekarang ingin aset senilai minimal HK$8.35 juta untuk capai status itu, meningkat 42% dari angka HK$5.9 juta di survei serupa tahun 2022.
Survei juga menunjukkan hampir 70% responden lebih suka model pensiun fleksibel seperti “mini-retirement”. Sementara hampir 30% membayangkan pensiun dengan banyak bepergian atau tinggal di berbagai kota di Asia dan Tiongkok.
Mereka percaya perlu menghasilkan pendapatan pasif sebesar HK$48.580 per bulan untuk pertahankan gaya hidup pensiun mereka.
Artikel ini pertama kali terbit di South China Morning Post (SCMP). Untuk cerita SCMP lainnya, jelajahi aplikasi SCMP atau kunjungi laman Facebook dan Twitter SCMP.