Departemen Keuangan A.S sudah bayar bunga bersih sebesar $628 milyar tahun ini buat bayar utangnya, menurut Congressional Budget Office (CBO).
Update bulanan terbaru soal utang negara dan beban bunganya, yang dibagikan 8 Mei lalu, nunjukin pemasukan dan pengeluaran pemerintah sejak taun fiskal dimulai bulan Oktober.
Data CBO nunjukin defisit taun ini lebih kecil dibanding periode yang sama taun lalu. Tapi, setiap hari Departemen Keuangan masih ngeluarin milyaran dolar buat ngelayanin pembayaran ke pemberi pinjaman.
Laporan itu nunjukin pengeluaran terbesar pemerintah: $953 milyar buat jaminan sosial, $588 milyar buat Medicare, dan $409 milyar buat Medicaid. Bunga bersih utang publik ternyata lebih besar dari Medicare dan Medicaid, totalnya $628 milyar selama tujuh bulan dari Oktober sampe April.
Dari angka itu, selama 212 hari sejak Oktober, rata-rata pembayaran bunga Departemen Keuangan nyaris $3 milyar per hari—tepatnya $2,96 milyar.
Angka bunga ini terus naik tiap update anggaran, kata CBO: “Pengeluaran bunga bersih utang publik naik $41 milyar (7%) karena jumlah utang lebih besar dan suku bunga jangka panjang lebih tinggi. Penurunan suku bunga jangka pendek cuma sedikit nahan kenaikan total.”
Gambaran utang secara keseluruhan agak membaik: Update bulan April nunjukin pemasukan pemerintah total $3,3 trilyun sejak awal taun fiskal, naik dari $3,1 trilyun periode Oktober-April 2025. Pengeluaran juga naik, dari $4,2 trilyun jadi $4,3 trilyun. Artinya defisit taun ini $955 milyar, lebih rendah $94 milyar dari periode yang sama taun lalu.
Perubahan besar ini salah satunya karena pemasukan dari kebijakan tarif Trump, yang tujuannya ngatur ulang perjanjian dagang sama semua negara.
Meskipun ada dampak geopolitik dan gejolak pasar, pemasukan dari kebijakan ini lumayan gedhe: Pendapatan bea cukai naik 220% dibanding taun lalu. Di taun fiskal 2025 (Oktober sampe April), bea cukai total $59 milyar, tapi periode yang sama taun ini, pemerintah dapet $190 milyar.
Itu sebabnya Profesor Wharton Joao Gomes pernah bilang tarif yang awalnya gak populer ini bakal bertahan—bahkan kalau Demokrat menang pemilu berikutnya. “Faktanya pemerintah butuh pendapatan dan begitu lo liat jumlah pendapatan dari tarif, saya pikir Demokrat bakal kecanduan kayak Republikan,” katanya ke Wharton Business Daily taun lalu.
Gimana Proyeksi CBO terpengaruh?
Laporan CBO ini tentang ekonomi makro skala raksasa, yang nyaimbangin harapan produktivitas dan pertumbuhan dengan kebijakan tenaga kerja, sampek hal demografis kayak penuaan dan angka kelahiran. Mereka juga mikirin semua ini gak cuma dalam hitungan taun, tapi puluhan taun ke depan.
Dengan banyak faktor yang masih gak pasti sekarang—apalagi dampak AI ke ekonomi global—gimana CBO nyaimbangin semua hal yang ngaruh ke proyeksi mereka?
Dalam soal proyeksi dasar, yang paling penting adalah produktivitas, kata direktur CBO Phil Swagel ke Fortune. Buat ekonomi secara umum, “yang penting adalah kebijakan yang ngubah tenaga kerja—apakah lebih banyak atau lebih sedikit orang,”dan kayak saran … seberapa tingkat keterampilan atau kualitas pendidikan.
Soal dampak AI, pandangan mereka hati-hati tapi optimis: “Gimana kalau A If gak memberi hasil sebesar yang kita hara [harapkan]? Ini bagian yang lagi kami cobaa [coba] itung.”
Dia jelasin imbangan antara risiko dan potensi keuntungan: “Sejaak [sejauh/we] INI [huruf a keci[l[l =]iNIx[y [/posai tiga kata uba[us/[po/i]]pos
buat u[
[u[batu bad writing]