Hakim Sebut Penyelesaian Hukum Elon Musk dengan SEC Berbahaya

MENJADI orang terkaya dalam sejarah dunia memang punya masalahnya sendiri. Elon Musk punya banyak sekali urusan hukum.

Tesla digugat karena kecelakaan akibat fitur Autopilot, karena pernyataan menyesatkan soal Robotaxi, dan untuk diskriminasi di tempat kerja. Musk sendiri baru saja ke pengadilan untuk kasusnya melawan OpenAI, dan NAACP menggugat Musk karena penggunaan turbin gas yang mencemari lingkungan di pusat data Mississippi di xAI. Dia bahkan baru kalah dalam kasus pengakuan anak oleh ibu bayinya.

Dapat dikatakan bahwa sistem peradilan sudah menjadi bagian dari hidupnya sekarang. Namun, dengan semua pengalamannya di pengadilan, tetap saja ada keputusan dan kasus yang membuat orang geleng-geleng kepala.

Ambil contoh gugatan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) yang melawannya.

SEC Selesaikan Perkara dugaan penipuan Musk saat beli Twitter

Minggu ini, seorang hakim menyetujui kesepakatan penyelesaian antara SEC dan Elon Musk atas kesalahan selama pembelian Twitter pada tahun 2022.

Musk diduga melakukan penipuan agar hemat $150 juta biaya penutupan selama pembelian tersebut.

Kesepakatan itu mengizinkan Musk menyangkal kesalahan, dan dendanya hanya sekitar 1% dari total $150 juta. Ini membuat hakim yang menyetujui kesepakatan meragukan segalanya.

Hakim kasus Elon Musk benci kesepakatan yang dia setujui

Minggu ini, gugatan SEC terhadap Elon Musk atas pembelian Twitter selesai. Hakim Distrik AS Sparkle Sooknanan menyetujui kesepakatan yang memberikan denda 1,5 juta dolar bagi miliarder itu.

SEC mengajukan gugatan pada tahun gugatan pada 2025, beberapa hari sebelum Presiden Donald Trump menjabat, atas pembelian platform media sosial tersebut pada tahun 2022. Badan regulator mengklaim Musk memotong $150 juta dari harga beli $44 miluer perushaaan itu dengan tidak menyebutkan sahamnya yang terus bertambah di tweetspace.

MEMBACA  Laporan sebut iOS 27 Apple hadirkan tiga fitur baru belum diumumkan

Jadi denda 1,5 turun r ini hanya 1% dari total pendekatan,dft$150an,M km menyatakan tidak puas.iingin disfung.

Putir u Sooknan,p menjelmengeliling mengjalu kesepak, di akasua dengan dii.eb dalam,s peng secara setele…”, katanya.”Makarang saya mengikuti prossek menjadi prsing tiyMong setuhan y pu esang sekah.M Mus mebitiu dibut pu dip mel.ue set M sekaku.

Sookanan: sayd,d acara ini hylimited pengrjaka kar pe terhadap us min yang ,rask tolah jwaher. Terdapat beberapa hal yang membuat hakim curiga. Misalnya, SEC mengajukan perubahan gugatan hanya tiga menit sebelum mengajukan permohonan keputusan damai. Selain itu, pengacara Musk sendiri mengaku bahwa “sudah ada pembicaraan dengan pemerintah yang menunjukkan penyelesaian kasus ini kemungkinan besar terjadi.”

Penambahan pihak perwalian (trust) sebagai tergugat juga menjadi tanda bahaya bagi hakim. Seolah-olah “perwalian itu dimasukkan hanya supaya Mr. Musk bisa mengatakan dia tidak mendapatkan hukuman secara pribadi.”

Meskipun punya keraguan, hakim mengatakan bahwa “tugas pengadilan saat menyetujui perjanjian damai itu sangat berbeda dari tugasnya saat mengadili perkara.” Perannya saat itu hanya memastikan hasil damai itu tidak jadi “bahan ejekan,” walaupun ada yang bilang keputusan pengadilan juga gagal di bagian tersebut.

Tinggalkan komentar