Orang Amerika sekarang lebih suka nonton film baru dirumah aja daripada pergi ke bioskop, menurut sebuah survey terbaru.
Sekitar tiga perempat orang dewasa di Amerika Serikat bilang mereka nonton film baru lewat streaming ketimbang di bioskop setidaknya satu kali dalam satu tahun terakhir, berdasar survey dari The Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research. Termasuk sekitar 3 dari 10 orang yang nonton film baru di layanan streaming setidaknya sebulan sekali.
Sementara itu, sekitar dua per tiga orang Amerika bilang mereka sudah nonton film yang baru rilis di bioskop dalam setahun terakhir, dan cuma 16% yang bilang mereka pergi setidaknya sebulan sekali.
Hasilnya menunjukkan bahwa, secara keseluruhan, penonton film di Amerika lebih mungkin menonton film lewat streaming daripada di bioskop. Perubahan kebiasaan ini makin cepat terjadi sewaktu pandemi COVID-19 dan sesudahnya. Faktor kenyamanan dan harga jadi alasan buat banyak orang yang nggak bisa menyempatkan waktu pergi ke bioskop atau bayar harga tiket yang makin mahal.
Sherry Jenkins (69 tahun) dari New Jersey, memilih streaming untuk semua kebutuhan nonton filmnya.
“Lebih enak aja,” kata Jenkins. “Aku bisa nonton apa aja yang aku mau, cuma harus nunggu satu atau dua bulan abis filmnya rilis karena biasanya film cepat banget muncul di streaming.”
Streaming Lebih Praktis
Di era pasca-pandemi, film lebih cepat tayang di layanan streaming. Tahun 2017, masa eksklusif film di bioskop selama 90 hari itu biasa. Sekarang, bioskop berjuang untuk standar industri 45 hari. Buat studio, strateginya beda-beda untuk tiap film. Pemenang film terbaik tahun ini, "Anora", punya masa eksklusif di bioskop 70 hari. Sementara itu, film "Wicked" sudah bisa dibeli on demand cuma 40 hari setelah rilis di bioskop — padahal film itu sukses besar di box office. Film itu juga menghasilkan untung dari streaming.
Ada beberapa orang yang tetap pergi ke bioskop dan juga pilih streaming — 55% orang dewasa AS sudah nonton film baru di bioskop DAN juga memilih streaming daripada bioskop setidaknya sekali dalam setahun — tapi kebiasaan cuma nonton film baru lewat streaming lebih umum daripada cuma pergi ke bioskop.
Beberapa orang di industri film percaya bahwa film yang tayang dulu di bioskop punya nilai budaya lebih tinggi, tapi Jenkins nggak setuju.
“Sekarang studio film sangat dekat sama layanan streaming,” kata Jenkins. “Nggak ada alasan yang jelas kenapa beberapa film nggak tayang di bioskop.”
Terakhir kali dia rutin pergi ke bioskop mungkin sekitar 20 tahun yang lalu. Tapi sebagai pensiunan yang melek teknologi, nggak ada alasan yang cukup kuat buat pergi ke bioskop. Dia langganan Acorn, BritBox, Paramount+, Peacock, Netflix, dan Hulu. Jenkins bahkan nggak merasa perlu langganan TV kabel lagi.
“Orang-orang bilang, ‘Ah, kamu harus pergi ke bioskop nonton ‘Top Gun: Maverick’,” kata Jenkins. “Tapi TVku 75 inci, dan aku nyaman. Aku di rumah.”
Harga Tiket Bioskop Jadi Pertimbangan
Maryneal Jones (91 tahun) dari North Carolina bilang dia suka pergi ke bioskop tapi merasa harganya terlalu mahal.
“Ada beberapa film yang pengin aku tonton, dan aku bilang ke diri sendiri, aku akan nunggu sampai filmnya tayang di TV atau aku akan berkunjung ke temen yang punya aplikasi streaming itu,” kata Jones. “Tapi aku cuma nggak mau bayar 12 dolar.”
Harga rata-rata tiket bioskop di AS adalah $13.17, menurut firma data EntTelligence. Tahun 2022, harganya $11.76.
Jones tidak berlangganan layanan streaming apapun, tapi dia lebih sering nonton di bioskop dibandingkan banyak orang lain. Dia perkirakan dia nonton sekitar enam sampai delapan film setahun. Film baru yang baru saja dia tonton di bioskop termasuk "The Life of Chuck" dan film komedi romantis Prancis "Jane Austen Wrecked My Life."
Survey AP-NORC juga mengindikasikan bahwa streaming mungkin pilihan yang lebih terjangkau buat orang Amerika berpenghasilan rendah. Orang dewasa berpenghasilan tinggi lebih mungkin daripada yang berpenghasilan rendah untuk pergi ke bioskop sesekali untuk film baru, tapi perbedaannya lebih kecil untuk kebiasaan nonton film lewat streaming.
Orang Dewasa Muda Lebih Banyak Nonton Film Baru, Terutama lewat Streaming
Film baru lebih populer di kalangan anak muda, bagaimanapun cara mereka menontonnya. Tapi streaming lebih jadi pilihan untuk generasi muda.
Sedikit kurang dari setengah orang dewasa di bawah 30 tahun bilang mereka nonton film baru rilis lewat streaming daripada ke bioskop setidaknya sebulan sekali dalam setahun terakhir, dibandingkan dengan sekitar 2 dari 10 orang yang nonton di bioskop dengan frekuensi yang sama.
Eddie Lin, seorang pelajar berumur 18 tahun di Texas, bilang dia kebanyakan nonton film di rumah, lewat streamer kayak Crunchyroll, Hulu, HBO Max, dan Prime Video, tapi dia akan pergi ke bioskop untuk film-film “yang besar” kayak "A Minecraft Movie," yang jadi film terbesar tahun ini di Amerika Utara.
“Beberapa temenku pengin nonton itu,” kata Lin. “Dan ada meme-nya juga. Aku rasa penontonnya bakal lebih interaktif dan pengalaman nontonnya bakal lebih seru kalau nonton bersama banyak orang.”
Walaupun streaming akan tetap jadi pesaing berat buat perhatian dan uang penonton, minat untuk nonton film tertentu di IMAX atau layar format premium lainnya juga meningkat, baik itu film "Sinners" atau "Oppenheimer."
Box office Amerika Utara saat ini naik lebih dari 4% dari tahun lalu, tapi industri masih berusaha mencapai level bisnis seperti sebelum pandemi. Dibandingkan dengan tahun 2019, box office tahunan turun lebih dari 22%.
“Dulu aku lebih sering pergi waktu masih kecil, sama keluarga, nonton semua film Marvel sampai ‘Endgame’,” kata Lin. “Aku suka bioskop. Itu sebuah pengalaman. Buat aku, sekarang lebih ke masalah waktu aja. Tapi aku juga merasa pesona tertentu dari nonton di bioskop sudah hilang.”
—
Bahr melaporkan dari Pittsburgh.
—
Survey AP-NORC terhadap 1.182 orang dewasa dilakukan pada 21-25 Agustus, menggunakan sampel dari Panel AmeriSpeak milik NORC yang berbasis probabilitas dan didesain untuk mewakili populasi AS. Margin of error untuk keseluruhan orang dewasa adalah plus minus 3.8 poin persentase.
Kisah ini sebelumnya ditampilkan di Fortune.com