Generasi X yang Menjadi “Sandwich”: Menanggung Hidup Orang Tua dan Seluruh Biaya Rumah Tangga, Apa yang Harus Dilakukan?

Kalau kamu Generasi X, lahir antara 1965 dan 1980, mungkin punya banyak kekhawatiran keuangan yang berebut perhatian.

Mungkin kamu punya cicilan rumah yang masih lama lagi baru lunas, atau khawatir apakah tabungan pensiunmu sudah cukup.

Kalau punya anak, mungkin kamu mengeluarkan uang untuk penitipan anak, mencoba menabung untuk pendidikan mereka, atau pusing karena anggaran bulanan membengkak sejak anak dewasa pindah balik ke rumah.

Ini semua adalah gejala dan efek samping dari Generasi X yang masuk ke generasi sandwich. Situasi dimana kamu masih mengurus anak-anakmu, sekaligus merawat orang tua yang sudah menua.

Kamu mungkin kewalahan tidak hanya dengan tanggung jawab tambahan, tapi juga biaya tambahan dari peran merawat dua generasi ini.

Bayangkan Beth, seorang ibu tunggal berusia 50 tahun dengan dua anak, 24 dan 18 tahun. Walaupun penghasilannya sekitar $80,000 setahun, dia kesulitan mengatur semua pengeluarannya.

Selain bayar cicilan rumah, asuransi rumah dan biaya kesehatan naik akhir-akhir ini, begitu juga tagihan listrik dan belanja bulanan. Anak tertua Beth sudah lulus kuliah, tapi sulit cari kerja dan akhirnya pulang ke rumah. Anak bungsunya baru mulai kuliah musim gugur ini, dan Beth khawatir dia tidak bisa banyak membantu secara finansial.

Ditambah lagi, orang tua Beth pindah tinggal bersamanya musim gugur lalu, setelah masalah kesehatan yang membuat ibunya sulit bergerak. Orang tua Beth berusia 75 tahun dan dapat Social Security, tetapi tidak punya aset atau tabungan pensiun yang berarti.

Beth tidak yakin bagaimana membicarakan masalah keuangan dengan orang tuanya. Pengeluarannya sekarang lebih besar sejak mereka pindah, tapi mereka belum menawarkan bantuan bayar apa pun, bahkan untuk belanja.

MEMBACA  Cara Mengukur Pikiran Gelap: Berapa Banyak Orang Amerika yang Pernah Terpikir untuk Menembak Orang Lain

Studi tahun 2025 oleh perusahaan asuransi Allianz (1) menemukan bahwa 78% orang Amerika di generasi sandwich (didefinisikan punya anak di bawah 18 dan orang tua masih hidup) memberikan “dukungan fisik, finansial, atau emosional” kepada orang tua mereka.

Studi itu juga menemukan 70% dari mereka yang merawat anak dan orang tua mengatakan hal itu sangat mempengaruhi rencana pensiun mereka, dengan 59% melaporkan mereka mengurangi atau berhenti menyetor ke tabungan pensiun.

Cerita Berlanjut

Mengesampingkan kesejahteraan finansialmu sendiri bisa berakibat serius, apalagi jika kamu berada di fase yang biasanya dianggap puncak penghasilan. Jika kamu dalam situasi seperti Beth, penting untuk bertindak dan buat perubahan agar anggaranmu tetap terkendali.

Baca Selengkapnya: 5 langkah penting soal uang setelah kamu menabung $50,000

Pertama, kamu perlu gambaran akurat tentang kondisi keuanganmu.

Untuk situasi seperti Beth, ini berarti perlu memeriksa pengeluaranmu dengan teliti. Lihat pengeluaran bulanan sejak orang tuanya pindah dan bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kalau biasanya tidak mencatat pengeluaran, ini mungkin lebih rumit, tapi kamu masih bisa dapat gambaran dari rekening bank, kartu kredit, tagihan listrik, dan biaya kesehatan. Jangan lupa pertimbangkan inflasi saat membandingkan tahun ke tahun.

Setelah punya gambaran jelas, kamu bisa diskusikan situasi keuangan dengan keluarga. Mungkin tidak nyaman, tapi menghindarinya bisa menimbulkan rasa kesal, dan jika kamu sedang tertekan secara finansial, situasimu bisa makin buruk.

Seseorang di posisi Beth bisa jelaskan soal kenaikan pengeluaran dan waktu tambahan untuk merawat orang tuanya. Beth juga bisa tawarkan bantuan mengatur keuangan orang tuanya, membuat anggaran realistis yang termasuk kontribusi untuk tempat tinggal, tagihan, dan biaya rumah tangga lain.

MEMBACA  Militer memiliki rencana untuk menggelar parade militer dengan 6.600 prajurit pada ulang tahun Presiden Trump bulan Juni.

Penting juga untuk pertimbangkan biaya kesehatan di masa depan untuk orang tua yang menua, apa yang ditanggung asuransi mereka, dan apakah mereka sudah pertimbangkan asuransi perawatan jangka panjang.

Karena anak-anak Beth sudah dewasa, dia bisa libatkan mereka dalam diskusi. Anak dewasa yang tinggal di rumah bisa berkontribusi, baik dengan merawat kakek neneknya, bayar sewa, atau membantu belanja dan tagihan.

Setelah kontribusi dari anggota keluarga dihitung, kamu bisa buat anggaran. Saat buat strategi baru, usahakan untuk memasukkan tabungan, sekecil apa pun. Prioritaskan buat dana darurat. Kalau perusahanmu punya program 401(k) matching, usahakan setor cukup untuk dapat potongan penuh. Menjadikan tabungan pensiun sebagai prioritas terakhir tidak hanya membahayakan masa depanmu, tapi juga bisa berarti kamu membuat anak-anakmu suatu hari nanti berada di situasi yang sama.

Jika kamu harus mengatur keuangan orang tuamu yang menua, penting untuk rencanakan skenario berbeda. Bicarakan apakah kamu memerlukan surat kuasa (2), dan pelajari jenis-jenisnya: surat kuasa tetap berlaku setelah ditandatangani, surat kuasa bersyarat memungkinkanmu mengatur keuangan selama kamu masih bisa buat keputusan baik, dan surat kuasa untuk kesehatan memberikan wewenang untuk buat keputusan medis.

Stres emosional dan finansial karena merawat dua generasi bisa sangat melelahkan. Jika kamu tidak jaga diri dan prioritaskan kesejahteraan finansialmu, kapasitasmu untuk merawat orang tersayang akan berkurang. Bersikap jujur tentang kondisi keuanganmu, dan seberapa besar bantuan yang realistis bisa kamu berikan, berarti kamu masih bisa merawat keluarga, tapi tanpa risiko kelelahan — dan tanpa mengorbankan masa depan finansialmu sendiri.

Gabung dengan 250.000+ pembaca dan dapatkan cerita terbaik dari Moneywise serta wawancara eksklusif — wawasan jelas yang dikurasi dan dikirim mingguan. Berlangganan sekarang.

MEMBACA  OpenAI Akan Izinkan Konten Erotis dan Ubah Aturan Kesehatan Mental bagi Pengguna Dewasa

Kami hanya mengandalkan sumber terpercaya dan laporan pihak ketiga yang kredibel. Untuk detailnya, lihat etika dan panduan editorial kami.

Allianz (1); Consumer Financial Protection Bureau (2)

Artikel ini hanya menyediakan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat. Disediakan tanpa jaminan apapun.

Tinggalkan komentar