File dari Kapal, Edarkan Waktu di Selat Hormuz: Kejelasan Baru Sirna di Balik Tawaran Kontraktor

Beberapa hari setelah AS dan Iran tanda tangan kesepakatan untuk buka kembali Selat Hormuz, Teheran ngomong kalau jalur air itu ditutup lagi. Ini bikin aliran minya terancam, padahalkan baru mulai pulih.

Sabtu lalu, komando militer Iran kata mereka menutup selat itu, karena Israel masih nyerang Lebanon dan AS “tidak baik” karena gak penuhi janji untuk akhiri perang. Mereka juga bilang “kalau serangan terus, langkah selanjutnya udah direncanakan.”

Gak mau kalah, Presiden Donald Trump ancam mau kenakan biaya tol AS untuk “jasa yang diberikan sebagai Malaikat Penjaga negara-negara Timur Tengah”, kalau gak ada deal final dengan Iran dalam 60 hari.

Itu terjadi setelah pembicaraan antara kedua negara ditunda, sementara dua-duanya juga mau ngontrol selat itu.

Komando Pusat AS bilang jalur aman lewat selat itu masih ada dan lalu lintas naik. Sabtu lalu, ada 55 kapal dagang dengan kargo dan 17 juta barel minya yang lewat.

Mereka tambahin bahwa pasukan AS masih beroperasi di sana untuk dukung kebebasan navigasi. Pusat Informasi Maritim Bersama juga ngasih saran Kamis lalu jalur selatan di pesisir Oman aman.

Meski AS udah setop blokade lautnya ke Iran sebagai bagian dari MOU, Komando Pusat juga bilang “pasukan AS tetap ada dan waspada untuk pastiin semua aspek perjanjian dengan Iran dipatuhin, ditaati, dan berlaku sepenuhnya.”

Sementara itu, Otoritas Selat Teluk Persia yang baru dari Teheran peringatin bahwa kapal harus ikuti rute yang ditetapkan, lewat pesisir Iran. Rute lain dilarang.

Dan meski ada deal dengan AS yang larang tol selama 60 hari, PGSA minta asuransi. Nantinya asuransi ini ada biayanya.

MEMBACA  Pemberi Informasi Mengungkap Polusi 'Mengerikan' dari Raksasa Minyak Colombia

“Saat ini asuransi gratis untuk pemilik kapal, biayanya ditanggung Iran,” kata mereka. “PGSA punya hak buat nentuin biaya asuransi di masa depan. Pemilik kapal harus beli dan perbarui asuransinya.”

Buat kapal yang butuh kepastian jalur aman, berita terbaru ini gak bantu. Harga minya turun setelah AS dan Iran ngumumin deal akhir pekan lalu, tapi butuh bulanan buat normal lagi.

Pasokan belom pulih, jadi persediaan minya global masih tertekan. Di AS, Cadangan Minyak Strategis udah jatuh ke level terendah sejak 1983.

Situasi di Selat Hormuz—yang dulunya sering ada konflik kecil antara AS dan Iran sebelum deal—nunjukin peraan sektor swasta.

“Tapi bukan Iran atau AS yang mutusin selat itu buka atau tutup—itu tergantung perusahaan kapal dan ansuransi,” tulis Gregory Brew, analis senior Eurasia Group di X.

Kebanyakan ahli Iran bilang pengumuman Sabtu soal tutup selat bakal bikin kapal takut. Tapi Brew ragu, tanya dia itu sebagai ancaman yang cukup.

Lagi-lagi terserah kapal-kapal.

“Bakal apa pengumuman Iran bikin mereka jera? Atau Iran harus pake kekerasaan langsung langgar MOU?” tambah dia.

Sebelum sinyal campur aduk itu, industri udah curiga. Seorang eksekutif kapal kasih tahu New York Times Jumat lalu dia anggep suasana masih terlalu ga pasti buat kapalnya keluar dari Teluk Persia.

Ranja di laut juga jadi ancaman. Dan juga resiko navigasi, nabrak bisa aja, apalagi kalau banyak kapal berusaha keluar bareng-bareng.

Perusahaan kapal Jerman Hapag-Lloyd ngasih tahu Times kapal mereka masih di Teluk Persia udah siap berangkat, tapi masih nunggu.

“Belum ada tanda akjan [salah eja, dari “akan”] kapan kita bergerak,” kata juru bicara Jumat lalu.

MEMBACA  Starbucks Akan Turunkan Harga di China Saat Persaingan Semakin Ketat

Pastinya, Selat Hormuz adalah moto [seharusnya:”alat buat tekan masih salah link] utama Iran. Dan” pengumuman s ak lagi dit tu bisa sajaasiand utlak ban wal untuk na osiin ulagi dengan AS, kata . di Ing itu

Menirut Brew>. Ben rerus jee»tran: an demoastra konll am iatu bya strut mel& gu t g [Te ex ru».S Is b Hombasmen ig The all bam. 28x ita


—A bu3#)@ aa L. lene atou [Li lang g tupen h om d »B a can da ln> ulisan se%2 at ber kata ggg lagb l xme/2B”Oan dulu,, da len. Ang unz mooy ga[

Tinggalkan komentar