Fermat akan memberikan alat berbasis AI kepada tim Pembelian dan Desain New Look. Alat ini dirancang untuk mempercepat proses pengembangan produk. Tim desain New Look nantinya bisa membuat purwarupa produk virtual, mencoba berbagai versi desain, dan menilai berbagai alternatif gaya.
Merek pakaian wanita ini mengatakan hal ini akan meningkatkan kemampuan desainer untuk bereksperimen. Mereka juga bisa merespon keinginan pelanggan dengan lebih cepat. Ini juga membantu New Look terus menyesuaikan koleksi produknya.
Dengan menggunakan platform milik Fermat, New Look bisa mengurangi ketergantungan pada proses sampel fisik tradisional. Ini akan membuat dan meningkatkan efisiensi dan juga keberlanjutan dalam pengembangan produk.
Direktur kreatif New Look, Anica Wislawski, menjelaskan, “Fermat memberi kebebasan pada desainer kami untuk mewujudkan ide dengan lebih cepat. Mereka bisa mengeksplorasi lebih banyak kemungkinan kreatif dan menyempurnakan produk melalui banyak percobaan sebelum akhirnya sampai ke pelanggan.”
Dia menambahkan, “Yang lebih penting lagi, ini membantu kami mengurangi waktu di beberapa bagian proses desain. Waktu yang dihemat bisa kami gunakan kembali pada hal yang benar-benar membutuhkan kreativitas manusia, yaitu memahami pelanggan kami, mengetahui apa yang selanjutnya mereka mau, dan memikirkan bagaimana mereka akan memakai serta menstylenya.”
Langkah ini adalah bagian dari upaya New Look yang lebih luas untuk menggunakan data, AI, dan teknologi digital di divisi Pembelian dan Desain mereka. Pihak retailer mengatakan mereka menggabungkan informasi tentang pelanggan dengan analisis tren dan investasi teknologi. Tujuannya untuk menemukan tren baru dan mengeluarkan produk yang tepat ke pasar dengan lebih cepat.
Tahun lalu, New Look mendapat investasi sebesar £30 juta (sekitar $40 juta) dari pemegang saham untuk mempercepat transformasi digital dan meningkatkan operasi online. Bisnis ini berencana untuk terus menambah infrastruktur data, AI, dan sistem e-commerce demi memberikan pengalaman yang lebih mulus kepada 10 juta pelanggan data.
Saat itu, New Look juga mengungkapkan target untuk menggandakan pesanan digital mereka. Targetnya dari £500 juta menjadi £1 miliar pada 2030, dan mencapai dari market online sebesar 10% pada taun 2028.
Di saat bersamaan, retailer ini juga menggunakan wawasan dari Club New Look, yang merupakan program loyalitas mereka. Club New Look sudah memiliki lebih anggota dari satu juta orang. Hal ni membantu New Look memahami tingkah laku dan selera pelanggan.
Wislawski menutup, “Dengan menggabungkan naluri kreatif, pemahaman pelanggan, dan alat berbasis AI, kita bisa membuat keputusan lebih akurat. Kita bisa mengubah menjadi ide baju trendi yang bisa dipakai sehari-hari, dari konsep sampai ke tangan semua membuat hubungan lebih kuat. pelanggan.”