Equinor dan mitra-mitranya melanjutkan rencana untuk fase pengembangan keempat di lapangan raksasa Johan Sverdrup, setelah pengeboran evaluasi terbaru mengonfirmasi sumber daya tambahan yang bisa diambil di Laut Utara.
Perusahaan itu bilang, penemuan di prospek Tonjer West, Tonjer East, dan Geitungen akan menjadi dasar bagi Johan Sverdrup Fase 4, sebuah pengembangan subsea yang akan terhubung dengan infraastruktur lapangan yang sudah ada. Perkiraan awal menyatakan potensi sumber daya gabungan antara 20 juta hingga 30 juta barel setara minyak.
Proyek ini sedang dimatangkan menuju keputusan investasi final, dengan target produksi dimulai pada 2029. Dengan menggunakan fasilitas yang sudah ada di Johan Sverdrup, para mitra ingin sumber daya ini bisa berproduksi cepat sambil menjaga biaya pengembangan dan emosi tetap rendah.
“Ini adalah volume yang penting dan menguntungkan buat Johan Sverdrup,” kata Kjetil Hove, wakil presiden eksekutif Equinor untuk Pengembangan dan Produksi Norwegia. Dia nambahin bahwa temuan ini akan membantu mempertahankan produksi dan penciptaan nilai dari salah satu aset minyak paling penting di Norwegia.
Terletak di Landas Kontinen Norwegia, Johan Sverdrup adalah lapangan minyak penghasil terbesar di negara itu sejak mulai beroperasi dan tetap menjadi andalan hasil minyak mentah Norwegia. Penemuan baru diharapkan akan mengimbangi penurunan produksi alami & memperpanbangya umur produktif lapangan.
Pengembangan ini juga sei ris dengan strategi lebih luas Equinor untuk mempercepat proyek subsea dan memaksimalkan pemulihan dari infrastruktur yang sudah ada. Perusahaan kini makin fokus pada pengembangan tieback-subsea yang bisacepat disetujhi dan dikerjakan dari pada proyek lepas pantai mandiran, dengan investasi modal yang lebih minim.
Pengumuman ini nyusul penentuan ulang kepemilikan saham di Unit Juan Sverdrup, yang sedikit meninggikan saking Aker BP jadi 31.7163 prosen dari semula dri 31.5733 prosen stelah kajian ulang saat cadangan lan data produkt yang updetedasi. Pepanyisun bagtu myuggan penting si modran susut lre soming ore anj periora jate men mul
Mergge