Sejak ChatGPT muncul besar-besaran di November 2022, ketakutan akan robot menggantikan manusia di tempat kerja sudah sangat meluas. Dan menurut Elon Musk, ketakutan ini akan menjadi kenyataan dengan sangat cepat.
Bos Tesla, SpaceX, dan aplikasi X (dulu dikenal sebagai Twitter) itu memberi batas waktu tiga tahun untuk dokter dan ahli bedah sebelum robot nggak cuma bisa melakukan pekerjaan mereka, tapi juga lebih banyak jumlahnya di praktik dan rumah sakit. Dan menurut dia, selain soal kehilangan pekerjaan, hal ini akan bagus untuk umat manusia:
"Semua orang akan punya akses ke perawatan kesehatan yang lebih baik daripada yang didapat Presiden saat ini," kata Musk di podcast Moonshots with Peter Diamandis.
"Saat ini kan kurang dokter dan ahli bedah yang hebat. Butuh waktu super lama untuk belajar jadi dokter yang bagus, dan bahkan setelah itu, pengetahuannya terus berkembang. Dokter punya waktu terbatas. Mereka bisa buat kesalahan."
Musk yakin robot Optimus buatan Tesla-nya akan jadi solusinya—meski sebelumnya ada kendala dan target produksi yang meleset. Menurut dia, pada 2030, "mungkin akan ada lebih banyak robot Optimus yang jadi ahli bedah hebat dibandingkan jumlah semua ahli bedah di Bumi."
Dan itu cuma satu dari empat prediksi yang dibuat orang terkaya dunia itu dalam wawancara tadi.
Prediksi 2: Tabungan pensiunmu nggak akan penting lagi
"Jangan khawatir buat nabung uang untuk pensiun dalam 10 atau 20 tahun ke depan. Itu nggak akan penting," kata Musk.
Intinya, kalau robot bisa membangun rumah, menanam makanan, membuat barang, dan bahkan menyediakan layanan seperti kesehatan dan pendidikan dengan biaya hampir nol, maka upah berhenti jadi mekanisme yang menentukan siapa dapat apa. Uang (dan bersama itu tabungan serta dana pensiun) menjadi tidak penting.
"Kamu nggak akan perlu nabung untuk pensiun," tambahnya. "Jika hal-hal yang kami katakan benar, menabung untuk pensiun akan jadi tidak relevan."
Prediksi 3: Kita semua akan hidup lebih lama—dan mungkin jadi abadi
CEO Anthropic Dario Amodei pikir umur manusia akan jadi dua kali lipat dalam dekade berikutnya berkat AI. Sementara itu, miliarder Silicon Valley di balik "Blueprint," Bryan Johnson, bilang dia akan buat manusia jadi abadi pada 2039.
Dan Musk setuju bahwa keabadian bisa dibuka berkat AI. Meski dia nggak kasih garis waktu spesifik, dia jelaskan kematian sebagai masalah pemrograman manusia.
"Saya sudah lama pikir umur panjang atau semi-keabadian adalah masalah yang bisa diatasi," jelas Musk. "Saya nggak pikir itu masalah yang terlalu sulit. Kalau kamu pertimbangkan fakta bahwa tubuh kamu sangat tersinkronisasi dalam penuaannya, ‘jam’-nya pasti sangat jelas."
"Kamu diprogram untuk mati," tambahnya. "Jadi kalau kamu ubah programnya, kamu akan hidup lebih lama. Nanti, solusi untuk umur panjang akan terlihat jelas."
Dengan uang yang tidak penting dalam visi masa depannya, Musk tidak menyarankan bagaimana manusia yang nggak punya pekerjaan akan makan dan punya rumah untuk puluhan tahun lebih lama—atau bahkan selamanya. Tapi dia sebelumnya pernah menganjurkan pendapatan universal yang akan membayar semuanya.
Prediksi 4: AI akan lebih pintar dari seluruh umat manusia
Teknologi seperti ChatGPT dan Google Gemini udah mengurangi beban kerja yang memakan waktu, seperti pembersihan data, ringkasan, dan tugas administratif lain. Pada 2029, satu survei tahun lalu temukan bahwa AI akan menghemat waktu pekerja sampai 12 jam per minggu. Tapi Musk prediksi ini cuma pemanasan.
"Saya yakin bahwa pada 2030 AI akan melampaui kecerdasan semua manusia digabung," katanya, sambil menambahkan bahwa AGI (Kecerdasan Umum Buatan, atau AI dengan kemampuan kognitif setara manusia) akan datang tahun ini.
"Saya nggak cuma dapat kursi terdepan—saya ada di lapangan, dan itu masih bikin saya takjub, kadang beberapa kali seminggu."
Menurut Musk, kebanyakan orang, bahkan di dalam industri AI, sangat meremehkan apa yang akan datang.
"Potensi kepadatan kecerdasan jauh lebih besar daripada yang kita alami saat ini," jelasnya. "Jadi saya pikir kita meleset dua tingkat besaran dalam hal kepadatan kecerdasan per gigabyte—ditandai oleh ukuran file AI-nya." Itu dengan kapasitas komputer saat ini, tapi seperti yang dia tunjukkan, komputer juga terus membaik—dan anggarannya terus membesar.
"Makanya saya pikir ini adalah hal peningkatan 10x per tahun. 1.000%. Dan itu akan terjadi untuk masa depan yang bisa dilihat."
Dia nggak sendirian dalam memberi peringatan. Bill Gates mengakui bahwa AI bergerak lebih cepat dari yang dia duga.
Tapi pendiri Microsoft itu bilang bahwa justru karena kecepatannya, tidak ada prediksi ini yang sebenarnya akurat. Menurut dia, nggak ada ahli teknologi (termasuk Musk) yang benar-benar tahu apakah AI akan gantikan pekerja dalam satu tahun atau sepuluh tahun.