Eksklusif: Pertarungan $50 Juta Frame Dukung Index Ventures — Karyawan Adalah Kelemahan Siber

Beberapa minggu yang lalu, teman saya dapet pesan dari editor kami, setidaknya itu yang dia pikir. Ternyata pesan itu palsu total. Penipuan kayak gini, ternyata udah jadi hal biasa.

Itulah yang jadi dasar Frame Security, startup keamanan siber dari New York dan Tel Aviv. Perusahaan ini resmi diluncurkan hari Senin dengan pendanaan $50 juta, dipimpim oleh Index Ventures, Team8, dan Picture Capital, menurut informasi eksklusif ke Fortune. CEO Wiz, Assaf Rappaport, dan Elad Gil juga ikut berpartisipasi.

Frame mau bikin “pelatihan kesadaran keamanan” tidak kayak video HR yang membosankan, tapi lebih sebagai kategori keamanan siber nyata yang mereka sebut “keamanan risiko manusi.” Artinya: Karyawan masih jadi cara termudah untuk masuk ke perusahaan, dan AI bikin triknya lebih murah, lebih cepat—dan jauh lebih meyakinkan.

“Dunia email phishing yang ditulis dengan buruk udah hampir hilang,” kata CEO Tal Shlomo ke Fortune. “Penyerang dan lawan sekarang tau perusahaan kamu banget dan detail.”

Platform Frame memungkinkan perusahaan bikin simulasi dan pelatihan yang dihasilkan AI berdasarkan cara karyawan kerja. Shlomo bilang, ini bisa berupa panggilan tiruan suara dari CEO, video, atau serangan yang nyebut lowongan kerja, atau sesuatu yang baru aja terjadi di perusahaan. Serangan tiruan ini dibuat seseakurat mungkin dengan yang asli.

Shlomo dan rekan pendiri sekaligus CTO, Sharon Shmueli, punya latar belakang keamanan siber Israel yang terkenal (mereka pernah bertugas bersama di unit intelijen Israel, Unit 8200, di IDF), tapi waktu mereka tepat banget. Shlomo adalah salah satu karyawan paling awal di Wiz, bergabung di usia 21. Shmueli—sebelumnya CTO di platform ventura Team8 pas usia 25—adalah karyawan pertama di Bionic, yang diakuisisi oleh CrowdStrike. Mereka udah kenal lebih dari satu dekade. “Kami berpikir sebagai satu dan bertindak sebagai dua,” kata Shlomo.

MEMBACA  Usia Saya 66 Tahun dan Akan Pensiun Bulan Depan, tapi Sekarang Bos Meminta Saya Tetap untuk Melatih Pengganti. Apa yang Harus Saya Lakukan?

Ide Frame disambut baik, kata Shlomo, karena perusahaan udah bosan dengan pelatihan generik. “Itu memperlakukan setiap perusahaan sama kayak perusahaan lain, padahal realitasnya mereka sangat berbeda,” katanya ke Fortune.

Meskipun hampir 96% organisasi memberikan pelatihan keamaan sadar, hampir 90% pelanggaran data tetep melibatkan unsur manusia. Resiko yang makin besar ini ikut mendongkrak pasar Frame—pasar keamanan kesadaran pelatihan global—diproyeksi lebih dri $10 milyar pada tahun 2027.

Perusahaan ini sudah punya antara 20 sampai 30 pelanggan, sebagian besar perusahaan besar AS, termasuk AlphaSense dan Louis Dreyfus Company. Shlomo bilang pelanggan menandatangani kontrak 3-tahun, dengan nilai antara puluhan sampai ratusan ribu dolar. Ia gak mau ngungkap pemasukan atau nilai perusahaan.

Investor bertaruh ini lebih dari sekedar eksperimen phishing dengan lapisan AI. “Ngomong kumpul duit bik progres-prospektor sebagai damp (Indoternia): Implementus se-ksi standard linguops di titik pemenfaas diduank istik internal memaling ist standard se gak ada.

Maksud per (link-se da garapan liha dalam agrt) dari: ra sap sap, sag, ragmag lam pe transda? Main pen nyam soal pro-nya. Jika berb besar gag li tap diduk dalam semena sa tab ring ga ring inde sum liro titik besar memo per pert ban bat bendar yang ba do lin ta .

Pa sem pada dari beri be Pe Ne Sen se m , Wi Tu Bel mer meng amb Ja kit. Di mas te dalam pem lang ger jih ki sak on Pe un sk dem ini. ak ber wa nd , amb for pat ak per al( , bel pol ag da, wa pik tuk de min, op du ten lis jo me ja) i la in tu tid ang pro (k du mis m re ten tersen hat-? mi unt ko man al o me .

MEMBACA  Unjuk rasa anti-rasis besar di Inggris diadakan saat protes sayap kanan gagal terwujud

tu in re sus wa dag? Ag ser “ha jar awal Ba war has kah sik he (pu cur). Dem dap but behit”.

Jaw saya ke kar pol B us ik mai day/ tok ca” ] >

Tinggalkan komentar