Dolar Taiwan Melonjak Lebih dari 2% Saat Trader Uji Bank Sentral

Dolar Taiwan naik lebih dari 2% dalam hari lain yg penuh gejolak, karena penjualan dolar AS oleh eksportir menguji toleransi bank sentral terhadap penguatan mata uang lokal.

Mata uang ini melonjak sampai 2.5% ke level 29.16 per dolar AS pada Selasa, kenaikan terbesar sejak awal Mei, setelah turun lebih dari 2% di Senin. Gerakan ini membuat mata uang lokal naik 12% tahun ini, jadi yg terbaik di Asia.

Ada banyak aliran modal asing dan penjualan dolar AS besar-besaran oleh eksportir lokal di sesi pagi Selasa, kata dua pedagang yg minta anonim karena tidak berwenang bicara publik. Bank-bank negara beli dolar AS untuk stabilkan likuiditas pasar, katanya.

Mata uang lokal terguncang oleh serangkaian fluktuasi tajam sejak Jumat lalu, saat bank sentral turun tangan cegah kenaikan setelah dolar AS melemah. Pemerintah ingin hindari apresiasi tajam untuk kurangi tekanan pada perusahaan asuransi jiwa, karena lonjakan ekspor selama perang dagang picu repatriasi besar oleh perusahaan Taiwan.

Alasan pasti di balik gerakan terkini tidak jelas, tapi gejolak dolar Taiwan dalam dua hari terakhir terjadi saat perusahaan domestik—termasuk asuransi jiwa dan eksportir—siap rilis laporan keuangan semesteran. Penurunan tajam yg bantu mata uang tutup lebih rendah di Senin mungkin bantu perusahaan lokal—yg banyak terdampak kenaikan mata uang—tunjukan hasil keuangan lebih baik.

“Dolar Taiwan dapat tekanan apresiasi kuat karena surplus perdagangan rekor, aliran modal saham, dan lindung nilai oleh perusahaan asuransi jiwa Taiwan,” tulis Khoon Goh, kepala riset Asia di ANZ. Sejak bank sentral ‘secara strategis izinkan’ TWD naik awal Mei, mereka coba kendalikan kekuatan mata uang, tambahnya.

MEMBACA  Walmart Mengatakan Inflasi Lebih Sulit Dikendalikan Daripada Yang Diharapkan di Kuartal Terbaru

Gubernur bank sentral Yang Chin-long kecilkan dampak volatilitas mata uang lokal di rapat kebijakan Juni. Otoritas moneter bilang akan terus promosikan “operasi teratur pasar valas”—kalimat yg tunjukkan stabilitas adalah prioritas utama.

Kenaikan mata uang lokal terjadi saat investor asing borong saham lokal di Juni dan eksportir jual lebih banyak dolar AS karena khawatir mata uang AS terus jatuh. Repatriasi dana oleh manajer aset pulau juga berpengaruh.

Kekhawatiran atas dolar Taiwan yg lebih kuat muncul sejak awal Mei, saat mata uang ini catat kenaikan harian terbesar sejak 1980-an. Jika tidak dikendalikan, kenaikan bisa sebabkan kerugian kertas bagi asuransi jiwa setelah mereka kurangi lindung nilai aset luar negeri, yg sebagian besar dalam dolar AS.

“Intervensi jenis window-dressing bersifat musiman dan cuma jeda tapi tidak balikkan tren USD/TWD,” kata Fiona Lim, strateg senior di Malayan Banking Bhd di Singapura. “Selama dolar AS terus melemah, jual-USD/TWD-saat-naik bisa lanjut.”

Pasangan mata uang ini diperkirakan akan bergejolak dua arah saat dolar Taiwan terjepit antara spekulasi intervensi bank sentral dan kelemahan dolar AS, tambah Lim.

Lebih dari sebulan lalu, bank sentral Taiwan peringatkan perusahaan perdagangan domestik soal pembelian mata uang demi jaga stabilitas dolar lokal. Minggu lalu, mereka minta investor asing keluar dari taruhan pada dolar lokal lewat ETF.