Kalo lo pikir kenaikan emas dalam lima tahun terakhir luar biasa, dengan kembali 177%, siap-siap aja buat lima tahun ke depan.
Sejak 2020, harga emas naik drastis dari $1.585 per ons jadi lebih dari $4.500 per ons.
Sekarang, bank investasi Jerman Deutsche Bank prediksi harga emas bakal hampir dua kali lipat jadi $8.000 per ons pada 2031.
Dalam catatan riset yang diterbitkan 27 April, strategis Deutsche Bank Mallika Sachdeva dan analis riset Michael Hsuah ngeliat kalo China, Rusia, India, dan Turkiye, plus bank sentral di negara berkembang, lagi pada numbun emas.
Ini termasuk bank sentral di Kazakhstan, Arab Saudi, Qatar, Mesir, dan Uni Emirat Arab.
Menurut laporan The Northern Miner, sejak krisis keuangan 2008, bank-bank sentral ini udah nambah total cadangan emasnya sampe lebih dari 225 juta ons.
Berdasarkan model Deutsche Bank, kalo kepemilikan emas mereka mencapai 40% dari total cadangan, harga emas bisa nyentuh $8.000 per ons.
Dengan kata lain, permintaan dari pembeli institusi ini yang naikin harga emas. Ini alasannya kenapa mereka numbun logam mulia ini.
Para peneliti prediksi tatanan dunia baru dengan emas di puncak
Sachdeva dan Hsuah liat benang merah di banyak negara yang numbun emas: rentan terhadap sanksi dagang Barat.
Mereka bilang, di saat yang sama bank sentral negara-negara ini nambah cadangan emas, mereka juga ngurangin cadangan dolar AS buat merdeka dari sanksi itu.
“Sistem perbankan dolar udah dijadikan senjata,” tulis Sachdeva dan Hsuah.
Para peneliti prediksi bakal ada tatanan dunia baru di mana emas — bukan dolar AS — yang bakal jadi jangkar moneter.
Tren bank sentral numbun emas jelas nggak melambat.
Tahun lalu, World Gold Council survei bank sentral di seluruh dunia soal niat mereka beli emas. Kata Mining.com, 76% bilang mereka rencana nambah cadangan emas dalam lima tahun ke depan, dan jumlah yang mirip (73%) bilang mereka bakal ngurangin cadangan dolar AS.
Mayoritas bilang beli emas itu cara bagus buat lindung nilai dari dampak suku bunga, inflasi, dan ketidakstabilan geopolitik. Jadi kalo bank sentral aja ngelakuin, apa lo juga harus?
Harga emas nggak dijamin
Investasi emas sebagai investor institusi kayak bank sentral itu beda sama investasi sebagai individu.
Meskipun ahli di Wells Fargo dan Deutsche Bank bilang emas bakal tembus $8.000 per ons, nggak ada jaminan itu bakal terjadi.
Faktanya, ketegangan geopolitik yang bikin emas menarik buat bank sentral juga bikin investasi ini beresiko. Contohnya, di Maret, emas alamin penurunan bulanan terbesar dalam lebih satu dekade, turun hampir 11% gara-gara ketegangan AS-Iran.
Makanya penting buat timbang-timbang nilai emas di portofoin lo.
Investor miliarder Ray Dalio nyaranin alokasi 5% sampe 15% buat emas. Sprott Asset Management saranin 10% sampe 15%. Yang penting bijak.
Lo nggak harus investasi dalam koin atau batangan; bisa pilih ETF emas, saham tambang, atau reksa dana yang didukung emas.
Idenya bagus ngomong sama penasehat keuangan buat nemuin keseimbangan yang tepat sesuai portofolio dan tujuan jangka pendek-panjang lo.
Dan meskipun banyak bank sentral dunia ngeluurin dolar AS, perlu diinget dolar masih jadi mata uang cadangan utama seluruh dunia.
Biar aman, teteh harus punya cadangan dolar AS lo sendiri — dana darurat sampe biaya enam bulan — buat lindungin diri dari kejutan tak terdua.