Pengusaha menyentuh otak kerja Kecerdasan Buatan (AI) Otomatisasi oleh Suttiphong Chandaeng via Shutterstock
Perjalanan SoundHound AI (SOUN) dari saham murah jadi perusahaan bernilai pasar hampir $5 miliar sangat luar biasa. SOUN kini pesaing serius di bidang AI percakapan dan agen.
Investasi Nvidia (NVDA) di perusahaan ini akhir 2023 bikin investor tertarik. Dukungan Nvidia seperti emas, saham SOUN langsung naik drastis. Sahamnya untung 249% dalam 3 tahun, lebih baik dari pasar umum.
Dalam 3 bulan terakhir saja, saham SOUN naik 40%. Meski Nvidia sudah tak investasi di SoundHound AI, apakah saham ini masih layak beli?
SoundHound AI adalah perusahaan teknologi suara AI murni. Teknologinya tidak hanya menarik tapi juga terbukti di banyak industri, seperti restoran, otomotif, kesehatan, keuangan, energi, telekomunikasi, IT, perjalanan, dan perhotelan. Karena digunakan di industri besar, pasar potensialnya berkembang cepat.
Perusahaan ini laporkan pendapatan $29,1 juta di kuartal pertama, naik 151% dari tahun lalu. Ini karena efek gabung dari bisnis baru, teknologi yang lebih baik, dan 3 akuisisi pintar tahun 2024: Synq3 (restoran & perhotelan), Allset (integrasi suara), dan Amelia (platform AI agen). Manajemen tekankan tidak ada pelanggan yang menyumbang lebih dari 10% pendapatan, mengurangi risiko dan meningkatkan stabilitas pendapatan jangka panjang.
CFO Nitesh Sharan sebut kuartal pertama sebagai "titik penting" bagi SoundHound, dengan momentum bisnis tumbuh di banyak industri, terutama restoran. Sektor restoran jadi pendorong pertumbuhan terbesar, dengan lebih dari 1.000 lokasi baru aktif, naik 10 kali lipat dari tahun lalu.
Perusahaan kembangkan platform AI agen dan suara, yang tingkatkan minat pelanggan dan hasil lebih baik. Perusahaan bisa harapkan waktu penyelesaian lebih cepat, otomatisasi lebih tinggi, dan pertumbuhan volume permintaan besar.
SoundHound konfirmasi target pendapatan tahunan $157-177 juta. Meski pendapatan naik, perusahaan belum untung. Mereka laporkan kerugian bersih $22,3 juta di kuartal ini. EBITDA juga negatif $22,2 juta.
Tapi, mereka sudah lakukan pengurangan biaya dan mulai dapat manfaat dari akuisisi. Manajemen juga rencanakan untuk negosiasi ulang atau hapus kontrak dengan margin rendah dalam 18-24 bulan ke depan, demi margin lebih baik jangka panjang. Yang penting, perusahaan punya dasar keuangan kuat dengan $246 juta uang tunai dan nol utang. SoundHound juga targetkan EBITDA positif akhir 2025. Analis prediksi pendapatan naik 88,4% di 2025, lalu 27% tahun berikutnya.
Secara keseluruhan, Wall Street nilai saham SOUN sebagai "Moderate Buy." Dari 7 analis, 4 beri rating "Strong Buy" dan 3 sarankan "Hold."
Saham ini sudah lewati target harga rata-rata $11,50. Tapi, target tertinggi $18 artinya potensi naik 55% dalam 12 bulan ke depan. Rekor tertinggi 52-minggu saham ini adalah $24,98.
Dengan teknologi suara AI canggih, kemitraan yang berkembang cepat, dan pertumbuhan pendapatan, SoundHound kini diakui sebagai pemain serius di dunia AI. Jika bisa capai profitabilitas, perusahaan ini bisa jadi pemimpin di revolusi AI berbasis suara.
Tapi, risiko seperti tantangan skalabilitas, persaingan dari perusahaan besar, dan kebutuhan inovasi terus-menerus tetap ada. Selain itu, saham ini diperdagangkan dengan premium 30x penjualan, artinya berisiko tinggi tapi berpotensi untung besar untuk investor jangka panjang yang berani.