P’}]
Jam 4:30 pagi buat kebanyakan anak muda umur 20-an yang baru lulus kuliah, itu waktunya pulang setelah pesta semaleman. Tapi buat CEO Twilio, Khozema Shipchandler, itu justru awal harinya.
Ekeskutif usia 51 tahun ini bilang dia selalu orang yang suka bangun pagi—setidaknya di hari kerja—dan memulai hari saat orang lain masih tidur adalah alasan kenapa dia bisa maju lebih cepat dari kebanyakan orang.
"Dasar saya memang begitu," katanya ke Fortune musim panas lalu, sambil nambahin kamu bikin "tolok ukur berdasarkan pengalaman hidupmu."
"Orang tua saya adalah kisah sukses imigran klasik, dan seperti kebanyakan orang tua imigran lain, mereka ingin anak-anaknya lebih sukses dari mereka dan menciptakan peluang buat anak-anaknya," dia merenung tentang keluarganya yang pindah ke AS dari Mumbai.
"Mereka benar-benar mendorong kerja keras dan bermain keras—yang, omong-omong, saya juga bermain keras kalau lagi nggak kerja—jadi itu tujuannya."
Shipchandler lulus dari Indiana University Bloomington tahun 1996 dan musim panas itu dia memulai karirnya di perusahaan industri raksasa. Dan semangat itu terbayar sejak awal. Di usia 31 tahun, Shipchandler udah jadi CFO di bisnis GE yang bernilai miliaran dolar.
"Kalau kamu mau berusaha, mereka mau kasih kamu kesempatan," tambahnya. "Jadi saya dapet banyak kesempatan di sana."
Sementara pekerja Gen Z dan milenial lagi nulis ulang aturan kehidupan korporat—menuntut fleksibilitas, otonomi, dan batasan ketat soal "waktu saya"—Shipchandler nggak yakin kamu bisa sampai ke posisi direktur utama tanpa jam kerja panjang dan pengorbanan.
"Kita semua harus buat pilihan tertentu soal kerja-hidup," kata bos Generasi X ini. "Pilihan kerja-hidup ini jelas punya konsekuensi tertentu. Saya nggak selalu ada di setiap pertandingan tenis anak saya."
"Kalo kamu mau kerja jam delapan sampe lima, jadi pelatih tim olahraga anak-anakmu, punya waktu malam buat diri sendiri, dan mungkin hobi atau minat lain, itu keren," teambah Shipchandler—tapi dia memberi catatan kalo dia "nggak pernah ngobrol sama rekan setingkat" yang nggak punya rutinitas dan keseimbangan serupa kayak dia.
Seharian bersama CEO Twilio
Dulu, bangun pagi-pagi tujuannya buat maju di atas kompetisi. Tapi sekarang dia menjalankan perusahaan senilai $30 miliar dengan lebih dari 5.500 karyawan, jadinya supaya bisa mendahului jadwalnya: "Kebanyakan orang lain belum bangun, jadi itu membantu saya untuk banyak menyelesaikan pekerjaan." Fortune dapet info lengkap soal rutinitas hariannya.
4:30 pagi Shipchandler udah bangun dan memindai Slack, surel, dan pesan teks untuk masalah "genting" yang perlu perhatian secephalon.
Dari situ, dia punya rutinitas sama tiap hari: Kopi, sarapan—biasanya smoothie—baca sekilas berita utama, lalu olahraga "langsung setelahnya" dan selalu dalam urutan yang sangat spesifik itu.
"Saya melakukannya dengan sengaja supaya selama olahraga, saya bisa memikirkan berbagai hal yang udah terjadi, dari berita, hal-hal yang saya lihat di surel dan Slack dan sebagainya."
7:30 pagi Shipchandler "resmi mulai kerja," sebelum sebagian besar insinyur Twilio yang biasanya mulai jam 9.
6:30 sore Dia istirahat makan malam—entah di rumah sama keluarga, atau dengan pelanggan atau pimpinan senior kalo lagi di luar kota. "Saya biasanya sedang di perjalanan sekitar 75% dari waktu, tapi rutin sama."
8:00 malem Dia menyempatkan sekitar satu jam kerja tambahan sebelum santai dengan menonton SportsCenter selama 20-30 menit kalo sedang bepergian, atau apa pun yang "bikin istri tidur paling cepet" kalo di rumah, dia bercanda.
9:30 malem Waktu tidur.
Akhir pekan: Shipchandler bangun jam 6:30 pagi. RUtinitasnya lebih santai di akhir pekan, dia masih kerja di kebanyakan hari Minggu. "Itu sifat pekerjaan, saya biasanya mikirin kerjaan dan jarak yang saya ijinin buat nggak mikirin kerjaan adalah sampe delapan jam di hari Sabtu."
Kebiasaan berkinerja tinggi: Lari keliling rumah buat ngilangin stres di antara rapat
Ditanya apakah work-life balance itu mungkin di posisi puncak, Shipchandler dengan cepat menjawab: "Menurut saya nggak."
Tapi bukan berarti dia biarin waktu berjam-jam berlalu begitu aja. J"Saya setuju bekerja lebih cerdas, dia juga numbahin soal memaksimalkan setiap alat produktivitas yang ada, alias dia lebihin, dia sangat bergantung pada kebiasaan berkinerja tinggi untuk tetap fokus." waktu berhambus yang biasa kup tang mungkin kebanyakan or "S ng manfaat." yang idak ta"
Hab"Saya setuju pis kacih": she gambta ada contoh dik ya sana te rogen an dan buku bawah," dia kata tambah contoh pu waktu Ber w sudah pu ‘}
C tara’ }
} ser his alu," Selasi, tapi ada mem"}