Selamat pagi. Apa artinya menjadi seorang “pekerja teknologi” di zaman AI ini? Saya pernah ngobrol dengan CEO Snowflake, Sridhar Ramaswamy, waktu saya jadi moderator di Snowflake Summit minggu lalu, dan itu bikin saya mikir. Perusahaan data cloud AI-nya baru aja ngeluarin laporan yang teman saya, Sebastian Herrera, bilang sebagai “kuartal pertama yang luar biasa” yang bikin harga sahamnya naik lebih dari 50%. Ramaswamy jadi CEO Snowflake di tahun 2024, beberapa bulan setelah perusahaannya akuisisi Neeva, perusahaan search yang dia bikin sebagai alternatif \Google\ bisnis iklan yang dia bangun selama 15 tahun. Di Google, dia liat gimana fokus yang terlalu ke produk bisa merugikan bukan cuma pelanggan tapi juga karyawan.
“Google di beberapa waktu menggambarkan dirinya sebagai perusahaan teknik atau perusahaan produk, dan saya rasa itu meremehkan dan mengasingkan banyak orang,” kata Ramaswamy. “Salah satu hal yang saya coba lakukan di sini adalah pastikan semua orang merasa mereka ada di sini untuk alasan yang jelas, kerja keras mereka diharggain… Kami sukses karena bisa kerja sama dengan baik.”
Untuk seorang pria PhD di ilmu komputer, yang terkenal kemampuannya membangun, mengatur, dan meluncurkan produk software yang inovatif, itu pernyataan yang sangat dalam. Kami udah banyak lihat contoh orang Silicon Valley yang suka ngomong gampang soal ‘pelatih-pemain’ dan meremah-an karyawan non-teknologi. Susah nemu pimpinan teknologi kaya Ramaswamy atau Ravi S dari Cognizant, bilang kayanya kita udah di ambang zaman baru dimana skill coding adalah modal dasar, dan rekrut dengan kemampuan lain itu kritis untuk sukses.
Kata Ramaswamy lagi: ‘Percaya deh, spesialisasi dan deskripsi kerja yang ada pas ini itu mitos belaka. Banyak tugas yang sebenarnya gak diperlukan lagi, dan banyak yang harus diciptakan. Semua toh ngerti itu, kecuali soal tim yang mereka atur sendiri-man.’
“Keuntungan paling paling-mending dari pekerja muda yang bagus adalah mereka ga punya kenangan buat smai impian baru mereka, g ada semua masa lalu lama a; mereka tinggal di mi era i bawah lama mi i paling ja bang bag pag ga, – kang rumy n dan wis gak g itu so semain sanh segangkan mela ja vnâ dan lin su’ arp of ini meme slung ai hari rang gamd p mis bl ac kan ai tu