CEO Patreon, Jack Conte, capek lihat perusahaan AI buat perjanjian dengan perusahaan besar kayak Disney, tapi mengabaikan banyak kreator kecil yang kontribusi ke model AI mereka.
Di konferensi South by Southwest minggu ini, Conte bilang perusahaan AI harus anggap karya kreator sama seperti karya Disney atau Warner Music. Mereka harus buat perjanjian, bukan pakai konten tanpa izin.
Dia serang doktrin hukum "fair use" yang dipakai perusahaan AI buat latih model mereka tanpa bayar. Bagi Conte, celah hukum ini omong kosong.
"Perusahaan AI klaim ‘fair use’, tapi argumen ini palsu," kata Conte. "Mereka buat kesepakatan jutaan dolar dengan pemilik hak seperti Disney dan Condé Nast, tapi tidak dengan kreator kecil."
Conte tunjukkan kesepakatan lisensi besar perusahaan AI dengan pemilik kekayaan intelektual, yang menurutnya tunjukkan standar ganda. Kreator kecil ditinggalkan.
"Kalau legal buat pakai gratis, ngapain bayar?" tanya Conte. "Kenapa bayar mereka dan tidak pada jutaan ilustrator, musisi, dan penulis yang karyanya dipakai untuk bangun nilai ratusan miliar dolar?"
Juru bicara Patreon bilang komentar Conte mencerminkan perasaan campur aduk dari kreator tentang penggunaan karya mereka di era AI.
Klaim "fair use" perusahaan AI sering dipertanyakan. The New York Times pernah gugat OpenAI karena pakai artikel mereka tanpa izin. Penerbit kamus juga pernah menuntut.
Anthropic, rival OpenAI, pernah bayar penyelesaian gugatan kelas senilai $1,5 miliar ke sekelompok penulis.
Conte bilang dia tidak anti-AI, dan perubahan memang tak terhindarkan. Tapi perusahaan AI harus bayar kreator untuk karya mereka.
"Masyarakat yang menghargai dan memberi insentif pada kreativitas akan lebih baik untuk semua," ujarnya.
Artikel ini diperbarui tanggal 19 Maret dengan komentar dari juru bicara Patreon.