CEO Cursor Peringatkan ‘Pemrograman Vibe’ yang Membangun Fondasi Rapuh dan Akhirnya ‘Segalanya Runtuh’

Cursor bisa pakai AI untuk bantu programer menulis kode, tapi jangan sebut itu vibe coding, kata CEO sekaligus pendiri Michael Truell.

Sekarang ini, programer bisa mundur sedikit dari kodenya dan minta AI untuk kerjakan tugas dari awal sampai akhir, jelasnya di konferensi Fortune Brainstorm AI awal bulan ini.

Tapi dia tekankan, ada tingkatannya dalam coding dibantu AI. Istilah "vibe coding" sering didengar, tapi itu lebih cocok untuk pembuat yang masih amatir atau pengguna AI yang kurang pengalaman.

"Vibe coding itu metode coding dengan AI di mana kamu tutup mata dan lihat kode sama sekali, cuma minta AI yang bangun semuanya," ujarnya.

Dia ibaratkan seperti bangun rumah cuma pasang empat dinding dan atap, tapi nggak tahu kondisi di bawah lantai atau kabelnya. Metode ini mungkin cocok untuk bikin purwarupa game atau website cepat, tapi untuk pemrograman yang lebih kompleks, bisa berantakan, ia peringatkan.

Berbeda dengan itu, Cursor benamkan AI langsung di lingkungan pengembangan (IDE). Alat ini bisa bantu lengkapi kode, buat fungsi utuh, debug, dan jelaskan error.

Walau usianya baru 25 tahun, pandangan Truell soal coding AI cukup diperhitungkan. Cursor dibuat sebagai proyek tahun 2022 dan sekarang sudah punya 1 juta pengguna harian. Pendapatannya capai $1 miliar per tahun dan punya 300 karyawan.

Cursor dapat investasi pertama $8 juta dari OpenAI Startup Fund di 2023. Di 2025, mereka raih pendanaan $2,3 miliar dengan valuasi $29,3 miliar.

Menurut Truell, Cursor gabungkan yang terbaik dari dua dunia: bantu ahli masuk ke detail kode, tapi juga bisa mundur dan minta AI kerjakan tugas lengkap bila diperlukan.

MEMBACA  Tim Berners-Lee Peringatkan Bahaya AI bagi Model Iklan di Internet