CEO Chevron: Venezuela Harus Tingkatkan Upaya Pulihkan Industri Minyak

Menteri CEO Chevron Corp, Mike Wirth, bilang perubahan kebijakan minyak Venezuela itu tanda kemajuan buat narik investor asing. Tapi, masih butuh langkah-langkah tambahan.

“Ini bawa hal ke arah yang positif,” kata Wirth di acara Face the Nation CBS. “Masih perlu diperbaiki sedikit. Mungkin belum cukup buat dapetin investasi yang kita mau. Jadi, menurut saya, sudah ada kemajuan.”

Wirth percaya sama kebijakan pemerintahan Trump soal Venezuela, setelah AS nggulingin Nicolás Maduro bulan Januari dan Delcy Rodríguez jadi presiden sementara. Beberapa minggu setelah Maduro ditangkap, Venezuela ubah kebijakan minyak nasionalisnya yang udah lama, biar bisa narik investor.

Sekelompok bos minyak AS yang ketemu Rodríguez di Caracas minggu lalu minta jaminan Venezuela aman buat investasi. Ini tanda kalau minat perusahaan minyak AS makin besar, bukan cuma Chevron doang, apalagi Presiden Trump minta produksi minyak Venezuela dihidupin lagi.

“Naiknya produksi di sana bakal ningkatin keandalan energi dan pasokan di Amerika Serikat,” ujar Wirth.

Wirth bilang, tenaga kerja minyak Venezuela udah banyak yang ilang karena imigrasi. Ini bikin pemulihan industri besar tergantung pada apakah orang-orang luar negeri bakal balik. Hal ini juga diangkat sama pemimpin oposisi María Corina Machado.

Wirth juga hati-hati soal keputusan Trump minggu lalu yang pakai Defense Production Act buat kasih dana federal buat proyek energi, karena pemerintah lagi ditekan buat redam naiknya biaya energi.

“Produksi gak bisa langsung nyala begitu aja,” katanya. “Perlu rekayasa, rantai pasokan, kontrak, dan pekerja yang pindah dan siap kerja.”

Fortune 500 Innovation Forum bakal kumpulin eksekutif Fortune 500, pejabat kebijakan AS, pendiri top, sama pemikir ulung, buat nentuin masa depan ekonomi Amerika, 16-17 November di Detroit. Daftar di sini.

MEMBACA  Mengapa Tantangan AI CEO Apple Tim Cook Jadi Peringatan bagi Pemimpin Eksekutif

Tinggalkan komentar