Kalau bicara tentang logam mulia, perak sering kali diabaikan. Dibandingkan sama emas, harganya per ons jauh lebih murah, jadi emas dapat perhatian lebih. Tapi, harga perak sudah naik banyak dalam 10 tahun terakhir, disebabkan oleh kekhawatiran inflasi, permintaan industri, dan ketidakpastian ekonomi.
Kalau kamu tertarik investasi di perak, memahami pilihan investasi yang ada, resiko investasi di logam mulia, dan di mana beli perak itu penting. Di bawah ini adalah panduan lengkap cara membeli perak, termasuk detail yang harus kamu ketahui sebelum mulai.
Harga perak naik dari $14 per ons di tahun 2015 jadi lebih dari $72 per ons di akhir 2025, sebuah kenaikan 414%.
Kamu bisa investasi di perak dengan beli koin atau batangan fisik, saham, dana ETF (exchange-traded funds), atau dengan buka rekening pensiun individu (IRA) perak.
Perak bisa jadi pelindung terhadap inflasi dan alat diversifikasi, tapi harganya bisa sangat berubah-ubah.
Harga perak selalu berfluktuasi berdasarkan pasokan dan permintaan global. Sama kayak emas, perak diperdagangkan di bursa komoditas, dan harganya disebut sebagai harga per troy ons.
Harga perak stabil selama bertahun-tahun, tapi melonjak dalam dekade terakhir. Perkembangannya di tahun 2026 tetap mengesankan. Per 16 Maret 2026, harga perak adalah $78.32, menurut Kitco.
Harga perak didasarkan pada beberapa faktor:
Inflasi: Perak dan logam mulia bisa jadi pelindung dari inflasi. Saat daya beli dolar AS menurun, investor biasanya alokasikan lebih banyak uang ke aset lain, seperti perak, yang bisa meningkatkan permintaan.
Permintaan Industri: Perak banyak dipakai di manufaktur, khususnya dalam pembuatan elektronik, panel surya, peralatan medis, dan kendaraan. Saat aktivitas manufaktur naik, permintaan perak juga naik.
Ketidakpastian Ekonomi: Selama masa ketidakpastian ekonomi, seperti jatuhnya pasar saham, tingkat pengangguran tinggi, atau konflik global, investor melihat perak dan logam mulia lain sebagai investasi safe haven, jadi harga perak cenderung naik.
Permintaan Konsumen: Perak populer untuk perhiasan, koin koleksi, dan pembelian bullion. Permintaan ritel yang kuat dari konsumen bisa memperketat pasokan yang tersedia dan menaikkan harga.
Karena perak dipakai oleh sektor industri, konsumen, dan investor, harganya cenderung lebih fluktuatif daripada emas, dengan perubahan harga yang lebih tajam.
Ada beberapa cara untuk berinvestasi di perak, masing-masing dengan keuntungan dan resikonya sendiri:
Koin dan Batangan Perak Fisik adalah opsi investasi yang populer. Kamu bisa beli koin dan batangan ini lewat penjual online atau toko koin lokal, dan kamu bisa pegang investasimu langsung dan simpan di rumah.
Saat investasi di perak fisik, lebih baik fokus pada perak standar, yaitu perak yang memenuhi syarat untuk rekening pensiun individu (IRA). Perak yang disetujui IRA harus memiliki kemurnian 0.999. Koin dan batangan perak yang disetujui termasuk:
- Koin American Silver Eagle
- Kotak Mint American Silver Eagle
- Koin Canadian Silver Maple Leaf
- Batangan Perak Johnson Matthey
- Bulatan Perak Sunshine Mint
Dengan perak fisik, kamu punya beberapa kekhawatiran tambahan: Kamu perlu punya penyimpanan dan asuransi yang tepat untuk kepemilikanmu.
Bagi yang mau terpapar perak tanpa harus beli dan simpan koin atau batangan fisik, ETF perak bisa jadi pilihan pintar. ETF perak melacak kinerja perak, jadi keuntungan dan kerugiannya akan meniru perak fisik. Contohnya, abrdn Physical Silver Shares ETF (SIVR) didukung oleh perak fisik yang disimpan di brankas aman.
Alih-alih investasi langsung di perak, opsi lain adalah investasi di perusahaan pertambangan dengan beli saham. Saham pertambangan besar termasuk:
- Buenaventura Mining (BVN)
- First Majestic Silver (AG)
- Pan American Silver (PAAS)
IRA Logam Mulia adalah IRA khusus yang izinkan kamu investasi di aset alternatif seperti perak. IRA perak bisa termasuk bullion perak, emas, atau platinum. Perak dalam IRA harus memenuhi standar kemurnian (0.999), dan perak harus disimpan dengan custodian yang disetujui.
IRA logam mulia tunduk pada aturan dan manfaat pajak yang sama seperti IRA standar.
Untuk mulai berinvestasi di perak, ikuti langkah-langkah ini:
1. Tentukan Tipe Investasi: Pikirkan jenis investasi apa yang mau kamu lakukan. Koin atau batangan perak fisik adalah opsi bagus kalau kamu mau investasi yang nyata dan tidak keberatan menyimpannya sendiri, sementara saham dan ETF bisa lebih baik untuk yang mau likuiditas dan kenyamanan lebih.
2. Tentukan Alokasi Portfolio: Secara umum, para ahli rekomendasikan untuk mengalokasikan tidak lebih dari 15% portofoliomu ke logam mulia seperti perak atau emas. Penting untuk mendiversifikasi portofoliomu karena harga perak bisa fluktuatif.
3. Tetapkan Anggaran: Dibanding emas, perak relatif lebih terjangkau, jadi lebih mudah beli satu ons langsung. Tapi, perak fisik biasanya ada premi dealer, yang bisa nambah ke harga keseluruhan, jadi tetapkan anggaran. Banyak investor kumpulkan perak pelan-pelan dengan beli jumlah tertentu secara rutin, misal dua ons setiap bulan.
Kalau investasi di saham atau ETF, kamu bisa atur investasi berulang dan beli saham tiap bulan.
4. Pilih Dealer atau Broker: Tergantung jenis perak yang kamu investasikan, kamu perlu bekerja sama dengan dealer atau broker.
Dealer perak fisik bisa penjual online atau toko koin lokal. Sebelum beli, riset reputasi perusahaan pakai platform seperti Better Business Bureau dan TrustPilot, dan tanya tentang biaya dealer dan ongkir.
Untuk akun broker, perhatikan biaya atau rasio pengeluaran platformnya.
5. Amankan Investasimu: Kalau investasi di perak fisik, keamanan itu kritis. Kamu bisa simpan perak di rumah, tapi kamu perlu brankas kuat yang dikancing ke lantai. Opsi lain termasuk kotak safe deposit bank atau fasilitas penyimpanan bullion profesional.
Kalau punya perak fisik, kamu mungkin juga perlu tambah endorsemen asuransi ke polis asuransi rumah atau penyewa, atau beli polis mandiri.
Walaupun perak bisa menjadi alat diversifikasi yang berguna, ada dua resiko besar yang perlu diwaspadai.
Volatilitas Harga: Perak terkena dampak permintaan industri dan investor, jadi harganya bisa lebih fluktuatif daripada logam mulia lain. Akibatnya, harganya mengalami fluktuasi yang lebih parah.
Contohnya, harga perak awal tahun adalah $89.93. Tapi per 16 Februari, harganya turun jadi $75.43, turun sekitar 16% dalam beberapa minggu.
Likuiditas: Perak bisa kurang likuid daripada jenis investasi lain. Dengan koin atau batangan perak fisik, kamu harus cari pembeli dan bayar ongkir dan biaya asuransi. Sebaliknya, ETF dan saham bisa dijual instan selama jam pasar.
Dalam dekade terakhir, kinerja perak sangat bagus, mengalahkan beberapa patokan pasar saham besar seperti Vanguard Total Stock Market Index Fund Admiral Shares (VTSAX) atau Invesco QQQ Trust (QQQ).
Perak mungkin mengalahkan pasar dalam periode ini, tapi kinerjanya kurang mengesankan di dekade sebelumnya, dan tidak jelas bagaimana perak akan berkinerja di masa depan. Jadi, bijaksanalah untuk menjadikan perak dan logam mulia lain hanya sebagian kecil dari portofoliomu secara keseluruhan.
Penasihat keuangan dan profesional investasi bilang investor tidak boleh menaruh lebih dari 15% portofolionya ke logam mulia. Alokasi yang tepat tergantung pada toleransi resiko, tujuan investasi, dan usiamu.
Rasio Emas-perak adalah perbandingan harga emas terhadap harga perak. Dengan kata lain, itu adalah berapa banyak perak yang perlu kamu miliki untuk membeli satu ons emas. Contoh, kalau emas $5.000 per ons dan harga perak $75 per ons, rasio emas-peraknya adalah 67:1.
Perak bisa jadi investasi yang bagus kalau kamu mau alat diversifikasi atau pelindung dari inflasi. Tapi, harganya bisa berubah-ubah, jadi paling cocok untuk investor jangka panjang.
Harga perak dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:
- Permintaan industri
- Inflasi
- Suku bunga
- Gangguan pasokan
- Permintaan investor
Prospek untuk perak kuat, dan banyak ahli prediksi perak akan capai $100 per ons di akhir 2026.