Pertumbuhan penjualan BYD turun jadi 7.7% di tahun 2025. Ini karena persaingan dalam negeri di pasar mobil China yang sudah jenuh mengurangi laju perusahaan raksasa EV ini. Ini adalah pertumbuhan paling lambat untuk perusahaan dalam lima tahun. BYD menjual 4.6 juta kendaraan tahun lalu, bandingkan dengan 4.3 juta di 2024.
Penjualan bulanan untuk Desember turun 18.3% dibanding tahun sebelumnya, jatuh ke sekitar 420,000 mobil yang terjual, menurut pelaporan bursa tanggal 1 Januari.
Tapi, perusahaan EV China ini masih kemungkinan besar akan mengalahkan Tesla dalam penjualan kendaraan listrik baterai (BEV) tahunan untuk pertama kalinya. Perusahaan itu menjual 2.3 juta BEV di 2025, naik 27.9% dari tahun sebelumnya.
Pada 29 Desember, Tesla membagikan perkiraan analis yang memprediksi perusahaan itu menjual 1.6 juta BEV di 2025. Analis juga memprediksi Tesla akan jual 1.8 juta mobil di 2026, 2 juta mobil di 2027, dan 3 juta mobil di 2029. Ini akan lebih rendah dari klaim Musk di November bahwa perusahaan akan jual 4 juta mobil per tahun pada 2027.
Penjualan Tesla kesulitan tahun ini karena ketidaksukaan konsumen dengan keterlibatan CEO Elon Musk di politik AS. Pemerintahan Trump juga menarik subsidi untuk mobil listrik, yang kemungkinan akan memperlambat penjualan lagi.
Perusahaan mobil AS itu mengirimkan 1.2 juta mobil dalam tiga kuartal pertama 2025; Tesla kemungkinan akan umumkan angka pengiruman kuartal keempatnya di awal Januari.
Saham BYD naik 3.6% dalam perdagangan di Hong Kong pada Jumat. Saham raksasa EV ini naik sedikit lebih dari 10% sepanjang 2025, ketinggalan dari pasar Hong Kong secara keseluruhan. Saham Tesla naik 18.6% tahun lalu.
Pasar EV China
Pasar mobil China sangat kompetitif, dengan produsen mobil memotong harga untuk mengambil pangsa pasar dari pesaingnya. Investasi besar di manufaktur EV juga menyebabkan kelebihan pasokan mobil di China, dengan UBS memperkirakan bahwa tingkat pertumbuhan penjualan EV di China akan turun setengahnya di 2026.
Persaingan dalam negeri mendorong perusahaan mobil China cari pasar baru di luar negeri. Negera itu sekarang adalah eksportir mobil terbesar di dunia, mengalahkan kekuatan pembuat mobil tradisional seperti Jepang dan Jerman.
BYD sekarang adalah merek EV terkemuka di Asia Tenggara, mendominasi pasar penting seperti Thailand dan Malaysia. Di Singapura, BYD bahkan melampaui pembuat mobil Jepang Toyota sebagai merek mobil terlaris tahun 2025.
Perusahaan mobil China ini juga menargetkan pasar Eropa. BYD mendirikan pabrik mobil Eropa pertamanya di Szeged, Hungaria, yang rencananya mulai produksi EV di 2026. Fasilitas itu akan memproduksi sekitar 150,000 sedan listrik kompak per tahun. BYD juga sedang membangun, atau berencana membangun, fasilitas di Thailand, Indonesia, dan Brazil.