Perusahaan minyak besar Eropa yang punya meja trading terbesar naikin untung trading mereka sampe $4.75 miliar di kuarter pertama dibanding akhir taun lalu. Ini terjadi karena volatilitas pasar yang ekstrem akibat perang di Iran.
Menurut laporan Financial Times, perusahaan-perusahaan besar Eropa kayak BP, Shell, dan TotalEnergies kemungkinan dapet untung tambahan antara $3.3 miliar sampe $4.75 miliar di kuarter pertama dibanding kuarter keempat 2025. Analis juga ngasih perkiraan yang sama.
Perusahaan minyak besar biasanya gak ngungkapin untung trading secara terpisah dari hasil keseluruhan, tapi mereka sering kasih komentar soal kinerja divisi trading mereka.
Di kuarter ini, naiknya harga minyak dan gas serta volatilitas yang tinggi bikin untung besar buat semua perusahaan yang punya meja trading dan divisi yang luas. Di segmen ini, perusahaan Eropa punya kinerja lebih bagus dari perusahaan besar di AS.
Pas terjadi gangguan terburuk di sejarah pasar minyak, perusahaan Eropa ngeliat untung trading yang mereka bilang “luar biasa”. Ini ngebantu nutupin kerugian produksi dari Timur Tengah.
Buat perusahaan AS kayak Chevron dan ExxonMobil, untung mereka lebih terkait sama hilangnya produksi di Timur Tengah. Tapi tetep aja, dua perusahaan AS ini berhasil ngelampaui ekspektasi analis karena kenaikan harga minyak lebih dari cukup buat nutupin penurunan produksi.
Shell minggu lalu ngelaporin untung kuarter pertama yang di atas ekspektasi pasar. Perang di Iran bikin harga minyak naik dan ningkatin untung trading mereka. Shell bilang ini karena harga minyak yang lebih tinggi dan aktivitas trading yang jauh lebih besar waktu pasar lagi gak stabil.
Untung BP di kuarter pertama lebih dari dua kali lipat dibanding taun lalu. Harga minyak naik dan trading minyak booming selama perang di Timur Tengah.
Sementara itu, TotalEnergies naikin dividen sementara mereka sebesar 6% setelah untung kuarter pertama naik 30% dibanding taun lalu. Ini didorong sama lonjakan harga minyak dan hasil trading minyak yang sangt kuat selama perang Iran.
Ditulis oleh Michael Kern untuk Oilprice.com