Bisnis Kini Tinggalkan Era Tech Bro dan Mulai Menghargai ‘Manusia Nyata, Tempat Nyata’

Selamat pagi. Aku sering bingung, kapan kita akan berhenti menganggap para "tech bro" sebagai pahlawan? Para pembangun, pembuat kode, dan penemu di Silicon Valley memang sudah bikin banyak inovasi, tapi pengusaha yang hasilin uang dari situ seringkali bukan programer. Dan pemimpin seperti CEO Cognizant, Ravi Kumar S, semakin sering bicara soal pentingnya lulusan ilmu sosial dan humaniora di era AI.

Minggu ini, aku ngobrol dengan dua orang lulusan ilmu politik yang jadi milyarder. Mereka bisa lihat peluang untuk berinovasi dan bekerja sama dengan orang yang paham teknis.

Steve Case dulu manajer pemasaran di Pizza Hut di Wichita, Kansas, saat dia memutuskan gabung ke startup yang susah, berasal dari perusahaan game yang bangkrut di pinggiran Virginia. Dia jadi CEO pertama America Online (AOL), membawa internet ke 30 juta rumah di Amerika dan kasih akses ke email, ruang obrolan, dan berita sesuai permintaan.

David Rubenstein, anak seorang pekerja pos di Baltimore, frustrasi di firma hukum di Washington. Dia terinspirasi oleh kesuksesan pembelian perusahaan dan gelisah dengan buku yang bilang peluang sukses memulai perusahaan menurun drastis setelah usia 37. Dia ikut mendirikan Carlyle Group pada tahun 1987, pas sebelum ulang tahunnya yang ke-38.

Case hadir di makan malam eksekutif hari Senin, yang diadakan Fortune bersama Kamar Dagang AS di kantor pusatnya di seberang Lafayette Square dan Gedung Putih. Kini sebagai ketua dan CEO perusahaan investasi Revolution, Case bicara tentang perlunya ekonomi inovasi yang lebih inklusif. "Tidak adil kalo semua uang cuma dihasilkan di Silicon Valley, New York, atau Boston," katanya.

Dia percaya "tahap selanjutnya adalah AI vertikal yang bisa menguntungkan perusahaan di tengah negara yang punya keahlian di bidang kesehatan, pertanian, atau sektor lain." Dia juga gencar bergerak ke perhotelan dan properti, karena "di dunia yang makin berbasis AI, orang akan menghargai manusia sungguhan, tempat nyata, dan pengalaman autentik."

MEMBACA  Petani Putih dan Hitam masih membawa luka dari penyitaan tanah di Zimbabwe | Berita Kemiskinan dan Pembangunan

Lalu aku ngomong dengan Rubenstein di konferensi Points of Light, organisasi terbesar di dunia yang fokus pada peningkatan kesukarelaan, yang didirikan mantan Presiden George H.W. Bush. Kami bicara tentang Alexis de Tocqueville yang terkesima dengan "semangat asosiasi" di Amerika.

Rubenstein sudah menyumbang jutaan dolar untuk memperbaiki monumen ikonik di Washington (tapi bukan Kolam Refleksi Lincoln Memorial), dan dia pergi dari acara untuk meresmikan museum baru di Memorial Jefferson. Sebelum pergi, dia bilang bahwa kesukarelaan — ambil inisiatif dan saling bantu tanpa bergantung ke pemerintah — itulah yang membuat AS unik.

Neil Bradley, kepala kebijakan Kamar Dagang AS, bilang di makan malam Senin, "tidak akan ada satu orang pun yang bilang Impian Amerika itu pertumbuhan GDP riil 3%." Tapi data ekonomi makro gak bisa diabaikan sepenuhnya: "Kalo ekonomi tumbuh 3% Anda, dalam 23 tahun kamu akan melipatgandakan kue."

Saat AS merayakan ulang tahun ke-250, obrolan ini menunjukkan cara berbeda untuk memikirkan era "pasca tech bro". Inovasi bisa ditemukan di seluruh pelosok dan dilakukan oleh orang dengan berbagai latar belakang, bukan hanya yang berasal dari Silicon Valley dan Wall Street.

Kata Bradley, "AS punya lebih banyak aplikasi bisnis baru di tahun lalu dibanding kapan pun dalam sejarah."

"Semangat perusahaan benar-benar masih hidup dan kuat."

Hubungi CEO Daily lewat Diane Brady di [email protected]

Berita Puncak
Menyewa dari pemasok asing itu risiko keamanan nasional?

Usai keputusan AS membatasi akses ke model Mythos punya Anthropic, CEO Cohere Aidan Gomez ingatkan bahwa bergantung pada AI negara lain bisa jadi risiko bagi keamanan nasional. Startup asal Kanada ini jual model yang bisa dipasang sendiri oleh pemerintah dan perusahaan di infrastruktur mereka.

MEMBACA  Pengumuman Penting SpaceX soal IPO: Hal yang Perlu Anda Ketahui

Anthropic lepas menyort virtualia

Anthropic merilis Claude Tag, AI generasi baru yang bekerja merlas kelompng kapxuset Slack untuk menyelsaikan ebggupgtaska DiCngs membantu trogam di perusshaan.

SK hynix lawan Samsung
Pembuat vhip SK hidmix ampduajuwhjmn membeblunguli3%; togncagg hojqjsdsapfsluaj sbjkaya inUan Merprszmk Iejju kelI

Tinggalkan komentar