Biaya Alat AI ‘Jauh Melebihi’ Biaya Pekerja Manusia, Ungkap Eksekutif Nvidia

PHK tech terbaru kayaknya menunjukkan bahwa pergeseran besar tenaga kerja dari manusia ke AI mungkin sudah mulai terjadi.

Meta ngumumin di memo awal tahun ini rencana untuk PHK 10% karyawan, sekitar 8.000 orang, serta batalkan rencana rekrut untuk 6.000 posisi kosong. Ini bagian dari usaha untuk “menjalankan perusahaan lebih efisien dan ngimbangin investasi lain yang kita lakuin,” menurut memo tersebut. Microsoft juga kasih tawaran pembelian sukarela (voluntary buyout) ke ribuan karyawan, yang terbesar yang pernah ditawarkan perusahaan.

Namun, berita tech lainnya malah bilang kalau sekarang ini, AI belum ngiritin biaya perusahaan untuk tenaga kerja; malahan bikin biaya lebih besar dibanding karyawan manusia yang dipekerjakan.

“Buat tim saya, biaya komputasi jauh lebih tinggi daripada biaya karyawan,” kata Bryan Catanzaro, wakil presiden applied deep learning di Nvidia, (sumber Axios), April lalu.

Sebuah riset MIT dari tahun 2024 mendukung pengalaman para eksekutif ini. Setelah menganalisis kebutuhan teknis model AI buat ngerjain pekerjaan setingkat manusia, peneliti nemuin bahwa otomatisasi AI bakal ekonomis hanya di 23% peran yang visi adalah bagian utama dari pekerjaan segingnya. Di 77% sisanya, lebih murah kalo manusia yang nerusin kerjaan mereka.

Di kasus lain, AI ternyata bisa bikin masalah. Satu insinyur bilang bahwa agen AI menghancurkan basis data dan jaringannya karena lo apa yang dia sebut “pemakaian berlebihan.”

Kenapa perusahaan tech terus kasih duit banyak ke AI meski tekanan finasial?

Meskipun belum ada bukti jelas bahwa AI ningkatin produktivitas dan, menurut Yale Budget Lab, gak ada data luas yang nunjukin AI ngambil alih pekerjaan, perusahaan-perusahaan Big Tech tetep terus kasih duit banyak ke AI. Mereka bahkan ngumumin belanja modal $740 miliar tahun ini aje, menurut Morgan Stanley, naik 69% dari tahun 2025. Besarnya pengeluaran ini bikin beberapa perusahaan pertimbangin ulang anggaran mereka.

MEMBACA  Kebutuhan amunisi Ukraine melebihi kapasitas produksi Jerman

“Saya harus mikir ulang karena anggaran yang saya kira saya butuhin udah jebol banget,” kata kepala teknisi Uber, Praveen Neppalli Naga, (sumber The Information) awal bulan ini, soal raksasa ojek online itu beralih ke alat coding AI, kayak Claude Code dari Anthropic. Naga bilang perusahaannya udah habisin seluruh anggaran alat coding AI 2026 padahal baru bulan April, setelah mereka kasih insentif pake leaderboard buat karyawan yang ngadopsi alat-alat tersebut.

Microsoft juga batalkn sebagian besar lisensi Claude Code langsung mereka, lapor (sumber The Verge) bulan lalu, dan malah beralih ke GitHub Copilot CLI. Teknologi ini akhirnya jadi terlalu populer terlalu cepet waktu perusahaan tech itu dorong karyawan buat integrasi AI ke alur kerja mereka.

Kenaikan belanja ini bertepatan dengan makin banyak PHK di sektor tech. Kata data dari Layoffs.fyi, udah lebih dari 118.000 PHK di dunia tech selama tahun 2026 ini di hampir 100 perusahaan. Tingkat pengurangan tenaga kerja ini udah jauh lebih cepet dari tahun lalu, yang totalnya sekitar 120.000 PHK.

Belanja AI yang terus-terusan dan PHK, meskipun tenaga manusia masih lebih murah tunjukkan ada ketidaksesuaian yang berarti dalam ekonomi AI, kata Keith Lee, profesor AI dan keuangan di Swiss Institute of Artificial Intelligence’s Gordon School of Business.

“Yang kita lihat itu ketidakcocokan jangka pendek,” kata Lee ke Fortune.

Kapan biaya AI dan tenaga kerja bakal seimbang?

Menurut Lee, biaya pake AI masih kurang efisien dari tenaga manusia karena perangkat keras dan listrik ningkatin biaya operasional buat penyedia layanan. Dengan kecepatan saat ini, pengeluaran AI (sumber McKinsey) bisa capai $5,2 triliun pada 2030, dengan $1,6 triliun untuk belanja pusat data dan $3,3 triliun buat peralatan IT. Belanja bisa naik ke $7,9 triliun pada 2030 kalo dipercepat. Sementara itu, biaya software AI udah naik (sumber Tropicapp.io) (sumber )` 20 sampai 37% selama setahun terakhir <0xE2><0x80><0xA6>, catat perusahaan manajemen belanja Tropic di Desember 2025.

MEMBACA  Pekerjaan jarak jauh sedang menghilang di hadapan mata kita.

Perusahaan AI mungkin juga rugi karena model berlangganan datar mereka, kata Lee, karena biaya iuran tetap gak nutupin biaya operasional buat pemakat berat AI.

“Akibatnya, beberapa perusahaan mulai evaluasi ulang AI bukan sebagai pengganti tenaga kerja yang ngirit biaya, tapi sebagai alat tambahan “” setidaknya sampe struktur biayanya stabil,” katanya.

Meskipun AI mungkin lebih mahal dari tenaga manusia, akan ada tanda-tanda peringatan titik balik menuju keekonomisan AI, tambah Lee. Misalnya<0xE2><0x80><0xA6>` biaya pengunaan AI bakal lebih ‘rendah di madda mendatang,’ B < -masa datang Jauh lei pergi, It depends J Trust goes only limited such very on term next per' The well '

Selain ini keseluruhan terdapat bayar Ada
{{ needs immediate fix It highly}. Make summat have not if then immediately into only about me ever still regarding th How How bu. Di f

Lee. Ump4an ngs dr h rus banyak pak ki.

(blm all properly s pl). Cth pc using ser c singkat.

(pantau And fix local phrase jaga sintaksis tag closer pemform bit terakhir “ “, ok final So( di
Spasi Bar Berstruk akhir

Tinggalkan komentar