Meningkatnya Harga Barang Mewah dan Dampaknya pada Kelas Menengah
Ekonomi sekarang ini semakin berbentuk K. Artinya, orang kaya semakin kaya, sementara yang lain semakin sulit. Bisnis mulai meninggalkan pembeli kelas menengah dan lebih fokus pada orang yang punya banyak uang.
Bank Federal New York, Cleveland, Richmond, dan Atlanta melaporkan bahwa permintaan untuk barang mewah seperti perhiasan, perjalanan, dan properti masih kuat. Tapi di sisi lain, pasar untuk produk yang lebih murah justru melemah.
Merek seperti Rolex berani menaikkan harga karena mereka bilang produk mereka adalah investasi, terutama karena harga emas naik. Tapi kenaikan harga ini tidak hanya terjadi pada barang mewah. Tiket pesawat, perawatan hewan, dan mobil juga ikut naik.
Seorang mantan direktur Departemen Keuangan AS, Kitty Richards, bilang perusahaan sekarang berpikir, "Ayo naikkan harga setinggi mungkin dan ambil untung sebanyak mungkin dari orang kaya."
Kelas Menengah Semakin Terdesak
Karena semua harga naik, kelas menengah harus pintar-pintar memilih apa yang bisa mereka beli. Laporan dari Federal Reserve Kansas mengatakan bahwa rumah tangga kelas menengah "memeras lebih banyak nilai dari setiap dolar" sebelum memutuskan untuk belanja. Banyak yang mulai mengurangi makan di restoran, dan kalau pun pergi, mereka pilih menu yang lebih murah.
Sebaliknya, orang kaya tidak terlalu peduli dengan kenaikan harga. Bank Federal Atlanta juga mencatat bahwa kelas menengah semakin stres secara finansial, terutama mereka yang tidak memenuhi syarat untuk bantuan pemerintah.
Ekonomi Berbentuk K Tidak Berkelanjutan
Menurut Joanne Hsu dari University of Michigan, ekonomi berbentuk K artinya pengalaman ekonomi sangat berbeda antara satu kelompok dengan kelompok lain. Jika separuh masyarakat tidak mampu membeli kebutuhan dasar, mereka bisa mulai gagal membayar pinjaman. Tapi selama orang kaya terus belanja, bisnis tidak punya alasan untuk mengubah strategi mereka.
Cara Melindungi Diri dari Inflasi
Banyak orang Amerika sekarang berpikir ekonomi sedang memburuk. Tapi ada beberapa langkah yang bisa membantu.
Pertama, periksa kembali tagihan bulanan seperti asuransi, internet, dan langganan. Misalnya, asuransi mobil naik 18% dalam setahun terakhir. Membandingkan harga dari penyedia berbeda bisa menghemat ratusan dolar.
Kedua, berinvestasi di pasar saham. Indeks S&P 500 biasanya memberikan keuntungan sekitar 10,5% per tahun. Investasi rutin dalam dana indeks murah bisa menjadi cara yang baik untuk melawan inflasi. Warren Buffett sendiri merekomendasikan strategi ini.
Ketiga, diversifikasi dengan emas. Harga emas sudah naik dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Emas adalah pelindung nilai yang baik saat inflasi tinggi.
Keempat, investasi di properti. Sewa dan nilai properti biasanya naik seiring waktu. Platform seperti Mogul memungkinkan Anda berinvestasi di properti sewa tanpa harus membeli rumah sendiri atau mengurus penyewa.
Dengan langkah-langkah ini, Anda bisa melindungi keuangan dari dampak inflasi dan ekonomi yang tidak menentu.