Bagaimana CIO Bazooka Menerapkan AI dalam Permainan Permen Karet dan Menavigasi Rintangan Industri Manisan

Ketika Sankar Karuppasamy jadi CIO di perusahaan kartu dagang Topps, dia lapor ke CFO. Tapi setelah pindah ke Bazooka, perusahaan permen karet yang dipisah dari Topps lewat penjualan $700 juta ke Apax Partners di 2023, dia mulai lapor langsung ke CEO, Tony Jacobs.

“Banyak transformasi terjadi, dengan pemilik baru mendukung investasi,” kata Karuppasamy tentang peran teknologi di masa depan Bazooka. Perubahan struktur pelaporan ini mencerminkan tren besar di perusahaan Amerika, di mana 65% CIO sekarang lapor ke CEO, naik dari 41% sepuluh tahun lalu, menurut Deloitte.

Karuppasamy udah pakai AI dan machine learning di berbagai operasi Bazooka, untuk bikin peramalan permintaan lebih tajam, percepat pemasaran dan bahan kemasan, uji coba agentic AI di rantai pasok, dan kerja di proyek yang mindahin karyawan dari ChatGPT OpenAI ke Claude punya Anthropic. OpenAI dan Anthropic sekarang bersaing ketat, dari siapa yang bikin model AI paling canggih sampai siapa yang bisa IPO duluan.

Bazooka udah lihat banyak perubahan teknologi dan ekonomi selama 75 tahun lebih. Setkenalin permen karet Bazooka di 1947, perusahaan yang dulu berbasis di Brooklyn, New York, ini meluncurin Bazooka Joe Comics di 1953 dan permen “Ring Pop” yang bisa dipake di 1977.

Kedatangan AI terjadi pas industri makanan dan minuman hadapi tantangan, dengan konsumen yang tertekan inflasi beralih ke merek privat dan konsumsi turun karena lebih banyak orang Amerika pakai obat GLP-1, yang kurangi nafsu makan dan kalori. Penjualan ritel permen di AS naik 1,5% di 2025, tapi unit sales turun di semua kategori, menurut National Confectioners Association.

Musiman juga jadi tantangan buat Bazooka. Penjualan permen naik pas hari libur besar kaya Halloween, Valentine, dan Natal. Itu sebabnya Karuppasamy investasi di peramalan dan perencanaan skenario dari Anaplan, yang pake machine learning buat ramal permintaan dari pengecer biar Bazooka bisa atur produksi lebih tepat. Akurasi peramalan naik dari 60% ke 90%.

MEMBACA  Polisi mencari tersangka lain dalam kasus penemuan 37 motor curian di Jakarta Barat

Strategi AI Karuppasamy fokus di tiga lapisan: produktivitas, mengubah alur kerja unik di fungsi bisnis beda, dan upaya awal untuk adopsi AI otonom. Di awal ledakan AI generatif, Bazooka pake ChatGPT untuk produktivitas umum.

Tapi pas organisasi mulai ubah cara pikir soal AI dari penggunaan umum ke alat khusus pekerjaan dan agentic AI, Karuppasamy lebih terkesan sama Claude. Meski gitu, dia masih mungkin berubah pikiran lagi. “Bisa muncul sesuatu yang lain tahun depan,” katanya.

Bazooka kasih pelatihan dasar ke karyawan soal model bahasa besar, tapi pas beralih ke Claude, mereka juga tingkatkan pelatihan departemen fokus ke penggunaan prioritas dan gimana terapin AI secara praktis. Semua karyawan punya target performa cara pake AI, termasuk para eksekutif.

Beberapa penggunaan prioritas AI termasuk percepat pengembangan resep, pake AI untuk ambil wawasan konsumen dari media sosial dan umpan balik pengecer, percepat produksi materi pemasaran dan pastikan semua bahasa di kemasan merah-putih-biru patuhi aturan lokal, serta tingkatkan software di pabrik Pennsylvania.

Satu kemajuan teknologi yang ditolak Karuppasamy: robotika. “Kami ngak punya pabrik besar,” katanya.

Karuppasamy juga pimpin program pilot agentic AI di rantai pasok perusahaan. “Goal pertama kami, sebelum jalanin alur kerja agentic, pastiin kami punya platform data siap dimana agen bisa kerja,” katanya. Bazooka pantau kualitas data dengan ketat, tapi juga bangun pengaman governance yang bener biar data ngak bocor.

Dia jugja cari hasil yang terbukti dari agentic AI, termasuk di manajemen pengiriman dan analisis tarif. “Kami impor banyak produk dari berbagai negara, dan itu masalah besar buat terus analisis,” katanya. Dia harap AI bisa lakuin kerja ini secara otonom dan tunjukin dampak tarif ke keuangan Bazooka.

MEMBACA  Menteri Keuangan Eropa Siaga Menghadapi Tarif 30% Tak Terduga dari Trump untuk UE

John Kell
Kirim pemikiran ke CIO Intelligence di sini.

Tinggalkan komentar