AWS Amazon Bertaruh Besar pada AI Agen untuk Revolusi Perangkat Lunak—CEO Matt Garman: ‘Semua Akan Dibuat Ulang’

CEO AWS, Matt Garman, bilang bahwa Amazon lagi fokus buat perombakan besar ke software yang didukung AI, yang bakal mengubah cara aplikasi dibuat dan dipake di berbagai industri.

AWS Keluarin Alat Produktivitas AI Baru

Selasa kemarin, AWS ngeluarin produk AI baru, termasuk Amazon Quick, yaitu asisten desktop yang bantu pengguna buat tugas kayak bikin presentasi dan jadwal rapat.

Mereka juga kenalin aplikasi Amazon Connect yang dikhususkan buat industri kayak kesehatan, rekrutmen, dan manajemen rantai pasok.

Jangan Lewatkan:

Di wawancara sama Fortune, Garman bilang kemunculan “agen AI” lagi bikin perubahan besar dalam software. “Kita piker bakal ada perubahan besar banget jadi semuanya bakal dibikin ulang.”

“Menurutku produktivitas pribadi nggak pernah benar-benar diubah sejak 30 taun lalu,” tambah Garman, waktu jelasin Quick bagian dari dorongan AWS ke alat-alat AI yang bisa dipake juga sama pelanggan non-AWS.

AWS juga ngumumin kerja sama sama OpenAI, jadi pelanggan bisa akses model kayak GPT dan Codex lewat infrastruktur cloud mereka, nambah pilihan selain sistem dari Anthropic dan Meta.

“Kita pikir ada beberapa alat yang kita bikin bakal cukup sukses dan bakal disukai pelanggan,” kata Garman sambil catat bahwa kebanyakan inovasi software AI bakal dateng dari luar Amazon.

Lihat Juga: Hindari Kesalahan Investasi Nomor 1: Cara ‘Aset Aman’ Kamu Mungkin Bikin Kamu Rugi Besar

Amazon Percepat Ekspansi AI di Bisnis Utamanya

Amazon nambahin usaha AI mereka di otomatisasi rekrutmen, performa komputasi awan, dan belanja infrastruktur.

Amazon luncurin Connect Talent, alat AI rekrutmen yang otomatis nyaring kandidat dan ngelakuin wawancara buat perekrutan massal, sama pemberitahuan ke pelamar saat AI dipake.

MEMBACA  Pemberian Amnesti untuk Hasto dan Abolisi bagi Tom Lembong: Momen Koreksi dalam Penegakan Hukum

Sebelumnya, AWS juga kerja sama sama Cerebras Systems buat percepat proses AI dengan gabungin chip dan bagi beban kerja antara sistem input dan output.

Perusahaan belanjain belanja modal AI yang naik, bilangnya permintaan pelanggan kuat dan profit AWS tetep bagus walau biaya naik, dengan eksekutif berharap efisiensi bisa nutup pengeluaran ke depan.

Gambar via Shutterstock

Baca Selanjutnya:

Tinggalkan komentar