Perusahaan FirstEnergy Corp. (FE), yang pusatnya di Akron, Ohio, bikin, ngirim, dan jual listrik, juga cari, produksi, dan jual gas alam. Dengan nilai pasar $27,2 miliar, perusahaan ini punya dan jalankan pembangkit listrik tenaga batu bara, nuklir, air, angin, dan matahari, serta ngasih layanan manajemen energi dan jasa lainnya yang berhubungan dengan energi.
Perusahaan bernilai $10 miliar atau lebih sering disebut “saham kapitalisasi besar”, dan FE jelas masuk dalam itu, karena nilai pasarnya sudah lebih dari angka tersebut, nunjukin ukuran, pengaruh, dan dominasinya di industri listrik yang diatur (utilities-regulated). Keberagaman FE di pasar yang diatur dan kompetitif bikin arus pendapatannya seimbang.
Meskipun cukup kuat, FE turun 10,1% dari level tertingginya dalam 52 minggu yaitu $52,34, yang diraih pada 9 April. Selama tiga bulan terakhir, saham FE turun 7,5%, di bawah kinerja Dow Jones Industrials Average (DOWI) yang naik 9,7% di waktu yang sama.
Saham FE naik 5,1% sejak awal tahun (YTD) dan naik 15,6% dalam 52 minggu terakhir, tapi masih kalah dengan kenaikan DOWI yang 6,5% (YTD) dan keuntungan 19,2% dalam setahun terakhir.
Untuk ngedukung tren turun (bearish), FE udah diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 50 harinya sejak pertengahan April. Tapi saham ini sekarang diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 200 harinya.
Pada 28 April, harga saham FE naik sdikit setelah ngelaporin hasil Q1. EPS yang disesuain (adjusted EPS) sebesar $0,72 sesuai perkiraan Wall Street. Pendapatan perusahaan $4,2 miliar, ngelibihi prediksi Wall Street sebesar $3,9 miliar. FE perkirakan EPS setahun penuh antara $2,62 sampai $2,82.
Di bidang listrik yang diatur, pesaingnya Duke Energy Corporation (DUK) ambil alih posisi FE, karena lebih tahan dengan kenaikan 6,6% YTD, tapi masih ketinggalan karena hanya naik 6,6% dalam 52 minggu.
Wall Street agak optimis prospek FE. Saham ini dapet rating “Moderate Buy” dari 17 analis, dan target harga konsensus $52,67 nunjukin potensi naik 12% dari harga sekarang.
Tanggal terbit artikel, penulis Neha Panjwani gak punya posisi (langsung atau langsng enggak) di saham-saham yang diterangin. Semua info cuma buat referensi. Isi berdasarkan Barchart.com.