Saham SoFi Technologies (SOFI) telah turun tajam dalam beberapa bulan terakhir, jatuh lebih dari 38% dalam tiga bulan lalu dan terkoreksi lebih dari 48% dari harga tertinggi 52-minggunya di $32.73. Penurunan curam ini mencerminkan gabungan dari kekhawatiran spesifik perusahaan dan makroekonomi yang menekan sentimen investor.
Sebagian tekanan datang dari kekhawatiran tentang potensi equity dilution setelah perusahaan melakukan capital raise. Investor juga menilai ulang valuasi sahamnya setelah rally kuat sebelumnya, yang membuat harganya terlihat tinggi dibanding patokan historis. Ketidakpastian makroekonomi yang lebih luas, termasuk ketegangan geopolitik dan dampak teknologi AI pada lapangan kerja, turut berkontribusi pada lingkungan pasar yang lebih hati-hati untuk perusahaan fintech.
Sentimen semakin melemah setelah short seller Muddy Waters Research mengungkap posisi short mereka dan menuduh SoFi memakai praktik akuntansi yang menyesatkan. SoFi menolak klaim tersebut, menyebut laporannya tidak akurat dan membela integritas laporan keuangannya.
Perkembangan ini memberi tekanan pada saham SOFI jelang rilis laporan keuangan kuartal pertama pada 29 April.
Meski pasar volatile, kinerja bisnis SoFi tetap kuat, dengan pendapatan dan profitabilitas yang terus tumbuh solid.
Perusahaan jasa keuangan ini juga telah mendiversifikasi aliran pendapatannya. Meski pinjaman tetap bisnis inti, SoFi telah berkembang ke segmen berbasis fee dan capital-light yang menawarkan pendapatan lebih stabil dan skalabel. Pergeseran komposisi pendapatan ini mengurangi ketergantungan pada pendapatan pinjaman yang sensitif suku bunga dan bisa mendukung margin yang lebih tahan lama.
Manajemen telah menanggapi kekhawatiran investor soal share dilution. Menurut perusahaan, modal yang dihimpun telah memperkuat neracanya. SoFi menggunakan sebagian dananya untuk melunasi utang berbunga tinggi, yang membantu menekan biaya bunga. Di waktu sama, perusahaan bisa mengalokasikan kelebihan modal ke aset yang menghasilkan yield, menciptakan tambahan aliran pendapatan bunga.
Melihat ke kuartal pertama, SoFi memperkirakan pendapatan bersih disesuaikan sekitar $1.04 miliar. Itu berarti kenaikan 35% dibanding tahun lalu, sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan 33% di kuartal sama tahun sebelumnya. Pendorong utama pertumbuhan ini adalah ekspansi basis anggota perusahaan. Di kuartal empat 2025, SoFi menambah 1 juta anggota baru, membawa total keanggotaannya ke 13.7 juta, naik 35% dari tahun sebelumnya.
Keterlibatan pelanggan dengan platform juga tetap kuat. Di kuartal yang sama, SoFi menambah 1.6 juta produk baru, mendorong pertumbuhan total produk menjadi 37% YoY. Aktivitas cross-buying menggembirakan, dengan sekitar 40% produk baru berasal dari anggota yang sudah ada. Ini menunjukan perusahaan tidak hanya menarik pengguna baru, tapi juga mendorong pelanggan lama untuk memakai banyak layanan dalam ekosistemnya.
Momentum ini diperkirakan berlanjut ke kuartal pertama. Pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat harusnya mendukung peningkatan profitabilitas lebih lanjut. SoFi memproyeksikan EBITDA disesuaikan sekitar $300 juta, yang berarti margin sekitar 29%, dibanding 27% di periode sama tahun lalu.
Pendapatan per saham juga diperkirakan membaik signifikan. Laba disesuaikan diproyeksikan capai sekitar $0.12 per saham, dua kali lipat dari $0.06 yang dilaporkan setahun sebelumnya. Analis yang meliput saham SOFI memperkirakan angka serupa. Perlu dicatat, SoFi telah melampaui perkiraan EPS analis dalam empat kuartal terakhir, memperkuat ekspektasi bahwa mereka bisa memberikan kinerja solid lagi di hasil mendatang.
SoFi mungkin sekali lagi mencatatkan pertumbuhan solid di Q1, dipimpin oleh ekspansi anggota dan produk serta momentum kuat di pendapatan berbasis fee. Namun, ketidakpastian makroekonomi luas dan sentimen pasar yang lesu perlu diwaspadai.
Analis Wall Street saat ini mempertahankan rating konsensus "Hold" untuk saham SOFI jelang pengumuman laba kuartal pertama perusahaan.