Apa yang Menjadikan Mereka Sebuah Risiko?

Dana ETF itu populer di kalangan trader harian karena bisa dibeli dan dijual kapan aja selama pasar buka. Ini beda dari reksa dana biasa yang cuma bisa di-trade sekali sehari.

Kemampuan trading ETF setiap menit bisa bikin untung besar — tapi juga rugi besar.

ETF punya risiko tertentu yang lebih cocok untuk beberapa investor aja. Bahkan menaruh uang di 10 ETF dengan kinerja terbaik bisa jadi kesalahan investasi. Untuk tau kenapa, teruskan baca.

CNBC baru-baru ini menganalisis ETF terbaik dan nemuin 10 ETF ini punya return tertinggi tahun lalu:

MicroSectors Gold Miners 3X Leveraged ETN

GDXU

+796%

Direxion Daily MU Bull 2X Shares

MUU

+558%

GraniteShares 2x Long MU Daily ETF

MULL

+556%

Direxion Daily Junior Gold Miners Index Bull 2X Shares

JNUG

+466%

BetaPro Canadian Gold Miners 2x Daily Bull ETF

GDXU

+432%

Direxion MSCI Daily South Korea Bull 3X Shares

KORU

+426%

Direxion Daily Gold Miners Index Bull 2x Shares

NUGT

+423%

ProShares Ultra Silver

AGQ

+361%

BetaPro Silver 2X Daily Bull ETF

SLVU

+349%

WisdomTree Efficient Gold Plus Gold Miners Strategy Fund

GDMN

+226%

Cara Dapat Return 10% dari Investasi: 10 Cara Terbukti

Untuk Anda: 6 Akun Aman Terbukti Bikin Uang Anda Tumbuh 13x Lebih Cepat

Return-nya sangat menakjubkan, bahkan di tahun yang bagus untuk Wall Street. Sebaliknya, S&P 500 cuma naik sekitar 16.4% di tahun 2025, menurut Macrotrends.

Jadi, kenapa investasi di ETF terbaik bisa jadi kesalahan?

Menurut Jeff Ptak dari Morningstar, itu karena kebanyakan investor gak punya keahlian di ETF niche sempit yang sering kasih return tertinggi.

MEMBACA  Analisis - Australia menjadi destinasi teratas untuk daftar pertambangan

“Mereka harus punya peran sangat kecil, kalau ada, di portofolio kamu,” kata Plak ke CNBC. “Kebanyakan yang di atas daftar ini adalah niche, sangat volatil, seperti trik. Ini bukan kata-kata yang aku kaitkan dengan investasi jangka panjang yang bijak.”

Masalah lain adalah, banyak ETF terbaik bertujuan untuk kasih return besar setiap hari, yang punya risiko dan gejolak yang gak cocok buat kebanyakan investor.

“Ini pada dasarnya dipakai sebagai instrumen trading jangka pendek. Mereka dimaksudkan untuk dipegang cuma satu hari,” kata Roxanna Islam dari TMX VettaFi ke CNBC. “Mereka bukan untuk dipegang setahun penuh, meskipun kamu liat return [2025] yang tinggi.”

Menurut posting blog dari Charles Schwab, ETF paling baik untuk trader harian aktif yang mau aset efisien pajak yang juga kasih eksposur niche. Kalau kamu gak cocok dengan itu, mungkin lebih baik investasi di reksa dana atau dana indeks.

Tinggalkan komentar