Kamu mungkin pernah dengar soal “catfishing,” yaitu pake identitas palsu buat nipu orang dalam hubungan. Tapi ada fenomena lain di dunia kencan yang perlu kamu tahu, dan ini bisa ancam uang kamu juga perasaan kamu.
“Financial catfishing” itu ketika seseorang pura-pura kaya buat ngekesan pasangan. Sama kayak catfishing biasa, ini bisa bikin sakit hati banget.
Mungkin kelihatan sepele kalau cuma sedikit bohong, tapi bohong soal keuangan bisa bikin kepercayaan hilang, hubungan jadi rusak, pernikahan bermasalah — bahkan sampai cerai atau bangkrut. Yuk belajar lebih lanjut soal financial catfishing, tanda-tandanya, dan cara lindungi diri dari bahaya finansial dan emosional.
Financial catfishing mirip sama catfishing tradisional, tapi yang ini bohongnya soal uang: Caranya dengan menipu soal kekayaan. Tujuannya bisa biar terlihat keren, nipu, atau malah ngerugiin pasangan.
Di dunia kencan jaman sekarang, reputasi keuangan itu penting. Menurut survei dari Credit One Bank, lebih dari separuh generasi milenial dan Gen Z bilang nilai kredit yang bagus bikin seseorang lebih menarik. Terus, 20% orang yang disurvei mau profil kencan itu tampilin nilai kredit dan kebiasaan keuangan.
Karena makin banyak yang peduli soal kondisi keuangan calon pasangan, ini bisa pengaruhi cara orang mau terlihat. Kalau tanggung jawab keuangan dianggap menarik dan layak dimasukin ke profil kencan, beberapa orang mungkin merasa perlu bohong atau berlebihan soal keadaan keuangan mereka.
Baca selengkapnya: 4 kesalahan keuangan umum pasangan yang bikin cerai (dan cara hindarin)
Di jaman sekarang, di mana semua terlihat sempurna di media sosial, pura-pura kaya jadi lebih mudah dan sering terjadi. Survei Credit One Bank nemuin bahwa lebih dari separuh responden pernah pura-pura kaya atau sukses.
Dan ini bukan cuma omong doang: 37% responden bilang mereka rela punya utang atau ngebobol rekening bank buat ngekesan orang, dan 38% udah pernah nglakuin itu.
Financial catfishing bisa dari bohong kecil sampe tipu besar. Tapi kalau dibiarin, akibatnya bisa serius:
Hilangnya kepercayaan: Bohong soal uang sering berujung ke kebohongan lain yang lebih besar. Misal, bohong soal pengeluaran bisa bikin utang menumpuk dan kepercayaan sama pasangan hancur.
Akibat keuangan: Financial catfishing bisa bikin masalah keuangan beneran. Belanja sembunyi-sembunyi, pendapatan yang dibesar-besarin, dan boros buat jaga penampilan bisa bikin rekening minus, nilai kredit jelek, dan utang numpuk. Dan kalau kamu dan pasangan gabungin keuangan — lewat pinjaman bersama, KPR, atau rekening bank bersama — akibatnya bisa ngarahin kalian berdua, bahkan setelah hubungan putus.
Beban emosional: Ketidaksetiaan finansial juga pengaruh ke perasaan. Cemas, stres, kesel, malu, dan perasaan tidak berdaya secara finansial bisa aja terjadi kalau pasangan kamu tidak jujur soal uang.
Baca selengkapnya: Apa pasangan yang belum nikah harus punya rekening bank bersama?
Kalau kamu lagi dalam hubungan atau sedang berkencan, waspada sama tanda-tanda financial catfishing. Walaupun mungkin untuk nutupin keadaan keuangan, perilaku berikut bisa jadi tanda bahaya sebelum kamu terluka:
Bohong: Meski sulit ketahuan, kebohongan dari pasangan harus bikin kamu waspada, apalagi kalo tentang uang. Perhatiin kalau ada yang tidak nyambung. Contoh, orang yang ngaku kondisi keuangannya stabil tapi selalu minta uang, mungkin dia nutupin sesuatu.
Boros banget: Boros yang tidak terkontrol bisa jadi masalah besar, bahkan buat orang kaya. Kalau pasangan kencan kamu keliatannya boros buat pamer kekayaan, coba diteliti lagi. Seringnya, orang yang keuangan nya sehat itu karena hidupnya tidak boros.
Nghindari bahas uang: Nggak semua orang suka bahas uang, dan itu wajar karena ini topik yang sensitif. Tapi kalau pasangan kamu menghindarinya secara ekstrem, hati-hati. Menyembunyikan keuangan dan nolak bagi detail pribadi — kayak status pekerjaan — bisa jadi tanda dia melakukan financial catfishing atau ketidaksetiaan.
Walaupun financial catfishing umum terjadi, ada cara buat lindungi diri dan uang kamu waktu berkencan atau mulai hubungan baru. Ini tipsnya:
Hati-hati bagi info: Jangan bagi akses rekening bank, kartu kredit, atau informasi login ke orang lain sebelum dia benar-benar dapat kepercayaan kamu. Sama juga, hati-hati kalau mau nandatangani pinjaman untuk dia. Nilai kredit yang rusak atau rekening kosong butuh waktu lama buat pulih.
Perhatiin ketidakcocokan: Semua orang bisa salah, tapi kalau ketidakcocokan informasi mulai numpuk, perhatiin baik-baik. Kebohongan, hal yang disembunyikan, atau hal yang dia omongin nggak cocok sama kondisi keuangannya, bisa jadi tanda potensial catfishing.
Langsung aja: Lebih aktif bahas soal keuangan dalam hubungan. Ngobrolin ini dari awal bisa bikin keadaan keuangan kalian berdua jelas. Dan kalau dia nggak mau, itu bisa jadi tanda ada yang tidak beres.
Baca selengkapnya: 8 pertanyaan keuangan yang harus ditanyain ke pasangan sebelum mikirin nikah