Anggota Dewan Dukung Proyek Pusat Data. Lalu, 13 Peluru dan Catatan ‘Tolak Pusat Data’ Hantam Rumahnya.

Protes Infrastruktur AI Makin Keras, Kini Berubah Jadi Kekerasan di Indianapolis

Anggota dewan kota Indianapolis, Ron Gibson, terbangun sebelum jam 1 pagi hari Senin. Dia menemukan 13 lubang peluru di rumahnya dan sebuah catatan di depan pintu yang bertuliskan "Tidak Untuk Pusat Data." Saat kejadian, dia dan anak laki-lakinya yang berusia 8 tahun sedang ada di rumah. Untungnya, tidak ada yang terluka.

"Di dekat tempat peluru itu mengenai rumah, ada meja makan tempat anak saya bermain Lego sehari sebelumnya," tulis Gibson dalam pernyataannya. "Hal itu sangat membuat saya tidak tenang."

Penembakan ini diduga terkait rencana pembangunan pusat data di lingkungan Martindale-Brightwood. Seminggu sebelum kejadian, Gibson menyatakan dukungannya untuk proyek tersebut. Komisi Pembangunan Metropolitan Indianapolis sudah menyetujui perubahan peruntukan lahan seluas 14 hektar untuk proyek pusat data senilai $500 juta.

Masalah ini mencerminkan ketegangan yang lebih luas di seluruh Amerika Serikat. Perusahaan besar teknologi seperti Amazon, Microsoft, dan Google berlomba membangun pusat data untuk memenuhi kebutuhan AI. Namun, banyak komunitas menolak karena khawatir dengan dampaknya terhadap lingkungan, seperti pemakaian energi dan air yang besar, kebisingan, dan perubahan suhu udara.

Protes Terhadap Pusat Data AI Semakin Meluas

Di banyak kota, warga mulai menolak pembangunan infrastruktur AI. Lembaga nirlaba Environmental and Energy Study Institute mendapat banyak keluhan dari warga di Arizona, Mississippi, Virginia, dan Texas tentang polusi suara dan dampak lingkungan dari pusat data. Peneliti juga memperingatkan bahwa pusat data bisa menciptakan "pulau panas" yang bisa memanaskan area di sekitarnya.

Misalnya, di Southaven, Mississippi, warga mengeluh suara bising seperti mesin jet yang berasal dari turbin gas yang menghidupkan pusat data untuk perusahaan AI milik Elon Musk, xAI.

MEMBACA  Teknologi di Kelas: Sejarah Hype dan Histeria

Di Indianapolis sendiri, proposal pembangunan pusat data juga ditentang banyak pemimpin komunitas dan pemuka agama. Mereka khawatir tentang polusi dan kenaikan harga listrik.

Semakin banyak orang Amerika yang tidak suka dengan AI. Sebuah jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan hanya 26% warga yang memandang AI positif. Banyak politisi dari kedua partai kemudian mengajukan rancangan undang-undang untuk mengatur AI, termasuk menghentikan sementara pembangunan pusat data baru di beberapa negara bagian.

Gibson, yang merupakan anggota Partai Demokrat, mengutuk keras serangan terhadap keluarganya. "Saya paham pelayanan publik bisa menimbulkan perbedaan pendapat, tetapi kekerasan bukanlah jawabannya, apalagi sampai membahayakan keluarga," tulisnya.

Polisi Metropolitan Indianapolis dan FBI sedang menyelidiki kasus ini.

Tinggalkan komentar