Moody’s Corporation (MCO) adalah perusahaan global yang menilai risiko. Mereka ngasih rating kredit, riset, data, dan analisis buat bisnis, pemerintah, dan investor. Layanannya bantu klien ngerti kualitas kredit dan kelola risiko keuangan. Perusahaan ini markasnya di New York dan layanin pelanggan di banyak industri di seluruh dunia. Nilai pasarnya sekarang $78,46 miliar.
Saham Moody’s lagi tertekan karena khawatir AI bisa gantiin bisnis jasa keuangan, plus ada faktor ekonomi makro. Dalam 52 minggu terakhir, sahamnya turun 4,8%, dan tahun ini udah turun 12,1%. Saham ini pernah tembus rekor tertinggi $546,88 pada 15 Januari, tapi sekarang turun 17,9% dari level itu.
Di sisi lain, indeks S&P 500 ($SPX) naik 27,9% dan 9,2% dalam periode yang sama. Ini nunjukin saham Moody’s kalah sama pasar. Selanjutnya, kita libatkan saham ini sama sektornya sendiri. ETF State Street Financial Select Sector SPDR (XLF) naik 3,4% dalam 52 minggu terakhir tapi turun 5,2% tahun ini, trennya mirip.
Bulan Februari lalu, CEO Moody’s Rob Fauber bilang ke investor kalo AI gak terlalu berbahaya. Soalnya perusahaanya udah bangun sistem kompleks dari perjanjian komersial dan hak kekayaan intelektual dari bisnis yang udah lama jalan.
Moody’s ngasih hasil Q1 yang lebih baik dari perkiraan. Segmen Moody’s Investors Service (MIS) tumbuh 8% pendapatannya dari tahun lalu (YOY) sampe rekor $1.15 miliar, dengan penerbitan rating lebih dari $2 triliun. Di seegmen Moody’s Analytics (MA), pendapatan tahunan (ARR) tumbuh 8% jadi $3,61 miliar. Perusahaan ini juga bawa kecerdasan tingkat keputusan ke solusi Microsoft AI lewat agen Moody’s khusus di Microsoft 365 Copilot.
Untuk kuartal ini, analis Wall Street prediksi laba per saham (EPS) Moody’s naik 17,7% YOY jadi $4,19 secara dilusi. EPS tahun fiskal 2026 diprediksi naik 11,7% per taun jadi $16,69, terus naik 10,4% jadi $18,43 di fiskal 2027. Perusahaan ini punya catatan bagis karena selalu di atas perkiraan konsensus selama empat kuartal terakir.
Dari 24 analis Wall Street yang ngeliput saham Moody’s, konsensusnya adalah “Beli Sedang.” Itu berdasarkan 16 rating “Beli Kuat,” satu “Beli Sedang,” dan tujuh “Ditahan.” Konfigurasi rating ini tetep stabil selama tiga bulan kemarin.
Bulan lalu, analis dr Wells Fargo Jason Haas tetepin rating Moody’s jadi “Overweight,” sambil prediksi target harga naek dari $560 ke $590, nunjukin optimis hati-hati tentang perkembangan perusahaan ini.
Rata-rata target harga Moody’s $537,95 nunjukin kenaikan 19,8% dari harga pasar sekarang. Plus, target harga tertinggi $610 artinya mungkin naik 35,8%.
Pas publikasi, Anushka Dutta gak punya saham dari perusahaan yang diomongin di sini entah langsung atau gak. Semua info di sini cuma buat pengetahuan doang. Artikel ini awalnya muntul di Barchart.com.