Seorang asisten penting untuk Presiden Donald Trump mengatakan, Departemen Pertahanan memperkirakan perang dengan Iran, yang sekarang sudah minggu ketiga, akan memakan waktu empat sampai enam minggu.
Kevin Hassett, kepala Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, memberikan perkiraan waktu itu dengan catatan bahwa keputusan akhir tentang kapan perang akan berakhir ada pada Trump. Dia adalah salah satu dari beberapa pejabat pemerintahan yang pada hari Minggu meminta kesabaran rakyat Amerika saat harga energi melonjak, dengan mengatakan tujuan untuk menghilangkan Iran sebagi ancaman di Timur Tengah sepadan.
Per Sabtu, Pentagon “percaya bahwa misi ini akan selesai dalam empat hingga enam minggu dan kami lebih cepat dari rencana,” kata Hassett di acara CBS *Face the Nation*. “Kami berharap ekonomi global akan mendapat kejutan positif yang besar begitu ini selesai.”
Menteri Energi Chris Wright memberi sinyal bahwa perang mungkin berlangsung beberapa minggu lagi dengan harga minyak dan bensin tetap tinggi, sementara AS dan Israel berusaha menghancurkan kemampuan militer Iran.
“Saya pikir konflik ini pasti akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan — bisa lebih cepat dari itu — dan kita akan melihat pemulihan pasokan dan penurunan harga setelahnya,” kata Wright di acara ABC *This Week*.
Harga minyak Brent ditutup di atas $103 per barel pada Jumat karena Iran masih mengendalikan Selat Hormuz, yang biasanya adalah jalur untuk seperlima minyak dunia dan sebagian besar gas alam cair.
Trump pada Sabtu menyeru negara-negara lain untuk mengirim kapal perang guna menjaga selat itu tetap terbuka, dengan mengatakan ia berharap Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris ikut serta. Seorang pejabat tinggi partai berkuasa di Jepang mengatakan, mengirim kapal angkatan laut Jepang ke Timur Tengah untuk mengawal kapal tanker akan menghadapi “rintangan tinggi.”
Wright mengatakan dia telah melakukan pembicaraan dengan negara-negara yang disebut Trump, meski tidak merinci. “Jelas kita akan dapat dukungan dari negara-negara lain untuk mencapai tujuan itu,” ujarnya di acara NBC *Meet the Press*.
Wright mengatakan pemerintahan Trump menyadari bahwa berperang melawan Iran akan menyebabkan “gangguan jangka pendek” dan “sedikit kenaikan harga bagi orang Amerika.”
“Jadi ini adalah penderitaan jangka pendek untuk mencapai tempat yang jauh lebih baik,” katanya ke ABC. “Tetapi yang terpenting sekarang adalah menyelesaikan dan menghancurkan kemampuan Iran untuk memproyeksikan kekuatan militer di wilayah tersebut dan di seluruh dunia.”
Dengan pimpinan Iran yang sudah terpukul tapi tetap menantang di hadapan serangan udara AS dan Israel, Hassett berpendapat bahwa produksi minyak domestik AS berarti Iran memiliki pengaruh yang jauh lebih kecil dibandingkan saat krisis minyak tahun 1970-an.
“Mereka pikir mereka akan merugikan ekonomi AS dan membuat Presiden Trump mundur,” katanya. “Tidak ada hal yang lebih bodoh untuk dikatakan. Kita punya banyak sekali minyak.”