Analis Klaim Oracle Masih di Tahap Awal Kesuksesan AI. Pantaskah Saham ORCL Dibeli Sekarang?

Perjalanan Oracle (ORCL) saat ini terlihat lebih kuat dari sekadar kenaikan biasa setelah laporan keuangan. Perusahaan ini, yang mengumumkan hasil kuartal ketiga fiskal pada 10 Maret, menunjukkan kemampuannya untuk tumbuh lebih cepat dari yang biasa diharapkan investor, sambil tetap menjaga profitabilitas. Ini hal besar untuk perusahaan yang selama ini lebih dikenal sebagai saham perangkat lunak matang, bukan pemenang di bidang infrastruktur AI.

Oracle melaporkan pendapatan kuartal ketiga fiskal sebesar $17,2 miliar, naik 22% dari tahun lalu. EPS non-GAAP juga naik 21% menjadi $1,79. Pendapatan cloud mencapai $8,9 miliar, dengan pendapatan infrastruktur cloud melonjak 84%. Inilah konteks bagi Gil Luria dari D.A. Davidson, yang memandang positif saham perusahaan ini.

Saham ORCL mungkin bukan satu-satunya yang diuntungkan dari volatilitas pasar, karena kuartal terbaru perusahaan ini memberikan bukti nyata yang sudah lama ditunggu investor: bahwa tren permintaan yang didorong AI benar-benar mempercepat pertumbuhan pendapatan. Yang lebih penting, manajemen berhasil menghasikan kuartal yang bagus dan menaikkan perkiraan pendapatan fiskal 2027 menjadi $90 miliar.

Oracle adalah perusahaan terkemuka di bidang perangkat lunak perusahaan, basis data, dan infrastruktur cloud. Perusahaan yang berkantor pusat di Austin, Texas ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar $457,3 miliar, menjadikannya saham mega-cap. Meski Oracle tetap kuat sebagai perusahaan basis data, pertanyaan di benak investor adalah apakah Oracle Cloud bisa menjadi platform komputasi AI berskala besar yang sebenarnya.

Saat ini, dengan harga saham ORCL sekitar $155,60, masih cukup jauh dari rekor tertinggi 52-minggu di $345,72, meski baru saja naik setelah laporan keuangan. Ini menempatkan ORCL pada posisi yang menarik. Saham ORCL telah naik 3,5% dalam lima hari perdagangan terakhir, tetapi masih lebih volatil dibanding pasar rata-rata. Sebagai perbandingan, Indeks S&P 500 ($SPX) naik sekitar 19% dalam 52 minggu terakhir. Posisi ORCL saat ini lebih bergantung pada keyakinan orang terhadap ledakan AI, bukan pada pertumbuhan yang konsisten.

MEMBACA  Judul: CEO United Nyatakan Model Maskapai Murah Sudah Mati dan Sebut Mereka 'Mengeksploitasi Pelanggan'

Cerita Berlanjut

www.barchart.com

Dari segi valuasi, ORCL tidak terlalu murah, terutama untuk standar perangkat lunak lama. Tapi juga tidak terlalu mahal jika Anda mengharapkan tren pertumbuhan baru perusahaan ini. Saat ini, ORCL diperdagangkan pada rasio harga/pendapatan maju 27,2x dan rasio harga/penjualan 8,17x.

Valuasi ini jelas tidak murah, tetapi lebih masuk akal jika Anda mengharapkan pertumbuhan laba dua digit untuk ORCL di tahun mendatang, serta kemampuannya mengubah pesanan perangkat lunak yang besar menjadi perangkat lunak berbasis cloud dengan margin tinggi. ORCL saat ini memberikan dividen kuartalan $0,50, atau $2,00 per tahun, dengan hasil sekitar 1,3% berdasarkan harga saham saat ini. Dividen berikutnya akan dibayarkan pada 24 April 2026.

Hasil kuartal ketiga Oracle kuat hampir di semua bidang penting. Pendapatan $17,2 miliar, mengalahkan ekspektasi. EPS juga kuat di $1,79. Layanan cloud tumbuh 44%, sementara OCI melonjak 84%. Ini berarti permintaan untuk solusi infrastruktur Oracle tidak lagi hipotesis. Dan yang terbaik, pendapatan operasi non-GAAP tumbuh 19%. Artinya, Oracle mengembangkan bisnisnya tanpa mengorbankan margin.

Tapi angka yang paling menarik adalah kewajiban kinerja tersisa perusahaan, yang mencapai $553 miliar, naik 325% dari tahun lalu, dengan kenaikan $29 miliar secara berurutan. Sekali lagi, ini banyak disebabkan oleh kesepakatan besar yang ditandatangani perusahaan untuk bisnis AI-nya. Manajemen menyatakan banyak kesepakatan disusun sehingga Oracle tidak perlu menginvestasikan modal tambahan untuk perangkat keras terkait, karena pelanggan membayar di muka atau menyediakan GPU sendiri. Ini menghapus kekhawatiran pasar bahwa Oracle harus membebani neracanya untuk membangun bisnis AI.

Panduan Oracle juga baik. Perusahaan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan kuartal empat sebesar 19-21%, pertumbuhan cloud 46-50%, dan EPS non-GAAP $1,96 hingga $2,00. Pendapatan fiskal 2026 Oracle ditegaskan kembali di $67 miliar, begitu juga angka pengeluaran modal $50 miliar. Namun, perusahaan menaikkan perkiraan pendapatan fiskal 2027 dari $80 miliar menjadi $90 miliar. Hal menarik lainnya adalah pernyataan Oracle bahwa penggunaan alat pembuatan kode AI membuat tim perangkat lunaknya lebih kecil, cepat, dan produktif. Ini bisa menjadi pendorong margin perusahaan yang kurang dikenal di masa depan.

MEMBACA  James Talarico Sebut "Ratu Tunawisma" Terbesar adalah Raksasa Korporat yang Tak Bayar Satu Sen Pajak Pun

Tampaknya hasil keuangan Oracle juga menyebabkan reaksi positif dari analis. Saham perusahaan kini memiliki konsensus peringkat “Strong Buy” menurut Barchart, dengan peringkat analis rata-rata naik menjadi 4,50 dari 4,40 sebulan lalu. Ini mungkin bukan kenaikan besar, tetapi fakta bahwa peringkat rata-rata meningkat adalah penting karena saham perusahaan bereaksi positif terhadap laporannya.

www.barchart.com

Pada tanggal publikasi, Yiannis Zourmpanos memiliki posisi di: ORCL. Semua informasi dan data dalam artikel ini hanya untuk tujuan informasional. Artikel ini pertama kali diterbitkan di Barchart.com

Tinggalkan komentar