Sebuah studi baru dari JPMorgan Wealth Management menunjukkan bahwa ada perpindahan kekayaan besar-besaran untuk wanita. Diperkirakan, aset senilai sekitar $9 triliun akan dipindahkan dari suami ke pasangan mereka dalam beberapa dekade mendatang.
Meskipun jumlah uangnya sangat besar, wanita mengatakan mereka tidak bergantung pada uang warisan itu untuk mencapai tujuan keuangan mereka. Faktanya, tiga dari empat wanita merasa yakin mereka bisa mencapai target keuangan tanpa menerima warisan dari keluarga atau suami.
Warisan dari pasangan ini adalah bagian dari gambaran besar yang disebut “Great Wealth Transfer” atau Perpindahan Kekayaan Besar. Studi lain menemukan bahwa dalam 20 hingga 30 tahun ke depan, sekitar $124 triliun akan diwariskan dari generasi tua ke generasi muda. Generasi baby boomer (lahir 1946-1964) dianggap sebagai generasi terkaya dalam sejarah. Sebagian kekayaan ini akan langsung diwariskan ke anak-anak mereka (Generasi X, Milenial, dan Gen Z), tetapi sebagian lagi akan diberikan ke pasangan mereka.
Wanita secara statistik lebih mungkin hidup lebih lama daripada suami mereka. Di AS, pria rata-rata hidup sampai usia 75,8 tahun, sedangkan wanita sampai 81 tahun.
Namun, studi dari JP Morgan menemukan bahwa sebagian besar wanita tidak mengandalkan dana warisan ini. Walaupun rencana teratas mereka adalah menghabiskan uangnya untuk traveling, pada kenyataannya, banyak yang justru menginvestasikannya.
Laporan itu, yang berdasarkan survei terhadap 1.045 orang dewasa Amerika, menemukan bahwa 63% wanita boomer sudah menerima warisan. Untuk wanita Gen X, 45% berharap akan mendapat warisan, dan untuk wanita Gen Z dan Milenial, angkanya adalah 39%.
Yang menarik, 93% wanita yang diwawancarai dan mengharapkan warisan mengatakan mereka tidak bergantung pada uang itu untuk mencapai tujuan keuangan mereka. Laporan itu menambahkan bahwa wanita “secara proaktif membangun kekayaan mereka sendiri.”
Saat ini, pria memang lebih percaya diri dengan strategi investasi mereka. Sebuah studi tahun 2023 menemukan bahwa pria memiliki lebih banyak investasi. Ini sebagian karena perbedaan gaji, tetapi juga soal kepercayaan diri: 45% wanita survei mengatakan berinvestasi di pasar saham itu terlalu berisiko.
Namun, studi JPMorgan menunjukkan ini mungkin akan berubah: 45% wanita yang sudah menerima warisan telah menginvestasikannya, sementara 43% menggunakannya untuk melunasi hutang. Sebanyak 41% menghabiskannya untuk travelling, 33% untuk membantu keluarga dan teman, dan 28% menyumbangkannya untuk amal.
### Peran Wanita dalam Perekonomian
Kekuatan ekonomi wanita juga sedang berubah. Secara tradisional, wanita yang mengatur pengeluaran rumah tangga dan bertanggung jawab untuk lebih banyak belanja. Ini membuat mereka menjadi kelompok konsumen yang kuat.
Menurut sebuah studi dari Bank of America musim panas ini, pertumbuhan belanja wanita memang melambat. Seorang ekonom mencatat bahwa pertumbuhan partisipasi angkatan kerja wanita juga turun di bawah pria untuk pertama kalinya dalam enam tahun. Dia bertanya-tanya apakah ini karena pasar tenaga kerja yang sedang lesu lebih dulu mempengaruhi wanita.
Namun, ada kabar baiknya. Data Bank of America menunjukkan bahwa tingkat gangguan pendapatan untuk wanita dan pria secara keseluruhan masih di bawah rata-rata tahun 2024. Untuk wanita, angkanya sekarang lebih sejajar dengan pria, yang menunjukan bahwa ketidakseimbangan dalam tren pengangguran antara kedua kelompok tidak terlalu mencolok untuk saat ini.