Harga perak naik tajam ke $67 per ons di 2025, dari $28.92 di awal tahun. Ini karena permintaan dari infrastruktur AI dan tenaga surya.
Industri tenaga surya saja bisa pakai 85-90% dari cadangan perak yang diketahui di tahun 2050, kalau pertumbuhannya tetap seperti sekarang.
ETF perak seperti AGQ memberi hasil 272% tahun ini. SLV dan PSLV masing-masing memberi 113% dan 129%.
Perak sedang naik sangat kuat di 2026. Kurangnya persediaan dan permintaan besar dari industri AI mendorong harganya.
Selain untuk mata uang, perak sangat penting untuk industri. Ia konduktor listrik terbaik dan punya sifat antimikroba untuk alat medis.
Infrastruktur hardware AI menciptakan permintaan industri baru yang sangat besar untuk perak.
Kenaikan harga juga karena peristiwa ekonomi geopolitik dan pasar fisik perak yang sekarang lebih penting.
Industri AI jadi konsumen besar perak baru, setelah industri tenaga surya. Banyak bagian penting hardware AI butuh perak, seperti:
- GPU dan TPU performa tinggi.
- Sambungan chip semikonduktor.
- Koneksi nano di pusat data AI.
- Server, switch, dan konektor GPU.
- Distribusi daya dan pendingin di pusat data.
Menurut GoldSilver.com, industri tenaga surya masih konsumen perak industri terbesar. Permintaannya diprediksi naik hampir 100% dalam 5 tahun ke depan.
Konsumsi perak untuk kendaraan listrik juga naik 20% di 2025 dan mungkin lebih lagi di 2026.
Tiga ETF perak yang perlu diperhatikan:
- Sprott Physical Silver Trust (PSLV): Memegang batangan perak di Kanada. Hasil YTD-nya 128.70%.
- iShares Silver Trust (SLV): ETF perak terbesar, memegang 516.5 juta ons perak. Hasil YTD-nya 113.06%.
- ProShares Ultra Silver (AGQ): Platform leveraged 2X, tidak pegang perak fisik. Hasil YTD-nya 272.44%. Ini lebih berisiko.
Harga perak sekarang sudah lewat prediksi banyak bank besar. Tren kenaikan ini tampaknya masih akan berlanjut.
Untuk rencana pensiun, memilih investasi yang tepat saja tidak cukup. Banyak orang Amerika temukan mereka bisa pensiun lebih cepat setelah jawab tiga pertanyaan singkat.