2 ETF dengan Dividen Andal di Tengah Ketidakpastian Pasar

Pasar udah naik drastis sejak 1 April, yang bikin orang mulai khawatir lagi tentang valuasi pasar. Beberapa indikator utama, kayak rasio harga terhadap pendapatan (P/E) Shiller, udah melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah. Biasanya, kalo pasar udah mencapai valuasi setinggi itu, biasanya bakal ada koreksi atau penurunan.

Sekarang ini, investor pasti tau kalo volatilitas itu udah jadi bagian dari permainan, tapi dua tahun terakhir ini makin terasa banget. Ini bisa dilihat dari pergerakan liar indeks VIX.

Apakah AI bakal bikin milyuner pertama di dunia? Tim kita baru aja ngerilis laporan soal satu perusahaan kecil yang kurang dikenal. Tim kita nyebutnya “Monopoli yang Tak Terelakkan” karena punya teknologi penting yang dibutuhin sama Nvidia dan Intel. Lanjutkan »

Makanya, sekarang lebih penting dari sebelumnya buat punya portofolio yang seimbang dan diversifikasi. Di dalam dunia saham, nggak ada diversifikasi yang lebih baik dari saham atau ETF yang ngasih dividen atau pendapatan.

Sumber gambar: Getty Images.

ETF dividen nggak cuman investasi di perusahaan yang lebih stabil dan likuid. Biasanya, perusahaan ini juga lebih kuat pas pasar turun. Selain itu, mereka juga ngasilin pendapatan. Hasil dividen yang tinggi bisa diputer lagi ke dalam ETF buat ngasilin total imbal hasil yang lebih gede. Ini dia dua ETF dividen imbal hasil tinggi yang jadi resep pas buat pasar volatile.

1. Schwab U.S. Dividend Equity ETF

Schwab U.S. Dividend Equity ETF ini salah satu yang berkinerja paling oke tahun ini, bukan cuma di antara ETF dividen aja. Dana ini naik sekitar 18% sejak awal tahun, karena investor pada pilih keamanan dan pendapatan dividein yang bisa diandeli ditengah pasar yang kacau.

MEMBACA  Rantai Pizza Favorit Berusia 49 Tahun Ajukan Kepailitan Chapter 11

ETF ini ngikutin indeks Dow Jones U.S. Dividen 100, yang berisi saham-saham dari perusahaan yang ngasih dividen hasil tinggi dan udah konsisten bayar setidaknya 10 tahun dan penuhi syarat likuiditas. Abisnya, jumlahnya dikurangi jadi sekitar 100 berdasarkan kriteria fundamental- aliran kas bebase ratio, modal terhadap total hutang, hasil dividen, samea tingkat pertumbuhan dividen 5 tahun. Lalu sahamnya ditimbang pake pendekatan kapitalis pasar yang diedit.

Saat ini, tiga saka teratas adlaah Qualcomm, Texas Instruments.
Lagipula, ETF bayarlumat hasil dividei dengan, hasil bea {ss}

Tinggalkan komentar