10 Saran Finansial Populer yang Harus Diabaikan, Menurut Rami Sethi

Rami Sethi tidak pernah ragu untuk memberi tips keuangan pribadi ke lebih dari 1 juta pelanggannya.

Dalam sebuah YouTube episode baru-baru ini, penulis buku terlaris dan podcaster itu jelaskan nasehat apa yang sebenarnya tidak membantu. Ini dia 10 tips keuangan pribadi populer yang sebaiknya diabaikan, menurut ahli keuangan pribadi itu.

Pendiri “I Will Teach You to Be Rich” bilang bahwa nasehat yang fokus ke hemat ekstrem — seperti jangan pernah beli kopi atau makan di luar — sering tidak tepat sasaran.

Sebaliknya, Sethi ajak orang-orang untuk ikuti apa yang dia sebut metode CEO: Kurangi biaya, Hasilkan lebih, Optimalkan dirimu.

Daripada menghilangkan setiap kesenangan kecil, dia sarankan untuk targetkan pengeluaran diskresioner terbesar kamu dan kurangi 20% sampai 50% dalam enam bulan, lakukan perubahan bertahap dan berkelanjutan.

Baca Selanjutnya: Suze Orman Bocorkan Tagihan Nomor 1 yang Harus Dibayar Pertama Tiap Bulan

Temukan Berikutnya: 6 Akun Aman Terbukti Bikin Uangmu Tumbuh Sampai 13x Lebih Cepat

Nasehat keuangan pribadi Sethi berikutnya, yang bisa diabaikan kebanyakan orang, adalah pakai aplikasi anggaran atau hal-hal menarik lain yang dijual influencer. Dia lebih ajak pendengarnya untuk pakai rencana belanja sadarnya yang sederhana. Penting untuk tahu biaya tetap, yang harusnya di bawah 50% sampai 60% dari gaji bersih, jelasnya. Sekitar 10% anggaran harus dialokasikan untuk investasi, 5% sampai 10% harus otomatis ditransfer ke rekening tabungan ber bunga tinggi, menyisakan 20% sampai 35% gaji bersih untuk belanja tanpa rasa bersalah.

Kebanyakan ahli setuju bahwa bikin anggaran dan patuh padanya sangat penting untuk kesuksesan finansial. Sayangnya, banyak orang Amerika tidak punya dana darurat dasar.

MEMBACA  4 Perubahan yang Harus Anda Lakukan

Menurut studi oleh Forbes, 28% responden tidak punya tabungan di bawah $1,000. Ini artinya jika ada keadaan darurat, banyak orang harus pakai kartu kredit atau cara lain untuk bayarnya. Membuat anggaran, apapun strateginya, sangat penting untuk memastikan tagihan terbayar dan tujuan menabung tercapai tiap bulan.

Sementara banyak influencer anjurkan pindah ke negara bagian dengan pajak rendah, Sethi tidak setuju.

Dia catat bahwa pajak lebih tinggi belum tentu halangi penerimaan tinggi dan sering danai layanan penting seperti pendidikan dan infrastruktur. Ditambah, seperti dilaporkan Money Digest, mungkin ada biaya tersembunyi saat pindah ke negara bagian pajak rendah. Misalnya, negara bagian tanpa pajak penghasilan mungkin coba ganti biaya lewat hal lain, seperti pajak properti.

Dia juga bilang kamu bisa hindari tips mindful tidak jelas dari influencer, seperti afirmasi pagi dan journaling. Daripada ini, dia suruh pendengarnya fokus bangun rencana hidup kaya. Tuliskan tujuan spesifik dan langkah-langkah untuk mencapainya.

Cerita Berlanjut

“Passion saja bukan strategi untuk menghasilkan uang,” kata Sethi. Sebalinya, dia suruh pemirsa berkomitmen kuasai sesuatu yang berharga. Intinya, sebuah passion tidak akan tentu bayar tagihan.

Sethi bilang pendengar bisa hindari nasehat yang didasari rasa malu. Daripada merasa bersalah tentang pembelian, dia bilang tanya, “Apa kamu mampu bayar? Apa kamu suka?”

Riset tunjukkan bahwa orang sudah merasa cukup malu tentang keuangan mereka, bikin tidak percaya diri, yang merusak kesehatan finansial.

Menurut laporan di Psychology Today, 80% orang Amerika tidak pernah dapat pendidikan finansial. Mereka dibiarkan coba menghadapi situasi keuangan rumit, dan saat buat kesalahan, mereka bawa rasa malu dan bersalahnya. Perasaan ini bisa bikin tidak percaya diri dan jadi beban untuk stabilitas dan kesuksesan finansial.

MEMBACA  Blinken bertemu dengan Wang China setelah menegur tindakan 'escalating' Beijing di laut oleh Reuters

Sementara banyak influencer bicara jadi kaya lewat angel investing, Sethi bilang itu nasehat yang layak diabaikan. Dia jelaskan itu punya banyak risiko, dan 99% startup gagal.

Sebaliknya, dia suruh pelanggannya investasi di reksa dana indeks.

Sethi ajak pendengar hindari ikut-ikutan tren. Dia catat tren masa lalu seperti SPAC dan NFT lebih mirip judi daripada investasi.

Dia bilang untuk orang dengan uang extra, tidak apa-apa investasi di usaha spekulatif ini setelah tujuan lain tercapai.

Sementara beberapa influencer dorong metode kontroversial untuk menghasilkan uang, Sethi masih percaya pada kekuatan kerja 9-to-5. Dia jelaskan bahwa sebagian besar penghasilan dihasilkan lewat pekerjaan tetap. Tujuannya, harusnya, untuk maksimalkan potensi penghasilan.

Lagi, dia advokasi metode CEO-nya: kurangi biaya, hasilkan lebih, optimalkan dirimu. Salah satu cara hasilkan lebih adalah dengan negosiasi minta kenaikan gaji.

Akhirnya, mungkin nasehatnya yang paling kontroversial adalah abaikan beli rumah. Dia jelaskan bahwa biaya phantom kepemilikan rumah bisa tambah 30% sampai 50% ke cicilan bulanan.

Saat ditanya Forbes, 57% ahli bilang bahwa punya rumah adalah “investasi bagus.” Salah satu alasannya adalah kekayaan bersih pemilik rumah secara signifikan lebih banyak daripada bukan pemilik rumah rata-rata. Bahkan, pemilik rumah punya kekayaan bersih 40 kali lebih besar. Kuncinya, kata Sethi, adalah pastikan pembelian benar-benar cocok dengan anggaran dan tujuan jangka panjangmu.

Artikel ini awalnya muncul di GOBankingRates.com: 10 Tips Keuangan Pribadi Populer yang Diabaikan, Menurut Rami Sethi

Tinggalkan komentar